Vettel ungkap alasan surati Lauda saat sakit

Sebastian Vettel menjelaskan alasan mengapa dirinya memilih mengirim surat kepada Niki Lauda saat sang tiga kali juara dunia Formula 1 itu jatuh sakit tahun lalu.

Vettel ungkap alasan surati Lauda saat sakit

Awal pekan ini, jagat motorsport berduka atas kepergian tiga kali juara dunia Formula 1 Niki Lauda pada usia 70 tahun.

Pada penghujung 2018 lalu, saat menjalani pemulihan dari operasi transplantasi paru-paru, Lauda mengaku dirinya "sangat senang" mendapat tulisan tangan dari Vettel.

Ditanya soal surat yang ia kirimkan kepada Lauda, Vettel berkata dalam sebuah wawancara menjelang gelaran GP Monako pekan ini: "Itu sebagai tanda hormat.

"Saya mendengar dia sedang tidak dalam kondisi sehat, dan dia juga tidak dalam suasana hati untuk mengangkat telepon atau berbicara lewat telepon.

"Jadi Anda berpikir hal apa yang Anda apresiasi dalam situasi seperti itu? Mungkin membaca tulisan kecil bisa menjadi sesuatu yang baik.

"Jadi bagi saya itu adalah keputusan yang sangat logis, dan juga sebagai tanda hormat kepada dia."

Sebagai orang yang menggemari sejarah F1, Vettel merasa mendapat keistimewaan bisa menghabiskan waktu bersama Lauda, yang juga menjadi figur penting di Ferrari.

Kepada Lauda, Vettel mengaku bertanya "hampir segala hal: Seperti bagaimana mobil pada waktu itu, kiprahnya bersama Ferrari, dan hubungannya dengan Enzo Ferrari".

"Saya merasa istimewa mendapat kesempatan, tidak hanya berkenalan dengan dia, tetapi juga berbincang bersama dia secara rutin, berbagi candaan, dan semacamnya," tambah Vettel.

"Humor dia sangat terus terang. Terkadang Anda kesulitan membedakan apakah itu candaan atau pernyataan biasa. Tapi saya jelas menikmatinya.

"Jarang sekali Anda bisa bertemu orang seperti dia. Tidak hanya di F1 tetapi juga secara umum. Dia adalah orang yang sangat unik."

Niki Lauda, Ferrari 312T

Niki Lauda, Ferrari 312T
1/10

Foto oleh: Ercole Colombo

Niki Lauda, Mercedes AMG F1, Sebastian Vettel, Ferrari

Niki Lauda, Mercedes AMG F1, Sebastian Vettel, Ferrari
2/10

Foto oleh: Sutton Images

Niki Lauda, Ferrari 312T

Niki Lauda, Ferrari 312T
3/10

Foto oleh: Ercole Colombo

Niki Lauda, Ferrari 312T

Niki Lauda, Ferrari 312T
4/10

Foto oleh: LAT Images

Niki Lauda, Ferrari 312T

Niki Lauda, Ferrari 312T
5/10

Foto oleh: Ercole Colombo

Niki Lauda, Ferrari 312B3

Niki Lauda, Ferrari 312B3
6/10

Foto oleh: Rainer W. Schlegelmilch

Niki Lauda, Ferrari, James Hunt, McLaren

Niki Lauda, Ferrari, James Hunt, McLaren
7/10

Foto oleh: Sutton Images

Niki Lauda, Ferrari 312T2

Niki Lauda, Ferrari 312T2
8/10

Foto oleh: Rainer W. Schlegelmilch

Niki Lauda, Ferrari

Niki Lauda, Ferrari
9/10

Foto oleh: Rainer W. Schlegelmilch

Niki Lauda, James Hunt, Barry Sheene

Niki Lauda, James Hunt, Barry Sheene
10/10

Foto oleh: Sutton Images

Sejak 2012, Lauda bergabung dengan Mercedes, dan sebelum wafat ia menjabat sebagai kepala non-eksekutif di skuat Panah Perak. Walau Mercedes adalah tim rival bagi Ferrari, Vettel mengatakan Lauda selalu bersikap gentleman.

Vettel bercanda bahwa Lauda memiliki "lidah jujur" yang menurutnya membuat "orang terkadang tidak tahu bahwa dia memang benar-benar sedang berbicara jujur".

Ditanya seperti apa karakter asli Lauda jika dibandingkan dengan Lauda yang biasa tampil di TV, Vettel berkata: "Dia memang seperti itu. Ada banyak orang yang karakternya tidak seperti yang Anda lihat di televisi.

"Tetapi Niki bukan salah satu dari mereka. Dia tampil apa adanya. Dia tidak pernah pura-pura menjadi orang atau sesuatu yang lain. Dia sangat blak-blakan, karakter sejati, pembalap sejati, dan bergairah untuk olahraga ini.

"Dia meninggalkan celah yang tidak akan pernah bisa kita isi lagi."

dibagikan
komentar
Mercedes beri tribut untuk Lauda di Monako

Artikel sebelumnya

Mercedes beri tribut untuk Lauda di Monako

Artikel berikutnya

FP1 GP Monako: Hamilton 0,059 detik atas Verstappen

FP1 GP Monako: Hamilton 0,059 detik atas Verstappen
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Pembalap Niki Lauda , Sebastian Vettel
Tim Ferrari
Tag berita f1 , gp monako
Penulis Scott Mitchell