Verstappen Berambisi Rebut Podium Perdana di Monako

Max Verstappen menargetkan finis di posisi podium untuk kali pertama di Formula 1 Grand Prix Monako, akhir pekan ini.

Verstappen Berambisi Rebut Podium Perdana di Monako

Pembalap Tim Red Bull Racing Max Verstappen memiliki ambisi pada balapan di Circuit de Monaco, Minggu (23/5/2021) nanti. Pembalap asal Belanda tersebut ingin naik podium yang selama ini belum pernah dilakukannya di Principality.

Sejak debut di GP Australia 2015, Verstappen sudah turun dalam 123 balapan F1 dengan berlomba di 27 sirkuit berbeda. Dari jumlah trek tersebut, Verstappen berhasil naik podium di 22 di antaranya.

Lima sirkuit yang podiumnya belum pernah dinaiki Verstappen adalah Baku (Azerbaijan), Mugello (Italia), Istanbul (Turki), Monza (Italia), dan yang paling diincarnya adalah Monako.

Dari lima kali turun di Sirkuit Monako sejak 2015, hasil finis terbaik Verstappen adalah peringkat keempat pada 2019. Dua di antaranya (2015 dan 2016) bahkan harus mundur dari lomba. Adapun tahun lalu GP Monako tidak bisa digelar karena pandemi Covid-19.

Hal inilah yang membuat Max Verstappen sangat berambisi merebut podium di GP Monako tahun ini. Podium atau bahkan kemenangan di Monaco juga bakal menjaga peluangnya serta Red Bull dalam persaingan perburuan gelar juara dunia pembalap dan konstruktor.

Baca Juga:

“Balapan yang bersih dan tanpa kesalahan sepanjang akhir pekan, sangat diperlukan di Monaco. Kami kini masih harus melihat seberapa cepat Red Bull di Monako,” tutur Verstappen.

“Sesi kualifikasi sangat ketat sepanjang musim ini. Kami melihat situasi tersebut akan kembali terjadi di Monaco nanti.”

Max Verstappen menambahkan, keselahan sekecil apa pun tidak bisa ditoleransi di Monako. Pada 2015, ia mengalami kecelakaan setelah bersenggolan dengan Romain Grosjean, yang saat itu membela Tim Lotus-Mercedes.

Setahun kemudian, 2016, Verstappen yang saat itu masih membela Tim Scuderia Toro Rosso (kini AlphaTauri), menghantam pembatas lintasan sampai tiga kali yang merugikannya baik saat kualifikasi maupun lomba.

Pada 2017, kesalahan strategi yang dilakukan Red Bull membuat Verstappen kehilangan kesempatan naik podium di Monako.

Pada tahun berikutnya, setelah kecelakaan di latihan bebas ketiga dan kebocoran oli, Verstappen tidak bisa turun di kualifikasi sehingga harus bersusah payah hanya untuk finis di posisi kesembilan.

Max Verstappen, Red Bull Racing RB15, berada di depan Sebastian Vettel, Ferrari SF90 di lomba GP Monako 2019.

Max Verstappen, Red Bull Racing RB15, berada di depan Sebastian Vettel, Ferrari SF90 di lomba GP Monako 2019.

Foto oleh: Gareth Harford / Motorsport Images

Pada 2019, Verstappen berhasil finis di posisi kedua. Tetapi seusai lomba, tim pengawas lomba (steward) menjatuhkan penalti penambahan waktu kepadanya karena prosedur keluar pit yang menyalahi aturan keselamatan. Verstappen pun akhirnya dinyatakan finis P4.

Sebagai pembalap yang piawai melakukan overtaking (melewati lawan), Monaco memang bukan trek favorit bagi Verstappen. Tetapi, demi finis podium, Verstappen tahu benar bila kualifikasi di Monaco akan sangat berperan penting.

Statistik menunjukkan, 30 pembalap berhasil memenangi lomba di Monako setelah merebut pole position.

“Kami harus melakukan semuanya dengan benar. Saat lomba pada Minggu, biasanya pembalap langsung berusaha melesat,” ucap Max Verstappen tentang lomba GP Monako yang berdurasi 78 lap (260,286 km) tersebut.

“Dalam situasi seperti itu, apa pun bisa terjadi. Jadi, kami harus mengeluarkan semua yang terbaik di Monaco sejak Sabtu sampai Minggu.”

Setelah mencetak hat-trick kemenangan di GP Monako pada 2010-2012, Red Bull baru mampu kembali menang pada 2018 lewat Daniel Ricciardo (kini McLaren-Mercedes).

Dalam tujuh tahun terakhir GP Monako, Mercedes-AMG Petronas F1 berhasil memenangi lima di antaranya dengan empat dibuat beruntun lewat Nico Rosberg (2013-2015) dan Lewis Hamilton (2016). Hamilton juga berhasil memenangi GP Monako terakhir, pada 2019 lalu.  

 

 

 

dibagikan
komentar
F1 GP Monako, Rekor Buruk Membayangi Leclerc
Artikel sebelumnya

F1 GP Monako, Rekor Buruk Membayangi Leclerc

Artikel berikutnya

Tsunoda Pelajari Lomba Makau untuk Hadapi F1 GP Monako

Tsunoda Pelajari Lomba Makau untuk Hadapi F1 GP Monako
Muat komentar