Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

Wolff: Mercedes Tak Bisa Terus Mencari Titik Terang

Bos Mercedes, Toto Wolff, mengakui level performa timnya kurang bagus dan mengatakan bahwa mereka tidak bisa terus menerus mencari "titik terang" dari akhir pekan Formula 1.

Toto Wolff, Team Principal and CEO, Mercedes-AMG F1 Team, Bruno Famin, Team Principal, Alpine F1 Team

Foto oleh: LAT Images

Meskipun pabrikan Jerman ini mendapat dukungan dari Lewis Hamilton yang jadi runner-up di sprint Cina akhir pekan lalu, mereka masih harus menjalani grand prix utama yang menantang karena harus pulang di belakang McLaren dan Ferrari.

Namun dengan tidak adanya tren peningkatan yang menonjol dalam performanya meskipun telah melakukan upaya untuk lebih memahami W15, Wolff berpikir bahwa ia harus meningkatkan permainannya daripada menunggu secercah harapan.

Baca Juga:

Kepada Servus TV, Wolff berkomentas, "Tidak puas sama sekali. Mungkin ada sedikit sorotan dengan posisi kedua di Sprint Race, tapi performanya tidak ada. Kita bisa terus mengatakan pada diri kita sendiri bahwa ada titik terang di akhir pekan, tetapi kita harus mengambil langkah.

"Kami akan membawa sedikit sesuatu ke Miami, di mana mudah-mudahan kami bisa mengharapkan sesuatu. Tapi hari ini Anda hanya berada di belakang Ferrari dan di belakang (Lando) Norris. Tidak cukup bagus."

Mercedes memasuki tahun ini dengan optimis tentang kemajuan yang telah dicapai dengan W15, dan kesimpulan awalnya adalah bahwa platformnya kuat tetapi memiliki beberapa kelemahan di tikungan kecepatan tinggi.

Namun, seiring berjalannya waktu, tim telah menemukan lebih banyak komplikasi dengan mobil tersebut, yang membuatnya sulit untuk menemukan titik manis yang tepat dengan set-up.

Lewis Hamilton, Mercedes F1 W15, Kevin Magnussen, Haas VF-24, Zhou Guanyu, Kick Sauber C44

Lewis Hamilton, Mercedes F1 W15, Kevin Magnussen, Haas VF-24, Zhou Guanyu, Kick Sauber C44

Foto oleh: Andy Hone / Motorsport Images

Seperti yang diakui Wolff di Cina, keuntungan yang diperoleh dengan karakteristik kecepatan tinggi terbukti di Jepang, tetapi kemajuan ini mengorbankan kecepatannya di tikungan lain.

"Saya pikir kami benar-benar mencapainya, dalam kecepatan tinggi kami sangat kompetitif, juga di Suzuka melalui Esses, dan itu adalah siang dan malam dibandingkan dengan apa yang kami miliki sebelumnya," ungkap Wolff.

"Para pembalap membicarakannya sebagai mobil terbaik yang mereka miliki dalam 2,5 tahun terakhir. Kemudian, kami benar-benar tidak tampil dalam kecepatan rendah.

"Jadi Anda mendapatkan setengah detik di kecepatan tinggi, tetapi Anda kehilangan setengah detik di kecepatan rendah. Persamaannya kembali ke nol, jadi itu adalah sesuatu yang perlu kami tingkatkan.

"Kami sudah melampaui titik pemahaman dan kami hanya perlu meningkatkannya sekarang. Itulah yang perlu ditingkatkan, dan kami memiliki semua fakta di atas meja.

"Kami tahu apa yang kami ubah untuk mengatasi kecepatan tinggi, dan kami tahu di mana posisi mobil sebelumnya untuk menjadi cepat di kecepatan rendah. Sekarang, kami hanya perlu menyatukan mobil yang bisa melakukan keduanya."

Meskipun Mercedes gagal finis di podium dalam grand prix sejauh musim ini, Wolff tidak berpikir bahwa mobil tahun ini lebih buruk dari mesin ground effect sebelumnya.

George Russell, Mercedes-AMG F1 Team, Lewis Hamilton, Mercedes-AMG F1 Team, melambaikan tangan ke arah penonton

George Russell, Mercedes-AMG F1 Team, Lewis Hamilton, Mercedes-AMG F1 Team, melambaikan tangan ke arah penonton

Foto oleh: Andy Hone / Motorsport Images

Sebaliknya, ia berpikir bahwa timnya mungkin merasa tersanjung sebelumnya ketika para pesaing seperti McLaren dan Ferrari mengalami kesulitan dalam persaingan.

"Keuntungan yang kami miliki adalah McLaren tidak membalap kami di paruh pertama musim, jadi mereka bukan pesaing," katanya. "Ferrari tidak secepat dan menjatuhkan bola dalam beberapa kesempatan dan itulah mengapa kami menjadi penantang podium dan paling dekat dengan Red Bull.

"Sekarang tim-tim itu telah meningkatkan level performa mereka. Ini adalah permainan yang relatif dan tiba-tiba, apa yang cukup baik untuk posisi ketiga tahun lalu sekarang (hanya) cukup baik untuk posisi keenam. Itulah mengapa ini sulit.

"Mobil ini sama sulitnya dengan masa lalu, rumit bagi para pembalap. George (Russell), ketika kami mendiskusikannya (pada Sabtu), mengatakan bahwa ini adalah mobil kualifikasi tersulit yang pernah ia miliki sejauh ini. Jadi secara keseluruhan, secara umum, gejalanya sama."

Watch: F1 2024 Chinese Grand Prix Review – Verstappen dominates

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Tanggalkan Warna Merah, Ferrari Biru Muncul di F1 GP Miami
Artikel berikutnya Haas Tidak Terima dengan Penalti Magnussen di F1 GP Cina

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia