Toto Wolff Setuju Larangan Komunikasi Radio Prinsipal-Direktur Balap

Toto Wolff setuju kalau prinsipal tim tak boleh bicara langsung dengan direktur balap FIA F1 lewat radio komunikasi.

Dengan alasan transparansi dan sebagai salah satu strategi menggaet lebih banyak penggemar, beberapa pembicaraan lewat radio disiarkan secara langsung.

Bagi penonton tentu hal ini sangat menarik, sebab pada akhirnya mengetahui sekelumit dapur balapan jet darat, Hanya saja, pada akhirnya, beberapa malah memantik kontroversi.

Seharusnya komunikasi berlangsung antara race control, dengan direktur olahraga tim, tapi kadang prinsipal melewati batasnya. Wolff, yang merupakan bos Mercedes-AMG, dan pemimpin Red Bull Racing, Christian Horner, membajak saluran komunikasi direkturnya, Ron Meadows dan Jonathan Wheatley, dengan Direktur Balap F1 Michael Masi.

Wolff dan Horner beberapa kali mencoba memengaruhi keputusan Masi. Yang paling terlihat adalah dalam balap penutup F1 2021, GP Abu Dhabi.

Baca Juga:

Prinsipal Red Bull meminta Masi ambil keputusan untuk membersihkan mobil-mobil, yang ketinggalan lap, di depan Max Verstappen. Sedangkan, Wolff mengekspresikan perasaannya usai manuver kontroversial pembalap Belanda baru terhadap Lewis Hamilton. Sebelumnya, ia bertanya apakah tidak ada safety car ketika mobil Antonio Giovinazzi mogok di trek.

Merasa terganggu, Managing Director F1 Ross Brawn meminta agar prinsipal tim tak campur tangan lewat kanal khusus race control. Wolff sepakat dengan pendapat mantan pemilik tim Formula 1 tersebut.

“Saya setuju dengan Ross. Tapi di saat sama, saya juga menyalahkan Ross dan diri sendiri karena kami ambil bagian dalam pengambilan keputusan terkait penyiaran lebih banyak kanal, yang bertujuan transparensi dan menghibur penggemar,” ucapnya kepada Motorsport.com.

“Ada banyak yang terjadi lewat intercom, yang memberi penggemar sedikit gambara tentang drama kecil yang terjadi, seperti apakah mobil mogok, apakah kami melakukan diskusi strategi, apa dimaksudkan dengan baik. Tapi, saya kira kami melampaui batas.”

Wolff menilai sudah saatnya lebih mengontrol dirinya. Ia dan Horner perlu menyampaikan pendapat dengan lebih baik.

“Saya harus menahan diri, dan Christian juga. Kami diberi kesempatan bicara dengan direktur balap, dan karena kami berjuang sangat keras untuk kepentingan tim kami, sehingga kami semua melangkahi batas,” ia menambahkan.

“Tentu saja, itu bagian dari kegagalan tahun ini. Di bawah tekanan prinsipal tim, hidup direktur balap juga tidak lebih mudah, tentu saja.”

Michael Masi, Race Director, berjalan di trek dengan kolega dari FIA

Michael Masi, Race Director, berjalan di trek dengan kolega dari FIA

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Selain larangan komunikasi lewat radio antara prinsipal dan race control, Wolff menyarankan agar ada batasan untuk direktur olahraga.

“Kami perlu kembali lagi. Saya kira prinsipal tim seharusnya tidak bicara langsung dengan direktur balap, itu tugas direktur olahraga. Saya akan maju satu langkah dan mengatakan bahwa direktur olahraga tidak semestinya melobi direktur balap atau meningkatkan tekanan,” katanya.

“Mereka harus menunjuk situasi di mana direktur balap atau koleganya mungkin tidak menyadari, tapi tanpa lobi, tanpa tekanan.”

dibagikan
komentar

Video terkait

Daniel Ricciardo Antusias Lihat Progres Talenta Balap Australia
Artikel sebelumnya

Daniel Ricciardo Antusias Lihat Progres Talenta Balap Australia

Artikel berikutnya

Rasmussen Sudah Berikan Segalanya untuk Hentikan Opmeer

Rasmussen Sudah Berikan Segalanya untuk Hentikan Opmeer
Muat komentar