Vandoorne merasa tahun 2017 sebagai “peluang terakhir” masuk ke F1

dibagikan
komentar
Vandoorne merasa tahun 2017 sebagai “peluang terakhir” masuk ke F1
Pablo Elizalde
Oleh: Pablo Elizalde
Diterjemahkan oleh: Ibrahim Haddad
23 Sep 2016 14.39

Stoffel Vandoorne percaya tahun 2017 sebagai peluang terakhir dirinya dapat mengamankan kursi Formula 1, dan ia mengakui merasa lega setelah mendapatkan kursi McLaren.

Stoffel Vandoorne, Pembalap tes dan cadangan McLaren
Stoffel Vandoorne, McLaren MP4-31 Test and Reserve Driver
Stoffel Vandoorne, McLaren MP4-31 Test and Reserve Driver
Stoffel Vandoorne, McLaren MP4-31 Test and Reserve Driver
Stoffel Vandoorne, McLaren Test and Reserve Driver
Stoffel Vandoorne, McLaren Test and Reserve Driver
Stoffel Vandoorne, McLaren Test and Reserve Driver

Vandoorne yang kini berumur 24 tahun, berhasil menjuarai kejuaraan GP2 2015 dengan cara yang dominan dan banyak yang mengira pembalap Belgia itu akan langsung naik kelas ke Formula 1. Tetapi McLaren memilih untuk mempertahankan Jenson Button.

McLaren kemudian memutuskan untuk melanjutkan kegiatan balap Vandoorne di tahun 2016 dengan mengirim dia ke kejuaraan Super Formula di Jepang. Kemudian, Jenson Button mengumumkan akan mengambi “cuti” dari F1 tahun depan, dan membuka jalan bagi bintang Belgia tersebut.

Vandoorne mengakui dirinya tidak memiliki waktu banyak untuk dapat naik ke jenjang F1.

“Saya tidak tahu diskusi yang terjadi di balik layar, tetapi saya ingat satu tahun lalu ketika saya menyelesaikan musim GP2, banyak rumor yang beredar bahwa saya kemungkinan akan dapat kursi F1 di musim 2016,” ujar Vandoorne kepada situs resmi F1.

“Sayang, hal itu tidak terjadi, namun ya, saya ingat rumor itu. Dan jika saya boleh jujur, saya sedikit kecewa pada awalnya karena kursi F1 harus menunggu satu musim lagi.

“Namun saya tetap tenang, dan berhasil memenangkan dua balapan GP2 terakhir musim itu, dan bahkan memecahkan rekor di kejuaraan tersebut. Saya tahu saya telah memberikan jawaban melalui penampilan saya di trek.

“Tentu, waktu menjadi masalah bagi karir setiap pembalap, jadi saya tahu saya harus masuk ke F1 tahun depan, karena kemungkinan tahun depan adalah peluang terakhir saya.”

Vandoorne akan menjadi rekan setim dari Fernando Alonso di McLaren musim depan. Kontrak pembalap Spanyol itu juga akan berakhir pada akhir tahun 2017.

McLaren telah menyatakan bahwa Button kemungkinan besar akan kembali pada tahun 2018. Pernyataan tersebut membuat salah satu dari Vandoorne atau Alonso akan meninggalkan McLaren untuk memberikan tempat kepada pembalap Inggris Raya itu.

Namun Vandoorne telah berujar bahwa ia telah memiliki kontrak jangka panjang dengan McLaren dan ia merasa tidak terganggu dengan situasi Button.

“Tidak, saya tidak melihat situasi tersebut sebagai tekanan. Saya memiliki kontrak jangka panjang dengan McLaren. Mudah-mudahan kami dapat mengembalikan performa McLaren seperti dahulu kala.

“Untuk tahun depan, ya, struktur tim kami cukup spesial. Saya dan Fernando akan membalap, dan hal yang baik kami juga mempertahankan Button di tim.

“Button adalah pembalap paling berpengalaman di F1, dan ia akan terlibat dengan tim, baik di simulator ataupun datang ke beberapa balapan.”

Artikel Formula 1 berikutnya
Analisis: Mesin Mercedes sudah menembus 1.000 dk?

Artikel sebelumnya

Analisis: Mesin Mercedes sudah menembus 1.000 dk?

Next article

Haas “tidak terburu-buru” tetapkan formasi pembalap 2017

Haas “tidak terburu-buru” tetapkan formasi pembalap 2017
Load comments

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Pembalap Stoffel Vandoorne
Tim McLaren Shop Now
Penulis Pablo Elizalde
Tipe artikel Breaking news