Verstappen: Jika bukan Ricciardo, saya akan mendorongnya keluar

dibagikan
komentar
Verstappen: Jika bukan Ricciardo, saya akan mendorongnya keluar
Jonathan Noble
Oleh: Jonathan Noble
Diterjemahkan oleh: Aditya Gagat
6 Okt 2016 12.04

Max Verstappen mengakui, hasil pertarungan antar dirinya melawan Daniel Ricciardo di Malaysia, dapat berakhir dengan cerita yang berbeda bila ia tidak melawan rekan satu timnya itu.

Daniel Ricciardo, Red Bull Racing RB12 leads team mate Max Verstappen, Red Bull Racing RB12
Daniel Ricciardo, Red Bull Racing RB12 leads team mate Max Verstappen, Red Bull Racing RB12
Podium: race winner Daniel Ricciardo, Red Bull Racing
Daniel Ricciardo, Red Bull Racing RB12 leads team mate Max Verstappen, Red Bull Racing RB12
Max Verstappen, Red Bull Racing
Podium: race winner Daniel Ricciardo, Red Bull Racing, second place Max Verstappen, Red Bull Racing,

Max Verstappen dan Daniel Ricciardo bertarung dengan sengit di beberapa tikungan Sepang sebelum mobil pemimpin balapan, Lewis Hamilton tersingkir akibat kerusakan mesin.

Meskipun Ricciardo berhasil menjaga posisinya sebelum insiden Hamilton terjadi – dan periode Virtual Safety Car diberlakukan, Verstappen mengakui dirinya tidak akan begitu murah hati bila lawannya saat itu adalah rival dari tim lain.

“Di Tikungan 6, saya berpikir ‘kalau saja saya melawan pembalap dari tim lain, saya akan berusaha memastikan dapat menyalip dia’,” jelasnya, saat menceritakan ulang pertarungan yang berujung menjadi penentuan juara GP Malaysia.

“Saya akan mendorong mobil mereka keluar trek. Tetapi, karena saya melawan rekan satu tim, saya tidak melakukannya.”

Verstappen memuji keputusan Red Bull yang memilih untuk tidak memberikan instruksi team order.

“Kami berhasil menunjukkan kepada tim, bahwa kami dapat bertarung dengan adil dan saling menghormati satu sama lain. Dan, saya rasa hal itu menjadi hal yang positif di masa depan,” ujar pembalap Belanda itu.

Verstappen juga menegaskan dirinya tidak kecewa saat melihat peluangnya untuk meraih kemenangan yang kedua kalinya di musim ini tidak dapat tercapai.

“Tidak ada rasa frustasi,” ujarnya. “Saya hanya melihat hikmah positif dari balapan itu, dan saya pikir kami berhasil tampil kuat pada minggu lalu.”

“Memang periode Virtual Safety Car diberlakukan di saat yang tidak tepat. Tetapi, itu lah balapan. Terkadang, balapan tidak berjalan sesuai dengan keinginan kita.”

Artikel Formula 1 berikutnya
Vettel tegaskan dirinya tidak membalap terlalu agresif

Artikel sebelumnya

Vettel tegaskan dirinya tidak membalap terlalu agresif

Next article

Tes F1 bersama Mercedes, Lorenzo: “Mimpi yang menjadi kenyataan”

Tes F1 bersama Mercedes, Lorenzo: “Mimpi yang menjadi kenyataan”
Muat komentar