Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia
Formula 1 F1 GP Spanyol

Unggul Strategi, Wolff Sebut Red Bull Racing Tak Bisa Berbuat Banyak

Toto Wolff selaku Prinsipal Mercedes-AMG Petronas F1 Team mengungkapkan bahwa Red Bull Racing tak bisa berbuat banyak, walaupun mengganti strateginya.

Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B, Lewis Hamilton, Mercedes W12

Mercedes sekali lagi memperlihatkan keunggulan strategi yang baik pada balapan GP Spanyol. Pembalap mereka, Lewis Hamilton, berhasil mengalahkan Max Verstappen.

Mercedes sendiri menggunakan strategi dua kali pit stop pada balapan yang berlangsung selama 66 lap. Sementara Red Bull Racing juga melakukan hal yang sama.

Red Bull mencoba ambil inisiatif, dengan menginstruksikan Verstappen untuk masuk ke pit pada lap 24, dengan harapan bisa memperlebar jarak dengan Hamilton jika sang juara dunia tujuh kali itu masuk pit.

Namun, pada saat Hamilton masuk pit, jarak antara Verstappen dan pembalap asal Britania Raya tersebut tak terlalu jauh. Kru pit Silver Arrows memperlihatkan pit stop yang cepat.

Baca Juga:

Pada pemberhentian kedua, giliran Mercedes yang mengambil inisiatif. Hamilton masuk pit di lap 42 menuju 43, sementara Verstappen tetap berada di lintasan.

Pada lap 52, Hamilton menyalip rekan setimnya, Valtteri Bottas. Ia memiliki selisih waktu 11 detik dengan Verstappen. Misi pengejaran pun dimulai.

Pada akhirnya, di lap 60, Hamilton menyalip Verstappen di T1. Red Bull pun meresponnya dengan memasukkan pembalap asal Belandanya itu ke pit pada akhir lap 60, berharap bisa menyalip Hamilton yang kondisi bannya mulai aus, di sisa 6 lap terakhir.

Sayang hal tersebut tidak terwujud. Hamilton menang dengan selisih waktu lebih dari 16 detik.

Lewis Hamilton, Mercedes W12, Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B

Lewis Hamilton, Mercedes W12, Max Verstappen, Red Bull Racing RB16B

Foto oleh: Zak Mauger / Motorsport Images

Penasihat Red Bull Racing dan prinsipalnya, Helmut Marko dan Christian Horner, mengaku bahwa timnya kalah saing dalam hal strategi.

Dan hal tersebut juga disetujui oleh Toto Wolff, yang menyebut bahwa Die Rotenbullen tak bisa berbuat apa-apa, walaupun memasukkan Verstappen lebih dulu di pemberhentian kedua.

"Tidak, mereka tidak akan bisa melakukannya (memasukan Verstappen ke pit lebih dulu ketimbang Hamilton). Anda tidak bisa memberikan posisi begitu saja saat Anda tahu bahwa balapan menyisakan 20 lap lagi, itu terlalu berbahaya," ujar Wolff.

"Itu sebabnya memimpin balapan itu sult. Kami mungkin akan melakukan hal yang sama jika kami berada di posisi mereka," Toto Wolff menambahkan.

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Finis P14 di GP Spanyol, Russell Senang Bukan Kepalang
Artikel berikutnya Red Bull Mutlak Butuh Perez untuk Lancarkan Strategi

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia