Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

Vettel Bakal Putari Sirkuit Silverstone dengan Mobil F1 Bekas Mansell

Sebastian Vettel bakal mengemudikan mobil yang pernah digunakan Nigel Mansell untuk Formula 1 1992. Yang lebih istimewa, Williams FW14B dijalankan dengan bakar nol karbon.

Nigel Mansell, Williams FW14B Renault

Pembalap Aston Martin punya ide memutari trek dengan mobil sang legenda sebelum F1 GP Inggris, Minggu (3/7/2022) pagi. Ia ingin merayakan tiga dekade kendaraan itu menjuarai kompetisi dan menaklukkan podium tertinggi Silverstone.

Apalagi dalam kesempatan tersebut Vettel bisa sekaligus menjalankan kampanye lingkungan. Tentu saja, juara F1 empat musim tersebut berharap situasi kondusif dan dia dapat bersenang-senang.

“Saya harap bisa bersenang-senang dan berbagi kegembiraan itu dengan orang-orang karena saya pikir itu mobil luar biasa dan sejarah mobil dan cara itu terdengar, saya menunggunya. Terkait bahan bakar, butuh beberapa upaya untuk menemukan bahan bakar, tapi sekalinya menemukan itu, sebenarnya sangat mudah. Hanya butuh satu shakedown untuk mencapainya,” ujarnya.

“Anda akan melihat itu pada Minggu, jadi tidak ada perbedaan dengan bagaimana mobil 30 tahun. Itu akan terdengar sama, dikemudikan dengan cara sama dan saya tidak mencoba mencapai batas absolut pada beberapa lap.

“Namun, saya hanya ingin menikmatinya, yang mana melesat sekencangnya ketika saya merasa nyaman. Menanamkan di kepala bahwa itu mobil saya, mungkin akan sedikit berbeda dengan mobil yang dipinjam.”

Baca Juga:

Vettel mengungkapkan perlunya menjaga agar sejarah terus ada dan menunjukkan bahwa motorsport tentang gairah.

“Saya kira akan menyenangkan dan sungguh bagus menunjukkan kepada orang-orang. Motorsport tentang semangat kami, kami hidup dengan itu. Mobil impian saya sebagai anak kecil, berbeda dengan pembalap lain, tapi sungguh penting menemukan jalan yang mana kami bisa lakukan dengan bertanggung jawab di masa depan, untuk menjaga mobil-mobil ini dan sejarahnya tetap hidup,” ia mengungkapkan.

“Pada akhirnya, Anda bisa mengekspresikan budaya dengan berbagai cara, musik, seni, tapi ini cara kami mengekspresikan diri dengan mengemudi mobil, mobil balap dan sungguh disesalkan kalau semua menghilang.

“Saya pikir ini adalah cara untuk membuathnya hidup dan terus maju. Formula 1 menuju arah tersebut pada 2026, bisa lebih cepat, tapi itu yang terjadi dengan berbagai alasan. Saya kira ini cara bagus untuk menyatukan semua dan bersenang-senang.”

Vettel membeli FW14B sasis 08, yang dipakai pada 13 dari 16 balapan musim 1992, di sebuah lelang yang digelar Bonhams pada Goodwood Festival of Speed 2019. Ia membayar hingga 2,7 juta pounds (sekira Rp49 miliar).

Mansel menyapu enam pole position beruntun awal musim dan mengonversinya jadi poin penuh di Afrika Selatan, Meksiko, Brasil, Spanyol dan San Marino. Atas pencapaian itu, di dalam kokpit terdapat lima bintang merah untuk pole position dan lima bintang emas untuk kemenangan.

Sejak pertengah musim, sasis tersebut dipakai Ricardo Patrese untuk enam balapan. Pada GP Portugal, sempat terjadi insiden yang melibatkannya dan pilot McLaren, Gerhard Berger, dan membuat mobil melambung ke udara.

Sebastian Vettel, Aston Martin, bertemu penggemar muda

Sebastian Vettel, Aston Martin, bertemu penggemar muda

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Prestasi dan sejarah penting telah memikat Vettel. “Itu ide saya, itu mobil saya yang dibeli empat tahun lalu karena ada lima merah di dalamnya. Itu berarti sedikit lebih dari mobil yang berasal dari 30 tahun lalu,” ucapnya.

“Tentu saja, saya dapat nomor lima di mobil. Saya memenangi kejuaraan perdana dengan lima merah, meski lebih kecil di mobil kami dulu. Namun, tetap saja itu nomor lima.

“Saya memakai nomor lima di karting dan sekarang juga, jadi ada keterikatan. Awal ’90-an, memori pertama saya dari Formula 1, mobil itu dan musim-musim berikutnya. Itu inisiatif saya dan saya pikir tepat 30 tahun setelah mobil memenangi kejuaraan, juga memenangi GP Inggris 30 tahun lalu.

“Namun, saya juga berpikir bahwa kami harus menjalaninya dengan cara bertanggung jawab, jadi saya pakai bahan bakar netral karbon pada hari Minggu, untuk menunjukkan kalau kami masih memegang sejarah, warisan dan budaya di motorsport.”

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Jadwal F1 GP Inggris 2022 Hari Ini
Artikel berikutnya Lawan Rasialisme, Hamilton Butuh Aksi Nyata Bukan Hanya Dukungan Verbal

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia