Usai blunder GP Monako, Ricciardo: 'Saya langsung pulang ke apartemen'

dibagikan
komentar
Usai blunder GP Monako, Ricciardo: 'Saya langsung pulang ke apartemen'
Andrew van Leeuwen
Oleh: Andrew van Leeuwen
Diterjemahkan oleh: Aditya Gagat
30 Nov 2016 05.48

Kehilangan peluang juara akibat timnya melakukan blunder saat pitstop krusial di GP Monako, Daniel Ricciardo mengaku dirinya kesal dan langsung pulang ke apartemennya.

Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W07 Hybrid dan Daniel Ricciardo, Red Bull Racing RB12 battle for pos
(Ki ke Ka):Daniel Ricciardo, Red Bull Racing bersama Dr Helmut Marko, Red Bull Motorsport Consultant
Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 merayakan win di podium bersama Daniel Ricciardo, Red Bull Racing da
Daniel Ricciardo, Red Bull Racing climbs out of mobil miliknya di parc ferme
Daniel Ricciardo, Red Bull Racing

Pembalap Australia itu sempat memiliki peluang besar untuk menjuarai balapan GP Monako pada bulan Mei lalu. Tapi, peluang itu harus pupus setelah miskomunikasi yang terjadi antara kru Red Bull saat melakukan pergantian ban kering di pitstop krusial.

Blunder yang dilakukan oleh Red Bull itu akhirnya berhasil dimanfaatkan oleh Lewis Hamilton untuk mengunci kemenangannya di jalanan Monte Carlo. Meski masih bisa naik ke podium di peringkat kedua, Ricciardo terlihat kecewa dan frustrasi dengan hasil balapannya.

Berbicara secara eksklusif kepada Motorsport.com, Ricciardo mengakui dirinya langsung pulang ke apartemennya usai menjalani prosesi podium dan media. Saat itu, ia juga sama sekali tidak ingin bertemu dengan kru atau personel dari Red Bull.

"Satu-satunya orang yang saya temui usai balapan adalah Helmut [Marko]. Ia menunggu di ruangan saya untuk menyampaikan permintaan maaf," ujar Ricciardo.

"Lalu saya langsung pulang ke apartemen saya.

"Saya bukan tipe orang yang suka mengamuk atau marah, dan saya juga tidak mau memperkeruh suasana. Jadi saya hanya ingin pulang dan berada di 'ruangan saya sendiri'.

"Pada hari Senin, satu hari usai balapan, saya berbicara dengan Christian [Horner], ia yang menelepon saya. Sama seperti Helmut, ia juga ingin meminta maaf. Memang hubungan itu sempat tegang selama beberapa hari, tapi saya tidak pernah mengeluarkan kata-kata buruk kepadanya."

"Saya paham semua orang kecewa dan sedih dengan situasi yang tidak menyenangkan itu."

Artikel Formula 1 berikutnya
Tes ban F1 selesai, Pirelli siap "kerja keras"

Artikel sebelumnya

Tes ban F1 selesai, Pirelli siap "kerja keras"

Next article

Nasr masih mencoba masuk ke Sauber di F1 2017

 Nasr masih mencoba masuk ke Sauber di F1 2017
Muat komentar