Wawancara Lowe: Raihan hat-trick Mercedes yang tidak terduga

Kepala teknis Mercedes, Paddy Lowe, tidak menyangka timnya berhasil menjadi juara dunia Formula 1 untuk yang ketiga kalinya secara beruntun. Berikut wawancara eksklusif kami bersama salah satu figur kunci Mercedes tersebut.

Tidak bisa dipungkiri, bagi sebagian penonton F1, musim yang ideal adalah musim di mana persaingan perebutan kedua titel juara dunia, terus berlangsung secara ketat hingga balapan terakhir dan mungkin di putaran yang terakhir pula.

Namun kenyataannya, sejak tiga tahun terakhir, hanya ada satu tim, dan dua pembalap yang kerap mendominasi jalannya balapan Formula 1.

Tetapi, hal tersebut tetap tidak mengurangi nilai pencapaian yang diraih oleh Mercedes. Tiga titel juara dunia secara beruntun tetap menjadi sesuatu prestasi yang monumental.

“Sungguh luar biasa,” ujar kepala teknis Mercedes, Paddy Lowe, kepada Motorsport.com. “Saya tidak tahu mengapa, tetapi angka tiga seperti menyimpan makna tertentu. Angka tiga kerap membuat kita berpikir, ‘Wow, itu sesuatu yang luar biasa.’

“Saya sudah lama berkecimpung di olahraga ini, tetapi saya tidak pernah menyangka saya dapat meraih prestasi ini. Jadi, saya sangat bersyukur dapat menjadi bagian dari tim yang fantastis ini.

“Mereka adalah sekelompok orang yang paling profesional yang pernah saya temui. Kami berhak mendapatkan kesuksesan ini, dan kami benar-benar menikmatinya. Saya rasa di olahraga ini tidak ada hal yang lebih bagus dari itu.

Seperti yang dikatakan oleh Lowe, faktor ‘orang’ menjadi salah satu kunci kesuksesan di Formula 1. Pada tahun 2010, Mercedes mengambil alih operasi tim Brawn, dan mereka menghabiskan beberapa tahun untuk menyusun formasi kunci tim mereka. Nama-nama seperti Ross Brawn, Norbert Haug, dan Bob Bell menjadi personel-personel kunci yang saat ini sudah meninggalkan tim.

Jadi bukan lah sebuah kebetulan, bila tim ini memiliki banyak personel dengan pengalaman menjadi direktur teknis di tim lain. Mercedes juga menjadi salah satu tim yang memfokuskan sumber daya mereka untuk memulai proyek sistem hibrida lebih awal dibandingkan dengan tim-tim lain.

Lowe dan Toto Wolff mulai saling bekerja sama saat F1 memasuki era hibrida. Mercedes pun, menjadi tim yang paling diunggulkan begitu era baru Formula 1 dimulai. Tidak ada yang bisa menyangkal, bahwa usaha keras mereka akhirnya terbayarkan.

Tetapi, hal tersebut bukan berarti pencapaian mereka diraih dengan mudah. Kesalahan-kesalahan masih dapat terjadi. Tidak ada tim sukses yang mudah berpuas diri, terlebih lagi ketika olahraga ini menuntut usaha dan pengembangan yang berkelanjutan.

“Banyak orang yang mungkin tidak terlalu mengapresiasi cara kami membuat sebuah tim,” ujar Lowe. “Contohnya di Suzuka, kami kedatangan satu personel yang biasanya tidak pernah datang ke balapan. Tetapi ia adalah figur kunci di pabrik kami.

“Ia bekerja untuk tim ini sejak awal kali dibentuk, 15 tahun yang lalu. Jadi, segala pengetahuan yang ia ketahui, adalah hasil dari pelajaran yang ia lakukan bertahun-tahun.

“Menurut saya, sebuah tim F1 adalah sekumpulan orang yang telah belajar dan bekerja keras di bidang mereka masing-masing, Dan, bila Anda dapat mengumpulkan orang-orang yang tepat, maka Anda dapat membuat tim yang mampu merebut tidak hanya satu, tetapi tiga trofi juara dunia.

“Memang, hal tersebut tidak akan terjadi dalam satu malam. Kita membutuhkan satu dekade atau lebih, untuk dapat memanfaatkan pengalaman dan pengetahuan yang kita miliki, menjadi sebuah tim yang dapat bekerja sama.”

Terkejut dengan dominasi

Tahun 2014, Formula 1 mulai berpindah ke regulasi mesin hibrida. Perubahan regulasi tersebut tentunya akan mengubah peta persaingan. Banyak yang mengira, akan ada satu tim yang berhasil memaksimalkan regulasi baru ini. Mercedes muncul sebagai tim unggulan tersebut, dan mereka langsung tampil dominan di musim pertama era hibrida ini.

“Sejujurnya, saya cukup terkejut,” ujar Lowe. “Di musim 2014, saya tidak mengira kami dapat tampil begitu dominan. Terlebih lagi dengan tingkat profesionalisme tinggi yang tim-tim F1 miliki saat ini dibandingkan dengan era-era sebelumnya.

“Kami mengulangi prestasi yang sama di musim 2015, dan kemudian untuk yang ketiga kalinya di tahun 2016. Saya benar-benar tidak menyangka.”

“Saya tetap menaruh hormat kepada kompetitor kami. Ferrari, Red Bull, mereka adalah tim-tim yang kuat. Meskipun kami berhasil memenangkan banyak balapan, jika Anda melihat angka-angkanya, perbedaan kami dengan mereka sebenarnya tidak terlalu jauh.”

Peta persaingan 2017

Di tahun 2017, Formula 1 akan memperkenalkan regulasi aerodinamika terbaru, dan ban Pirelli yang lebih lebar. Dua hal tersebut diyakini kembali akan mengubah peta persaingan, seperti yang terjadi di tahun 2014. Satu hal yang juga tidak boleh kita lupakan, adalah hilangnya peraturan token, yang pastinya akan memberikan setiap manufaktur mesin kebebasan untuk berkembang.

Hanya waktu yang dapat memberi tahukan kita apakah lawan-lawan Mercedes dapat memanfaatkan perubahan-perubahan ini. Atau, Mercedes dapat memanfaatkan progres mereka saat ini, dan melanjutkan dominasi mereka di era F1 berikutnya.

“Kita akan melihat peraturan-peraturan yang baru terkait perancangan sasis, jadi kami akan memulainya dari awal kembali. Kami berusaha sebaik mungkin untuk membawa keunggulan yang kami miliki saat ini ke musim depan. Tetapi, perubahan-perubahan ini memang bagaikan tombol ‘reset’ bagi kami.”

Kembali ke musim 2016, kita masih memiliki pertarungan antar dua pembalap yang dapat kita nikmati. Meskipun dengan keunggulan yang dimiliki oleh Nico Rosberg, Lewis Hamilton tetap memilki peluang untuk mengalahkan rivalnya itu.

Namun, hasil balapan di Suzuka menjadi titik krusial di musim ini, karena empat kemenangan di empat balapan terakhir, tidak akan cukup bagi Hamilton untuk dapat mengunci titel juara dunia.

“Segalanya bisa terjadi di olahraga ini, kita telah melihat hal itu di masa lalu,” ujar Lowe. “Kita belum bisa memperhitungkan siapa yang akan menjadi juara. Tetapi memang trofi itu hanya bisa diperebutkan oleh dua pembalap kami, karena Ricciardo terpaut 101 poin di belakang.

“Kami selalu berkata, tidak ada yang salah dengan mengulangi apa yang kita telah lakukan. Kami selalu fokus pada setiap balapan, dan itu yang saya katakan kepada Lewis.”

 

Jadilah bagian dari sesuatu yang besar

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Formula 1
Pembalap Lewis Hamilton , Nico Rosberg
Tim Mercedes
Tipe artikel Interview