GP Turki 2021 dan 2020 bak Siang-Malam bagi Valtteri Bottas

Keberhasilan Valtteri Bottas memenangi lomba Formula 1 Grand Prix Turki, Minggu (10/10/2021), sungguh kebalikan dari apa yang dialaminya tahun lalu di tempat yang sama.

GP Turki 2021 dan 2020 bak Siang-Malam bagi Valtteri Bottas

Valtteri Bottas berhasil menemukan kembali performa terbaiknya dengan memenangi balapan ke-16 Kejuaraan Dunia Formula 1 2021. Pembalap Mercedes-AMG Petronas itu bahkan unggul lebih dari 14 detik atas salah satu favorit juara dunia, Max Verstappen (Red Bull Racing Honda), yang finis di P2.

Pembalap Finlandia itu juga memenangi GP Turki di Sirkuit Istanbul Park itu dengan sempurna. Start dari pole position setelah rekan setimnya Lewis Hamilton yang tercepat di sesi kualifikasi, dipenalti 10 grid karena mengganti Internal Combustion Engine (ICE) pada power unit (PU).

Memimpin balapan di trek basah Istanbul Park yang berdurasi 58 lap (309,396 km), Bottas langsung melepaskan diri dari lawan-lawannya hingga masuk pit untuk mengganti ban intermediate yang baru pada lap 37.

Bottas kehilangan posisi pimpinan lomba yang direbut Charles Leclerc (Scuderia Ferrari) hanya delapan lap. Ia kembali merebut P1 mulai lap 47 hingga finis. Kecepatan Bottas juga terlihat dari statistik balapan. Ia mencatat waktu tercepat di semua tiga sektor Istanbul Park.

“Ini mungkin salah satu balapan terbaik yang pernah saya rebut. Mobil sangat bagus di semua kondisi. Kepercayaan diri juga bagus dan saya benar-benar mampu mengontrolnya,” tutur Bottas, yang musim depan akan pindah ke Alfa Romeo Racing.

Kru dan teknisi Mercedes menyambut kemenangan Valtteri Bottas, Mercedes W12, di F1 GP Turki 2021 di pit wall Sirkuit Istanbul Park, Minggu (10/10/2021).

Kru dan teknisi Mercedes menyambut kemenangan Valtteri Bottas, Mercedes W12, di F1 GP Turki 2021 di pit wall Sirkuit Istanbul Park, Minggu (10/10/2021).

Foto oleh: Steve Etherington / Motorsport Images

Rasanya sungguh luar biasa. Akhirnya saya mampu memenangi balapan tahun ini. Saya sempat berpikir lomba di Istanbul ini takkan mudah karena kondisinya seperti ini. Jadi saya harus benar-benar fokus penuh, nonstop, dan tidak boleh membuat kesalahan.”

Performa Bottas di GP Turki tahun ini dengan 2020 memang berbeda jauh. Kendati sama-sama berlangsung di lintasan basah, pada 15 November 2020 lalu, ia tidak hanya mengalami enam kali selip tetapi juga finis di P14 GP Turki.

Karena itu tidak heran bila pembalap yang sudah memperkuat Mercedes sejak 2017 tersebut membandingkan hasil GP Turki 2021 dan 2020 seperti siang dan malam.

Grip trek tahun ini cukup baik, dalam kondisi basah dengan ban intermediate sekalipun. Jadi, kondisi saat ini jauh lebih baik dibanding tahun lalu, seperti siang dan malam,” ucap Bottas.

“Hal yang sama juga saya rasakan saat balapan. Tahun lalu, mungkin saya mengalami salah satu balapan terburuk di Istanbul Park. Tetapi, akhr pekan ini justri menjadi salah satu yang terbaik.”    

Baca Juga:

Terkait balapan berikutnya, GRP Amerika Serikat di Circuit Of The Americas (COTA), 22-24 Oktober mendatang – sirkuit tempat kompatriotnya, Kimi Raikkonen, menang kali terakhir sebelum ke Alfa Romeo – Bottas mengaku lebih termotivasi untuk merebut kemenangan lagi.

“Saya bukan peramal. Tetapi di atas kertas, saya kira (COTA) seharusnya kami bisa kompetitif lagi. Kendati begitu, kami akan tetap bekerja keras dua pekan ke depan untuk memastikan kami memiliki peluang untuk menang lagi,” ucap Bottas.

Kemenangan Valtteri Bottas di GP Turki juga memunculkan sejumlah statistik menarik. Podium utama ke-10 ini dibuat Bottas setelah terakhir melakukannya di GP Rusia 2020, 27 September tahun lalu.

Dengan sukses di GP Turki 2021 ini, Valtteri Bottas juga memupus kemungkinan kali kedua gagal memenangi balapan dalam semusim bersama Mercedes. Sebelumnya, Bottas pernah sama sekali tidak mampu memenangi balapan pada 2018.

Turun di GP Turki 2021 menjadi balapan ke-172 Bottas bersama Mercedes. Dengan begitu, runner-up F1 2019 dan 2020 itu berhasil melewati jumlah lomba mantan Ketua Non-Eksekutif Mercedes, Niki Lauda.   

dibagikan
komentar
Sebastian Vettel Akui Bertanggung Jawab soal Pit Stop Ban Slick

Artikel sebelumnya

Sebastian Vettel Akui Bertanggung Jawab soal Pit Stop Ban Slick

Artikel berikutnya

Charles Leclerc Tak Menyesali Strategi Pit Stop Ferrari

Charles Leclerc Tak Menyesali Strategi Pit Stop Ferrari
Muat komentar