Wolff: Mercedes dalam posisi “underdog” untuk raih gelar juara

Posisi Mercedes saat ini menjadi tim "underdog" dalam memperebutkan gelar juara dunia Formula 1 musim ini, menurut bos tim mereka, Toto Wolff.

Wolff: Mercedes dalam posisi “underdog” untuk raih gelar juara
Toto Wolff, Mercedes AMG F1 Director of Motorsport, Valtteri Bottas, Mercedes AMG F1 and Lewis Hamil
Valtteri Bottas, Mercedes-Benz F1 W08 Hybrid
Sebastian Vettel, Ferrari SF70-H
Lewis Hamilton, Mercedes-Benz F1 W08 Hybrid
Kimi Raikkonen, Ferrari SF70H, Sebastian Vettel, Ferrari SF70H
Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W08
Kimi Raikkonen, Ferrari SF70H, Sebastian Vettel, Ferrari SF70H
Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1 W08

Tim juara dunia bertahan ini tertinggal 17 poin dari Ferrari yang berada di posisi satu sementara klasemen konstruktor dan sama-sama meraih 3 kemenangan sejauh ini.

Sementara itu dalam klasemen pembalap, Sebastian Vettel unggul 25 poin dari Lewis Hamilton yang berada di posisi kedua. Pimpinan non-eksekutif Mercedes, Niki Lauda berujar jika harapan tim mereka untuk meraih gelar harus pupus, kecuali pembalap Jerman tersebut gagal finis, setidaknya dalam satu balapan.

"Kami melihat performa yang luar biasa dari Valtteri [Bottas] di Sochi, bahwa kami tidak dapat mengaplikasikannya pada mobil Lewis. Kami telah melihatnya, performa luar biasa dari Lewis di Barcelona dan ketidakkonsistenan tersebut terjadi sepanjang musim ini.

"Pada sisi sebaliknya, Ferrari tampil baik di Barcelona dan tampil cepat dari awal, jadi tentus saja kami adalah underdog. Kami perlu mengejar ketertinggalan dan inilah kenyataannya saat ini."

Mercedes tidak menikmati keunggulan performa seperti beberapa musim sebelumnya karena memiliki masalah utama untuk bisa membuat ban bekerja secara maskimal, terutama dengan kompon ultrasoft.

Saat ditanya mengapa Mercedes kesulitan dengan ban Pirelli di musim ini, setelah mereka bersama Ferrari dan Red Bull melakukan pengujian ban 2017 pada musim lalu, Wolff berkata: "Saya tidak yakin apakah hal ini menjadi keuntungan atau tidak.

"Pada akhirnya, bagaimana cara sasis berinteraksi dengan ban menjadi subjek yang kompleks. Ada banyak faktor yang berhubungan dan bisa membuatnya tampil baik atau tidak.

"Ini bukan tentang mencari alasan karena tim lain dapat memaksimalkan kinerja ban dan sebaliknya terjadi pada tim kami. Kami telah melihat dari beberapa kompetitor, seperti Red Bull, mereka berada jauh dari rentang tersebut, satu stengah detik lebih lambat.

"Kemudian kembali dalam balapan, Anda bisa melihat performa merak baik. Jadi masalah ini tampaknya menyerang semua tim kecuali Ferrari. Mereka layak mendapatkan pujian – karena memiliki mobil solid yang mampu mengatasi masalah pada ban."

dibagikan
komentar
Massa buka opsi perpanjang kontrak untuk F1 2018

Artikel sebelumnya

Massa buka opsi perpanjang kontrak untuk F1 2018

Artikel berikutnya

Portugal ingin kembali ke kalender F1

Portugal ingin kembali ke kalender F1
Muat komentar