Vettel Lebih Agresif Dibandingkan Perez

Direktur Teknis Aston Martin, Andrew Green, mengatakan Sebastian Vettel memiliki gaya balap lebih agresif daripada Sergio Perez yang membuat mobil harus memiliki bagian belakang lebih stabil.

Vettel Lebih Agresif Dibandingkan Perez

Para teknisi Aston Martin terus bekerja keras dalam mempersiapkan mobil terbaik untuk Vettel sebelum digunakan pada tes pramusim pada 12-14 Maret mendatang di Sirkuit Internasional Bahrain.

Pada proses syuting di Sirkuit Silverstone, Inggris, Vettel merasakan mobil barunya, AMR21 untuk pertama kalinya. Sesi tersebut juga dimanfaatkan untuk mencari tahu apa yang perlu ditingkatkan.

Pasalnya, Aston Martin ingin memberikan mobil terbaik kepada Vettel agar pria asal Jerman itu dapat kembali tampil maksimal, setelah sempat menunjukkan penurunan performa di Ferrari. 

Bekerja dengan pilot yang lebih berpengalaman dan telah mencapai kesuksesan di Formula 1 pada masa lalu, membuat para teknisi Aston Martin harus bekerja lebih keras. Terlebih lagi, gaya balap peraih empat gelar juara dunia F1 itu jauh berbeda dari Sergio Perez.

“Tentu saja Seb memiliki gaya balapnya sendiri, tapi sekilas tak ada bedanya dengan pembalap lainnya. Bahkan saya bisa katakan dia tak seekstrem pembalap yang digantikannya,” kata Green.

“Tapi saya pikir gaya balap Seb sedikit lebih agresif. Meski begitu, kami memiliki semua hal untuk menyetel mobil agar cocok dengannya dan saya yakin kami mampu melakukannya.

“Dia rutin berlatih di simulator selama sebulan terakhir. Dia terlihat sangat senang dengan petualangan baru yang akan dijalaninya. Jadi, tidak ada masalah besar.”

Baca Juga:

Salah satu hal yang disadari Andrew Green adalah mencoba membuat mobil memiliki bagian belakang yang lebih stabil. Itu akan memudahkan Sebastian Vettel melakukan manuver agresif di celah sempit.

“Segala hal tentang bagian belakang mobil terlalu dilebih-lebihkan. Jika Anda melihat mobil yang saya tangani saat sekolah di Red Bull, atau ketika bekerja di Ferrari, selalu ada momen di mana bagian belakang tak terkendali, dan itu bukan sebuah masalah,” ucapnya.

“Jadi, saya tak merasa itu lebih penting daripada bagian lainnya. Meski saya tak senang ketika mobil tak berada di bawah kendali. Tapi, ketika itu terjadi, Anda bisa melakukan banyak hal. Anda juga bisa menggunakan teknik untuk mengendalikan momen itu.

“Tapi tentu saja, jika itu terlalu berlebihan maka akan ada banyak waktu terbuang. Siapa pun tak akan menyukai itu karena mobil akan berjalan lambat.”

Bagaimanapun, Green punya keyakinan besar untuk mencapai kesuksesan bersama Vettel. Pria asal Inggris itu optimistis target tim menjadi kampiun pada tiga atau lima tahun ke depan bisa terwujud.

“Saya merasa Seb beradaptasi dengan baik, bersama mekaniknya dan juga tim secara keseluruhan. Dia juga seseorang yang sangat mudah untuk dicintai, tapi dia sangat cerdas dan perhitungan dalam hal pekerjaan,” ujarnya.

“Itu sebabnya kami ingin dia bergabung bersama kami. Kami penasaran seberapa bagus kami saat ini dengan mengadaptasi cara kerjanya, karena jauh berbeda dari cara kerja kami sebelumnya.

“Kami senang bisa mendapat pengetahuan dan pengalamannya sebagai juara dunia F1 empat kali.

“Saat ini kami hanya bisa mengatakan dia terlihat sangat santai. Saya pikir kami akan mendapatkan yang terbaik dari Seb. Saya merasa dia berada di puncak kariernya, jadi jika kami tak mendapatkan yang terbaik darinya, maka kesalahan ada pada kami.”

Sebastian Vettel, Aston Martin Racing

Sebastian Vettel, Aston Martin Racing

Foto oleh: Aston Martin Racing

dibagikan
komentar
Williams Yakin Bisa Mengikuti Cara Kebangkitan McLaren

Artikel sebelumnya

Williams Yakin Bisa Mengikuti Cara Kebangkitan McLaren

Artikel berikutnya

Schumacher Tak Sabar Rasakan Momen Emosional Geber Mobil F1

Schumacher Tak Sabar Rasakan Momen Emosional Geber Mobil F1
Muat komentar