Verstappen Tak Setuju dengan Gagasan Sprint Race

Pembalap Red Bull Racing, Max Verstappen, merasa Formula 1 tidak butuh sprint race atau format balap apa pun karena yang terpenting membuat banyak tim tampil kompetitif.

Verstappen Tak Setuju dengan Gagasan Sprint Race

Gagasan tentang diadakannya sprint race pada hari Sabtu masih terus didiskusikan dan ingin diuji coba pada tiga grand prix (GP) tahun ini.

CEO baru F1, Stefano Domenicali, memperkenalkan ide baru pada awal tahun ini, dan sudah mendapat persetujuan dari seluruh tim yang terlibat di ajang balap jet darat.

Namun, beberapa pembalap tak setuju dengan format tersebut sebab akan menguntungkan tim-tim besar. Max Verstappen salah satu yang tidak sepakat dengan gagasan sprint race.

Meski hanya dilakukan selama 100 km atau 17 lap, sprint race bisa dimanfaatkan oleh tim-tim besar untuk memperlebar keunggulan mereka dalam klasemen pembalap dan konstruktor.

“Memiliki lebih banyak balapan tak menjamin segalanya akan berjalan lebih baik ke depannya,” kata Verstappen kepada beberapa media termasuk Motorsport.com.

“Saya pribadi menyukai format balapan satu setengah jam seperti saat ini. Terpenting adalah kami seharusnya memiliki lebih banyak mobil bagus yang bisa bersaing secara ketat di trek.”

Baca Juga:

Selama tujuh tahun terakhir, Mercedes selalu mendominasi kejuaraan dengan mengamankan gelar pembalap dan konstruktor.

Red Bull dan Ferrari menjadi tim yang selalu berusaha menghentikan dominasi pabrikan Jerman itu, tapi tak kunjung berhasil.

Untuk itu, Verstappen mengaku lebih senang jika F1 mendukung tim-tim papan tengah dalam meningkatkan performa mereka agar lebih banyak persaingan di lini depan.

“Anda hanya membutuhkan lebih banyak tim yang dapat memperjuangkan kemenangan. Jika bisa seperti itu, maka Anda tak membutuhkan sprint race,” kata Verstappen.

“Menurut saya tidak masuk akan untuk mengombinasikan semuanya untuk membuat lebih banyak pertunjukkan. Kami hanya ingin memastikan bisa memperjuangkan kemenangan.”

Rekan setim baru Verstappen, Sergio Perez, pun sependapat. Menurutnya, memiliki lebih banyak balapan berisiko membuat Formula 1 kehilangan magisnya.

“Ini garis tipis yang harus kami jaga dalam hal keseimbangan. Kami harus berhati-hati agar tidak terlalu banyak menyimpang dari format normal,” kata Perez.

“Terpenting bagi saya adalah DNA yang dimiliki Formula 1 tidak hilang.”

Selain gagasan sprint race, Domenicali juga berencana menerapkan aturan start terbalik seperti di Formula 2. Namun, itu dapat banyak tentangan karena rentan terhadap kecurangan.

Max Verstappen, Red Bull Racing

Max Verstappen, Red Bull Racing

Foto oleh: Red Bull Racing

dibagikan
komentar
Ferrari Lebih Optimistis Hadapi F1 2021 dengan Modal Baru

Artikel sebelumnya

Ferrari Lebih Optimistis Hadapi F1 2021 dengan Modal Baru

Artikel berikutnya

F1 Alami Kerugian Rp5,5 Triliun pada Musim 2020

F1 Alami Kerugian Rp5,5 Triliun pada Musim 2020
Muat komentar