Kemenangan bisa jadi kunci masa depan Honda di F1

Kemenangan Red Bull di GP Austria diyakini bisa menjadi faktor penting dalam memotivasi Honda untuk berkomitmen jangka panjang di Formula 1.

Kemenangan bisa jadi kunci masa depan Honda di F1

Honda akhirnya mengakhiri paceklik kemenangan di Formula 1 sejak 2006 ketika Max Verstappen berhasil memenangi duel panas melawan pembalap Ferrari, Charles Leclerc, pada balapan GP Austria pekan lalu.

Ini juga merupakan kemenangan pertama Honda sejak kembali ke balap jet darat pada 2015, waktu itu bersama McLaren.

Baca Juga:

Bersama skuat Woking, Honda menjalani tiga tahun yang sulit sebelum kemudian menjalin kerja sama dengan Toro Rosso pada 2018. Setahun berikutnya, Red Bull mengikuti jejak tim junior mereka.

Kendati telah menunjukkan progres yang positif, muncul tanda tanya seputar komitmen jangka panjang Honda di F1.

Awal musim ini, Honda menjelaskan bahwa masa depan mereka akan bergantung pada hasil yang diraih Red Bull. Selain itu, perombakan regulasi yang dicanangkan untuk musim 2021 juga ikut menjadi bahan pertimbangan bagi pabrikan Jepang tersebut.

Rencana untuk melakukan perombakan besar-besaran terhadap regulasi mesin akhirnya dibatalkan. Sebagai gantinya, F1 akan tetap menggunakan konsep turbohibrida tapi dengan beberapa penyempurnaan kecil.

Namun, seperti yang dialami dengan pabrikan mobil lainnya, Honda dihadapkan pada tuntutan pasar mobil yang mulai beralih ke teknologi listrik.

Para petinggi Honda kini harus mengevaluasi apakah investasi yang mereka kucurkan untuk pengembangan mesin 2021 akan membawa keuntungan.

Kepada Motorsport.com, bos Honda F1, Masashi Yamamoto, baru-baru ini mengakui bahwa pihak perusahaan membutuhkan konfirmasi perihal peluang mereka meraih sukses sebelum memastikan komitmen jangka panjang di F1.

Ditanya apakah perubahan regulasi bakal mempengaruhi keputusan Honda, Yamamoto berkata, "Sedikit berkaitan. Jelas kami tidak tahu seperti apa persaingannya nanti, dan masih ada kemungkinan kami akan dirugikan dengan regulasi baru. Jadi tentu saja ini berkaitan."

Ia menambahkan, "F1 adalah kategori tertinggi di motorsport dan harus menjadi puncak dalam pengembangan teknologi. Itu adalah salah satu persyaratan untuk F1."

Masashi Yamamoto, General Manager, Honda Motorsport merayakan kemenangan Max Verstappen, Red Bull Racing, di GP Austria (30/6/2019)

Masashi Yamamoto, General Manager, Honda Motorsport merayakan kemenangan Max Verstappen, Red Bull Racing, di GP Austria (30/6/2019)

Foto oleh: Andrew Hone / LAT Images

Di tengah pembahasan regulasi 2021, sejumlah eksekutif Honda, termasuk wakil presiden Seiji Kuraishi, menghadiri langsung gelaran GP Austria untuk bertemu dengan jajaran manajemen Red Bull mengenai masa depan kemitraan antara keduanya.

Setelah euforia di Red Bull Ring, team principal Red Bull, Christian Horner, mengakui bahwa belum ada yang pasti tentang masa depan Honda pasca musim 2020.

Pun demikian, ia yakin kemenenangan yang dicetak timnya bakal memotivasi Honda untuk terus melanjutkan program F1.

"Dengan regulasi yang stabil, performa mesin akan mendekati satu sama lain, jadi saya pikir ini akan membantu," ujar Horner menjawab pertanyaan dari Motorsport.com tentang masa depan Honda.

Baca Juga:

Ditonton langsung oleh tokoh-tokoh senior di manajemen Honda, kemenangan pertama Red Bull musim ini bisa dibilang terjadi di saat yang tepat.

Oleh sebab itu, kegembiraan CEO Honda, Takahiro Hachigo, atas hasil brilian di Austria tidak bisa dianggap remeh karena dialah yang bakal memimpin rapat untuk menentukan masa depan proyek F1.

"Saya tidak bisa berkata-kata ketika mengingat kembali kerja keras dari semua staf Honda yang terlibat dalam proyek ini. Mereka selalu percaya pada diri sendiri, pantang menyerah, dan akhirnya meraih kemenangan ini," kata Hachigo-san.

"Saya ingin berterima kasih kepada fans. Dengan dukungan mereka, kami akan terus bersaing untuk meraih target akhir kami, yakni merebut gelar juara dunia. Kemenangan ini menjadi langkah pertama."

Christian Horner, Team Principal, Red Bull Racing, Masashi Yamamoto, General Manager, Honda Motorsport

Christian Horner, Team Principal, Red Bull Racing, Masashi Yamamoto, General Manager, Honda Motorsport
1/10

Foto oleh: Andrew Hone / Motorsport Images

Toyoharu Tanabe, Direktur Teknis F1, Honda, Masashi Yamamoto, General Manager, Honda Motorsport

Toyoharu Tanabe, Direktur Teknis F1, Honda, Masashi Yamamoto, General Manager, Honda Motorsport
2/10

Foto oleh: Andrew Hone / Motorsport Images

Christian Horner, Team Principal, Red Bull Racing, Toyoharu Tanabe, Direktur Teknis F1, Honda

Christian Horner, Team Principal, Red Bull Racing, Toyoharu Tanabe, Direktur Teknis F1, Honda
3/10

Foto oleh: Honda

Max Verstappen, Red Bull Racing RB15

Max Verstappen, Red Bull Racing RB15
4/10

Foto oleh: Glenn Dunbar / Motorsport Images

Masashi Yamamoto, General Manager, Honda Motorsport, Toyoharu Tanabe, Direktur Teknis F1, Honda

Masashi Yamamoto, General Manager, Honda Motorsport, Toyoharu Tanabe, Direktur Teknis F1, Honda
5/10

Foto oleh: Andrew Hone / Motorsport Images

Max Verstappen, Red Bull Racing RB15

Max Verstappen, Red Bull Racing RB15
6/10

Foto oleh: Glenn Dunbar / Motorsport Images

Takahiro Hachigo, Chief Executive Officer, Honda

Takahiro Hachigo, Chief Executive Officer, Honda
7/10

Foto oleh: Steven Tee / Motorsport Images

Toyoharu Tanabe, Direktur Teknis F1, Honda, Max Verstappen, Red Bull Racing

Toyoharu Tanabe, Direktur Teknis F1, Honda, Max Verstappen, Red Bull Racing
8/10

Foto oleh: Glenn Dunbar / Motorsport Images

Masashi Yamamoto, General Manager, Honda Motorsport, Franz Tost, Team Principal, Toro Rosso

Masashi Yamamoto, General Manager, Honda Motorsport, Franz Tost, Team Principal, Toro Rosso
9/10

Foto oleh: Andy Hone / Motorsport Images

Toyoharu Tanabe, Direktur Teknis F1, Honda

Toyoharu Tanabe, Direktur Teknis F1, Honda
10/10

Foto oleh: Joe Portlock / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Renault agresif dengan pemilihan ban GP Inggris

Artikel sebelumnya

Renault agresif dengan pemilihan ban GP Inggris

Artikel berikutnya

Bos Ferrari kecewa F1 tak ganti spesifikasi ban

Bos Ferrari kecewa F1 tak ganti spesifikasi ban
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Event GP Austria
Tim Red Bull Racing
Tag honda , berita f1
Penulis Jonathan Noble