Ubahan Aerodinamika yang Bikin Mercedes W12 Berbeda

Direktur Teknis Mercedes James Allison mengungkapkan sasis W12 mengambi basis mobil tahun lalu, W11. Tetapi, penyesuaian mengacu regulasi aerodinamika menghasilkan beberapa ubahan radikal.

Ubahan Aerodinamika yang Bikin Mercedes W12 Berbeda

Perkenalan mobil terbaru Tim Mercedes-AMG Petronas untuk Kejuaraan Dunia Formula 1 2021 berlangsung secara virtual, Selasa (2/3/2021) siang. Sejumlah tantangan dihadapi Mercedes saat mendesain sasis yang akan dipakai Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas itu.

Waktu yang mepet – hanya 12 pekan sepanjang musim dingin – anggaran yang dibatasi, dan sejumlah aturan aerodinamika baru membuat Mercedes harus mengupayakan semua sumber daya yang dimiliki untuk desain Mercedes AMG F1 W12.

Alisson mengapresiasi kelonggaran penggunaan wind tunnel yang lebih banyak untuk mengantisipasi rencana perubahan mulai 2022, utamanya ban yang menjadi 18 inci. Tetapi dengan semua problem, ia menyebut W12 bukanlah sasis transisi untuk F1 2022.

Baca Juga:

Allison menjelaskan, sejauh ini perubahan teknis yang paling menyedot perhatian adalah mengantisipasi perubahan aturan 2021 yang memberi pengaruh besar pada performa subfloor.  

Bagian bawah mobil memegang peran penting dalam kinerja seluruh peranti aerodinamika. Perubahan kecil saja pada area ini bisa mengakibatkan mobil kehilangan performa secara signifikan.

Akibat aturan baru 2021 yang salah satu isinya mengurangi gaya tekan (downforce), Mercedes harus mencari atau membuat komponen yang lebih berat di beberapa area W12. Hasilnya, mobil musim 2021 bisa lebih berat 6 kg dibanding musim lalu.

Di divisi mesin, para teknisi Mercedes juga harus bekerja keras demi menyeimbangkan antara perubahan bobot mobil dengan performa (tenaga) mesin. Allison sendiri puas dengan upaya tim mesin hingga W12 memiliki paket komplet (aerodinamika dan mesin).

Potongan lantai di depan ban belakang Mercedes AMG F1 W12 yang berbentuk segitiga memberikan pengaruh besar pada downforce.

Potongan lantai di depan ban belakang Mercedes AMG F1 W12 yang berbentuk segitiga memberikan pengaruh besar pada downforce.

Foto oleh: Daimler AG

Sejumlah perubahan peranti aerodinamika W12 pun dijelaskan secara detail oleh Allison. Pertama, potongan berbentuk segitiga (foto atas) pada lantai mobil, tepat di depan ban belakang.  

“Pemotongan lantai mobil ini jelas mengubah bentuk lantai bagian belakang. Sekilas terlihat bukan perubahan besar. Namun ubahan ini mengubah cara kerja underbody dan kinerja ban belakang akan memengaruhi performa mobil,” ujar Allison.

“Ubahan ini sangat besar pengaruhnya pada gaya tekan bagian belakang,” tutur teknisi asal Inggris tersebut.

Jarak winglets pada brake duct ban belakang Mercedes AMG F1 W12 dikurangi beberapa sentimeter.

Jarak winglets pada brake duct ban belakang Mercedes AMG F1 W12 dikurangi beberapa sentimeter.

Foto oleh: Daimler AG

Perubahan kedua adalah ventilasi rem (brake duct) belakang. Selama ini, sayap-sayap mini (winglets) berbagai bentuk di brake duct diarahkan ke bagian tengah poros roda belakang. Sayap-sayap ini mampu menciptakan downforce kendati tidak banyak.

Tetapi peran vitalnya adalah menghubungkan ban belakang dengan underbody untuk menambah downforce dari underbody.

Untuk Mercedes W12, area untuk winglets ini dikurangi beberapa sentimeter sehingga tidak lagi melewati underbody seperti sebelumnya. Ubahan ini diyakini akan menurunkan performa mobil.

Ketinggian kedua strake terdekat dengan diffuser tengah Mercedes AMG F1 W12 dikurangi.

Ketinggian kedua strake terdekat dengan diffuser tengah Mercedes AMG F1 W12 dikurangi.

Foto oleh: Daimler AG

Perubahan ketiga dilakukan di bagian belakang, sekitar diffuser. Saat mendesain diffuser, Allison dan timnya ingin komponen itu mampu meluaskan persebaran aliran udara.

Semakin baik persebaran udara, maka akan menciptakan tekanan negatif di underbody. Dari situ akan muncul daya isap yang lebih besar hingga bisa menambah downforce mobil.

“Aliran udara yang menyebar lebih luas dan cepat bukan karena dari desain atau bentuk diffuser melainkan jaraknya dengan underbody. Dengan ubahan saat ini, downforce dipastikan bakal berkurang sangat signifikan,” ucap Allison.

Insinyur aerodiamika itu menjelaskan, trik untuk mengantisipasi ini tanpa mengutak-atik posisi diffuser adalah mendesain pengubah arah aliran udara yang biasa disebut strake.

“Sebelum musim 2021, strake bagian dalam yang dekat dengan bagian tengah poros roda, diperpendek 50 mm. Hasilnya, strake itu semakin jauh dari permukaan tanah,” kata Allison.

Dengan memperpendek strake, kinerja diffuser menjadi kurang efisien di beberapa area sekaligus sehingga tidak mampu mengontrol aliran udara. Hasilnya, mobil menjadi kurang agresif karena downforce menurun.

Para teknisi Mercedes menutup celah-celah lantai Mercedes AMG F1 W12 bagian depan, dekat bargeboards.

Para teknisi Mercedes menutup celah-celah lantai Mercedes AMG F1 W12 bagian depan, dekat bargeboards.

Foto oleh: Daimler AG

Perubahan peranti aerodinamika keempat atau terakhir pada W12 adalah ujung subfloor bagian depan dekat pengubah aliran udara depan (bargeboard) dan air intake.

Selama ini, area tersebut memiliki rangkaian celah yang terhubung ke underbody yang terlihat seperti tirai. Regulasi 2021 memerintahkan semua mobil menutup area tersebut.

“Ubahan terssebut membatasi kami untuk meningkatkan downforce dari sisi underbody,” tutur Allison.

Tim juara dunia konstruktor dan pembalap F1 tujuh tahun terakhir tersebut memang belum mengeluarkan semua inovasinya. Salah satu yang masih dirahasiakan adalah ubahan di ujung bawah subfloor.

“Ada beberapa peranti atau modifikasi aerodinamika yang belum kami tunjukkan karena kami tidak ingin lawan melihatnya. Kami tidak ingin mereka mencontoh dan langsung mengujinya di wind tunnel,” kata James Allison seraya tersenyum.  

dibagikan
komentar
W12, Senjata Mercedes Pertahankan Gelar Juara F1

Artikel sebelumnya

W12, Senjata Mercedes Pertahankan Gelar Juara F1

Artikel berikutnya

De Vries Temani Vandoorne Jadi Pembalap Cadangan Mercedes

De Vries Temani Vandoorne Jadi Pembalap Cadangan Mercedes
Muat komentar