Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia
Breaking news

Wolff dan Binotto Tak Yakin Banyak Overtaking di F1 2022

Dua petinggi tim Formula 1, Toto Wolff dan Mattia Binotto, skeptis kalau proses menyalip lebih mudah dengan diluncurkannya regulasi teknik baru.

Lewis Hamilton, Mercedes W12, Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B, Sergio Perez, Red Bull Racing RB16B, Lando Norris, McLaren MCL35M, the rest of the field at the start

Perubahan yang terjadi musim ini merupakan reformasi terbesar sejak 1983. Tim-tim satu persatu menunjukkan desain mobil berbeda untuk F1 2022.

Dengan aturan aerodinamika baru, problem udara kotor diharapkan bisa dikurangi. Ini mencegah satu mobil membuntuti mobil lain di depannya dan sehinggga berusaha menyalip.

Tanda tanya dan ketidakyakinan timbul terkait efektivitas regulasi. Saat peluncuran Mercedes W13, Wolff mengutarakan keraguan.

“Saya optimistis bahwa aturan-aturan baru akan meningkatkan balapan. Tapi, kenyataannya saya tidak tahu,” ucapnya.

Baca Juga:

“Konsep aerodinamika mobil secara fundamental berbeda dari yang kami ketahui sebelumnya. Hanya ketika kami balapan melawan satu sama lain, kami akan melihat apakah itu lebih mudah atau tidak.

“Saya kira siapa pun yang mempresdiksi bahwa overtaking akan lebih mudah, membuat pernyataan yang berani.”

Pendapat Binotto tak jauh berbeda dengan Wolff. Di sela program rilis F1-75, insinyur andal tersebut ingin menunggu dulu melihat bagaimana jalannya tes pramusim di Barcelona pekan depan.

Saat ini, tim dan pembalap mengenal mobil lewat simulator. Shakedown sejauh 100 km juga sulit dijadikan tolok ukur era baru.

“Kami akan menunggu dan minum teh. Sangat sulit mengestimasi dari simulasi. Mobil dapat membangkitkan banyak downforce dan performa,” tutur bos Ferrari F1 itu.

“Jadi, saya tidak mengharapkan ada banyak perubahan dari tahun lalu. Namun, saya bisa saja salah. Sekali lagi, hanya trek yang akan mengatakan jika ada pengembangan atau tidak.

“Mari tunggu beberapa hari pada pekan depan (tes Barcelona) dan Bahrain. Kemudian, kami akan dapat memberi jawaban lebih baik.”

Sebaliknya, pembalap Ferrari, Carlos Sainz, dan tim akan memanfaatkan sesi uji coba resmi untuk mendeteksi bagaimana kemajuan aerodinamika di bawah aturan baru.

“Saya kira kami harus menginvestasikan sedikit waktu untuk memeriksa aerodinamika. Itu sebuah masalah di mana kami akan pantau dalam tes, hanya mengemudi di belakang lawan untuk melihat bagaimana rasanya.”

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Di Balik Desain Bodi ‘Bergelombang’ Mercedes F1 W13
Artikel berikutnya Usung Transparansi, Sesi 'Show and Tell' Ungkap Peningkatan Teknik Mobil

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia