Usai blunder GP Monako, Ricciardo: 'Saya langsung pulang ke apartemen'

Kehilangan peluang juara akibat timnya melakukan blunder saat pitstop krusial di GP Monako, Daniel Ricciardo mengaku dirinya kesal dan langsung pulang ke apartemennya.

Pembalap Australia itu sempat memiliki peluang besar untuk menjuarai balapan GP Monako pada bulan Mei lalu. Tapi, peluang itu harus pupus setelah miskomunikasi yang terjadi antara kru Red Bull saat melakukan pergantian ban kering di pitstop krusial.

Blunder yang dilakukan oleh Red Bull itu akhirnya berhasil dimanfaatkan oleh Lewis Hamilton untuk mengunci kemenangannya di jalanan Monte Carlo. Meski masih bisa naik ke podium di peringkat kedua, Ricciardo terlihat kecewa dan frustrasi dengan hasil balapannya.

Berbicara secara eksklusif kepada Motorsport.com, Ricciardo mengakui dirinya langsung pulang ke apartemennya usai menjalani prosesi podium dan media. Saat itu, ia juga sama sekali tidak ingin bertemu dengan kru atau personel dari Red Bull.

"Satu-satunya orang yang saya temui usai balapan adalah Helmut [Marko]. Ia menunggu di ruangan saya untuk menyampaikan permintaan maaf," ujar Ricciardo.

"Lalu saya langsung pulang ke apartemen saya.

"Saya bukan tipe orang yang suka mengamuk atau marah, dan saya juga tidak mau memperkeruh suasana. Jadi saya hanya ingin pulang dan berada di 'ruangan saya sendiri'.

"Pada hari Senin, satu hari usai balapan, saya berbicara dengan Christian [Horner], ia yang menelepon saya. Sama seperti Helmut, ia juga ingin meminta maaf. Memang hubungan itu sempat tegang selama beberapa hari, tapi saya tidak pernah mengeluarkan kata-kata buruk kepadanya."

"Saya paham semua orang kecewa dan sedih dengan situasi yang tidak menyenangkan itu."

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Formula 1
Event GP Monako
Trek Monte Carlo
Pembalap Daniel Ricciardo
Tim Red Bull Racing
Tipe artikel Breaking news