Wolff Dukung Sprint Race dengan Syarat Tertentu

Prinsipal Mercedes, Toto Wolff, berpendapat sprint race perlu dilakukan pada Formula 1 2021, meski ada kontroversi. Mereka akan mendukung asalkan semua jelas. 

Wolff Dukung Sprint Race dengan Syarat Tertentu

F1 berniat memperkenalkan sprint race di tiga grand prix, yakni Kanada, Italia dan Brasil, setelah proposal disetujui dalam rapat Komisi F1. Mereka ingin menarik atensi pecinta balap dan menjaring penonton baru dengan menawarkan keseruan.

Kelompok kerja dibentuk untuk menentukan aturan dan detail balapan. Hasilnya akan dipresentasikan akhir Maret nanti dan Komisi F1 yang memutuskan.

Di kalangan pembalap, masih ada pro dan kontra. Sebagian menilai ide itu justru akan menurunkan nilai balapan utama. Sedangkan mayoritas petinggi tim mendukung sprint race.

Wolff yakin balapan tambahan di akhir pekan akan menguntungkan F1. Ia merujuk pada ajang DTM yang menggelar lomba Sabtu dan Minggu sejak 2014.

Sprint race merupakan format menarik dalam opini saya dan sebuah eksperimen yang saya yakin perlu dilakukan. Saya menyaksikan seri balap lain, seperti DTM, di mana penontonnya berlipat ganda setelah gelaran balapan Sabtu dan Minggu. Itu pasti bisa menghasilkan uang,” ujarnya kepada Motorsport.com.

“Saya kira kalau kami melakukan ini tanpa beberapa interfensi untuk menciptakan pertunjukan palsu, kemudian perlu dicoba.

“Saya tak yakin apakah kami akan menyukai hasilnya, karena kualifikasi seperti yang ada sekarang merupakan kualifikasi asli dan sprint race selalu menanggung risiko kerusakan yang mahal dan mungkin berdampak besar pada grid pada hari Minggu, serta keinginan tampil.

“Pastinya itu akan menciptakan kontroversi juga, tapi perlu mencoba untuk tiga balapan pada 2021 dalam kerangka kerja yang tepat. Kami akan siap untuk itu.”

Baca Juga:

Walau mendukung sprint race dengan syarat tertentu, Mercedes menolak mentah-mentah proposal reverse grid. Wolff menekankan bahwa format ‘lotere’ itu akan menguntungkan lawan, selain melanggar DNA F1.

Sebagai juara bertahan F1 yang dominan di hampir semua balapan dan punya mobil kompetitif, start dibalik tetap saja merugikan.

“Tidak ada tempat untuk reverse grid di olahraga mana pun yang didasarkan pada pengukuran dan kompetisi dalam arti olahraga sebenarnya,” katanya.

“Kami sebuah hiburan, tapi saat ini, kami tergelincir pada pertunjukan dan Hollywood, Anda akan kehilangan kredibilitas sebagai olahraga. Tidak semua keputusan bisa meningkatkan faktor hiburan dengan tepat untuk Formula 1. Selalu perlu menyeimbangkan DNA olahraga sebenarnya, pembalap dan mesin terbaik menang dan penggemar akan suka menontonnya.”

Lewis Hamilton, Mercedes F1 W11, Alex Albon, Red Bull Racing RB16, Sergio Perez, Racing Point RP20, Max Verstappen, Red Bull Racing RB16, Valtteri Bottas, Mercedes F1 W11, saat restart balapan

Lewis Hamilton, Mercedes F1 W11, Alex Albon, Red Bull Racing RB16, Sergio Perez, Racing Point RP20, Max Verstappen, Red Bull Racing RB16, Valtteri Bottas, Mercedes F1 W11, saat restart balapan

Foto oleh: Zak Mauger / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Target Realistis Aston Martin, Juara Dunia dalam Lima Tahun

Artikel sebelumnya

Target Realistis Aston Martin, Juara Dunia dalam Lima Tahun

Artikel berikutnya

Vettel Percaya Akan Berprogres bersama Aston Martin

Vettel Percaya Akan Berprogres bersama Aston Martin
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1
Tag mercedes , toto wolff , f1 , formula 1
Penulis Luke Smith