Tsunoda Dijuluki Verstappen dari Jepang

Mantan pembalap Allard Kalff, menjuluki rookie Scuderia AlphaTauri F1, Yuki Tsunoda, sebagai ‘Max Verstappen dari Jepang’.

Tsunoda sudah menunjukkan kapasitasnya dalam tes pramusim Formula 1 di Sirkuit Sakhir, 12-14 Maret, meski pada akhirnya terungkap bahwa ia mengaktifkan mode DRS (Drag Reduction System).

Pembalap 20 tahun itu membawa AlphaTauri ke posisi kedua tercepat, di bawah Max Verstappen (Red Bull Racing).

Pencapaian dan potensi Tsunoda mengesankan Kalff. Mantan pembalap Formula 3 tersebut bahkan menantang taruhan sebotol anggur dengan bos AlphaTauri, Franz Tost.

“Tsunoda merupakan Verstappen versi Jepang yang datang dengan sekali jalan dan memberikan gas. Pertaruhan yang saya buat dengan Franz Tost, saya pikir dia (Tsunoda) akan naik podium tahun ini,” katanya kepada Motorsport.com Belanda. “Dia adalah pembalap Jepang terbaik yang pernah kita lihat di Formula 1.”

Pendapat berbeda diberikan pria Belanda yang kini berprofesi sebagai presenter tersebut tentang kiprah dua juara dunia F1, Sebastian Vettel dan Fernando Alonso.

Mereka akan membela tim baru musim ini. Vettel memperkuat Aston Martin, sedangkan Alonso yang baru comeback jadi bagian Alpine F1. Kalff yakin kedua pilot veteran tersebut akan melewati jalan terjal musim 2021.

“Tes Vettel mengecewakan dan Anda pasti penasaran apakah dia akan ada di depan Lance Stroll pada pekan perdana. Dia juara dunia empat kali, jadi itu bukan berarti dia tak bisa berbuat apa-apa. Mari berharap dia bisa menyelesaikan problem secepatnya,” ia mengungkapkan.

“Mobil itu tidak berjalan seperti ekspektasi, jadi Anda akan melihat Alonso berbeda yang mengemudi di sekitar peringkat kesepuluh. Sebelum akhir musim, dia akan berkata, ‘Ya, tapi saya tidak kembali untuk finis di urutan ke-10, silakan bersenang-senang.’ Lalu kita akan menyaksikannya lagi di Dakar atau Le Mans.”

Baca Juga:

Allard Kalff bosan melihat hegemoni Mercedes selama tujuh tahun terakhir. Pria 58 tahun itu berharap ada yang menumbangkan tim yang diperkuat Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas.

Menilik dari kemajuan yang diperlihatkan selama dua tahun terakhir, Red Bull Racing dipandang punya senjata untuk merusak kedigdayaan juara bertahan konstruktor itu.

“Jika Anda menyaksikan tes musim dingin, di mana Mercedes menorehkan hasil buruk dan Red Bull sangat bagus, Anda dapat mengatakan kalau saat ini Red Bull adalah favorit pemenang grand prix pertama,” ujarnya.

“Itu tidak bisa menggambarkan untuk keseluruhan musim, tapi apa yang dikatakan adalah hegemoni Mercedes selama beberapa tahun terakhir secara wajar akan menghilang. Mereka akan kembali ke trek Mercedes, tapi Red Bull punya hasil tes musim dingin lebih baik. Mereka favorit untuk balapan pertama.”

Rivalitas duo pilot Mercedes dan Red Bull akan kembali tersaji. Ia memperkirakan ceritanya akan sama seperti musim lalu, di mana Max Verstappen akan menantang Bottas dan Hamilton. Sedangkan Sergio Perez tak pegang peranan penting.

Kalff menilai sangat aneh mendengar pernyataan pilot Meksiko itu butuh lima balapan sebelum bisa mendapatkan kecepatan yang dibutuhkan di Red Bull.

dibagikan
komentar
Horner Tak Mau Termakan Permainan Pikiran Mercedes

Artikel sebelumnya

Horner Tak Mau Termakan Permainan Pikiran Mercedes

Artikel berikutnya

Tim Esport Grosjean Jalin Kerja Sama dengan Haas

Tim Esport Grosjean Jalin Kerja Sama dengan Haas
Muat komentar