Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia

Wolff Akui Inflasi Tinggi Bikin Tim F1 Menderita di Era Budget Cap

Prinsipal Mercedes, Toto Wolff, berpendapat peningkatan inflasi akan langsung dirasakan dampaknya oleh tim-tim Formula 1, di era pemberlakuan budget cap.

Toto Wolff, Team Principal and CEO, Mercedes AMG

Seluruh peserta F1 2022 harus membuat mobil baru dalam anggaran terbatas. Plafon pengeluaran diturunkan dari 145 juta dolar AS (sekitar Rp2 triliun) pada 2021 menjadi 140 juta dolar.

Karena beban gaji memegang porsi besar, maka jumlah staf dipangkas atau dipindah ke divisi lain non F1. Sementara, tingkat inflasi menunjukkan kenaikan.

Menurut Indeks Harga Konsumen di Inggris, lokasi markas Mercedes, inflasi menyentuh 5,5 persen, yang paling tinggi selama 30 tahun terakhir.

Wolff dan stafnya terus memantau perkembangan ekonomi. Mereka pun kerap berdiskusi untuk mencari solusi meminimalisir pengaruh inflasi.

Baca Juga:

“Menjadi sangat-sangat sulit untuk mengatur perusahaan dan organisasi dengan cara yang benar untuk memenuhi batas biaya sebesar 140 juta dolar,” ujarnya ketika ditanya Motorsport.com.

“Juga dalam lingkungan inflasi tinggi, kami tidak hanya mengurangi 5 juta dolar, tapi kami menghadapi situasi di mana Anda tidak bisa benar-benar meningkatkan biaya dan gaji. Jadi itu sangat menyakitkan.”

Mantan pembalap tersebut menjelaskan perkembangan di luaran yang terjadi belakangan ini, membuat tim harus menyusun skala prioritas pengeluaran dan investasi.

“Dan di sisi lain, Anda harus memutuskan sangat hati-hati di mana Anda menginvestasikan dolar Anda ke Riset dan Pengembangan. Di masa lalu, itu sedikit lebih mudah karena Anda bisa mengikuti berbagai jalan dalam mengejar kinerja,” katanya.

 

Mercedes W13

Mercedes W13

Photo by: Mercedes AMG

“Hari ini, Anda harus memutuskan mana yang memiliki potensi tertinggi dan kemudian memulainya. Ini adalah cara operasi yang sama sekali berbeda untuk tim-tim besar.”

Merujuk pada perubahan konsep mobil dan paket aerodinamika, bos asal Austria itu yakin tim akan merasa kesulitan ke depannya.

“Itu satu sisi di mana sebenarnya Anda benar-benar dapat mengubah konsep secara teknis karena terkadang Anda memulai suatu cara, itu saja,” Wolff menuturkan.

“Kemudian, tambahan tekanan dari pembatasan pengeluaran membuat sangat sulit mengubah dasar, mengubah fundamental mobil. Karena semuanya direncanakan, setiap peningkatan dan biaya terkait yang terkait upgrade itu.

“Karena itu, kami jauh lebih dibatasi dengan budget cap dalam kemampuan kami untuk menerapkan proses kreatif ke dalam mobil.”

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Ross Brawn Yakin Tim-tim F1 Tak Akan Menyabotase Regulasi
Artikel berikutnya George Russell Punya Potensi Kalahkan Lewis Hamilton

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia