Max Verstappen: Situasi Nico Rosberg pada F1 2016 Lebih Mudah

Max Verstappen tengah berjuang untuk mengakhiri dominasi Lewis Hamilton dalam Formula 1. Dan pilot Red Bull Racing itu percaya upayanya lebih sulit dibandingkan Nico Rosberg pada 2016.

Max Verstappen: Situasi Nico Rosberg pada F1 2016 Lebih Mudah

Pembalap Belanda Max Verstappen menilai perjuangannya dalam mengalahkan pilot Mercedes Lewis Hamilton dalam perburuan gelar Formula 1 (F1) tak semudah ketika Nico Rosberg melakukannya.

Verstappen mendasarkan ini terutama karena pria Jerman tersebut mengemudikan mobil yang sama dengan Hamilton. Seperti diketahui, ketika menjadi juara dunia F1 2016, Rosberg pun membela Mercedes.

Sejak memasuki era baru F1 dengan pengenalan mesin hybrid pada 2014, cuma Hamilton yang bisa meraih gelar, kecuali untuk satu musim, yakni 2016, di mana Rosberg keluar sebagai kampiun.

Musim ini, bagaimanapun, Lewis Hamilton sekali lagi harus menghadapi tantangan serius secara personal untuk mempertahankan status juara bertahan dari Verstappen, talenta muda Red Bull.

Baca Juga:

Sempat tertinggal 33 poin, pembalap Mercedes tersebut sukses membalikkan keadaan hanya dalam dua balapan. Kini Hamilton sudah di puncak klasemen lagi dengan keunggulan delapan poin atas Verstappen.

Sang penantang mengalami nasib yang sial dalam dua putaran terakhir F1 2021. Pada Grand Prix (GP) Inggris, Verstappen retire akibat kecelakaan. Di GP Hungaria, ia finis P9 dengan mobil yang rusak.

Namun ketika Bild bertanya kepada Max Verstappen, apakah ada pelajaran yang bisa dipetiknya dari kesuksesan Nico Rosberg saat merebut gelar dari Lewis Hamilton, ia membandingkan dengan situasinya.

"Tak ada (pelajaran) sebenarnya. Mobil mereka sama jadi selalu lebih mudah untuk mengalahkan rekan setim Anda. Sedangkan kami tidak memiliki mobil yang sama, jadi kondisinya berbeda," ujar Verstappen.

"Saya pikir Anda hanya bisa menentukan performa sebenarnya dari pembalap Anda apabila mereka duduk di mobil yang sama. Tahun ini, setelah 2016, sepertinya akan kembali terjadi rivalitas sepanjang musim di F1.

Nico Rosberg, Mercedes-Benz F1 W07 Hybrid and Lewis Hamilton, Mercedes-Benz F1 W07 Hybrid collide on the last lap

Nico Rosberg, Mercedes-Benz F1 W07 Hybrid and Lewis Hamilton, Mercedes-Benz F1 W07 Hybrid collide on the last lap

Foto oleh: Sutton Images

Jauh sebelum persaingan Hamilton dan Verstappen atau Hamilton vs Rosberg, F1 memiliki banyak duel hebat antara pembalap-pembalap legendaris: Ayrton Senna-Alain Prost, Nigel Mansell-Nelson Piquet atau Michael Schumacher-Mika Hakkinen.

"Bagi saya, pertarungan antara Senna dan Prost kelihatannya yang terbaik. Tetapi, saya tidak terlalu memikirkannya. Saya tak melihat persaingan (dengan Hamilton) ini seperti itu," kata Verstappen.

"Saya hanya fokus pada diri sendiri dan tim sebab itu cara kami bisa memiliki peluang terbaik. Mercedes sangat dominan dalam beberapa tahun terakhir, namun sekarang (saya) senang akhirnya bisa balapan di level yang lebih tinggi.

"Jadi kejuaraan ini tidak membosankan seperti beberapa tahun terakhir," pembalap 23 tahun itu menambahkan.

Nico Rosberg, Mercedes AMG F1, John Owen, Mercedes AMG F1 Chief Designer, Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1, dan Max Verstappen, Red Bull Racing

Nico Rosberg, Mercedes AMG F1, John Owen, Mercedes AMG F1 Chief Designer, Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1, dan Max Verstappen, Red Bull Racing

Foto oleh: Sutton Images

dibagikan
komentar
Sebastian Vettel Sebut Lawrence Stroll Penyelamat Aston Martin

Artikel sebelumnya

Sebastian Vettel Sebut Lawrence Stroll Penyelamat Aston Martin

Artikel berikutnya

Toto Wolff Yakin Ferrari Berbahaya pada F1 2022

Toto Wolff Yakin Ferrari Berbahaya pada F1 2022
Muat komentar