Zandvoort Dapat Izin Gelar F1 GP Belanda

Pemerintah Zandvoort memberi lampu hijau digelarnya F1 GP Belanda, 5 September mendatang. Tentu saja, ini merupakan kabar gembira bagi Formula 1 sekaligus promotor lokal.

Zandvoort Dapat Izin Gelar F1 GP Belanda

Kasus Covid-19 yang kembali meningkat membuat Formula 1 dan penyelenggara ketar-ketir. Apalagi setelah melihat pengumuman bahwa Australia menarik diri dari daftar tuan rumah F1 maupun MotoGP.

Peningkatan juga dialami pemerintah Belanda. Namun, melalui beberapa pertimbangan, akhirnya pihak Zandvoort merestui adu balap jet darat dilangsungkan di trek yang terbuka untuk penonton. GP Belanda kembali untuk pertama kali sejak 1985.

“Kehadiran Formula 1 menjanjikan tontonan menarik. Seluruh (wilayah) Zandvoort akan mendapat manfaat dari perhatian ekstra dan pengunjung yang dibawa event ini,” ujar walikota Zandvoort, David Moolenburgh.

Pemerintah setempat merilis izin dengan beberapa catatan. Penyelenggara mesti mengajukan langkah-langkah untuk mengatasi gangguan yang timbul selama pekan balapan.

Persiapan terus dilakukan sejak beberapa waktu silam, meski statusnya kala itu masih mengambang. Sirkuit direnovasi besar-besaran dipimpin Jarno Zaffelli, perancang sirkuit ternama, demi mendapatkan lisensi Grade 1 dari Federasi Otomotif Internasional (FIA).

Mereka menambahkan tribune temporer. Ada sedikit perubahan desain dengan beberapa tikungan dibentuk ulang. Yang mengalami perombakan drastis dari sudut adalah area Hugenhotzbocht (tikungan 3) dan Luyendijkbocht (tikungan 14).

Sementara, tikungan 4 dan 8 yang ikonik, menyajikan tantangan sekaligus kewaspadaan tinggi, dipertahankan. Lintasan dilapisi aspal baru. Pembatas trek pun diubah.

Baca Juga:

Hanya saja, di balik gambaran indah itu, tersiar kabar tak sedap. Gugatan hukum menanti pemilik sirkuit dari aktivis lingkungan. Mereka dituding telah merusak habitat katak puru natterjack dan kadal pasir. Pengadilan akan memutuskan kasus tersebut pada 12 Agustus atau tiga pekan sebelum GP Belanda.

“Sangat jelas sekali, selama beberapa tahun lalu, (pengelola) sirkuit telah melakukan pekerjaan tanpa izin yang diperlukan. Selain itu, pemerintah kota dan provinsi mendukung pelanggaran hukum. Pelanggaran dibiarkan tak terganggu dan tak dihukum. Toleransi yang mendorong pelanggaran itu,” kata seorang aktivis, Marc Janssen van Duinbehoud, dikutip dari Haarlems Dagblad.

Zandvoort mestinya menjadi bagian dari F1 musim lalu. Tapi mereka mengurungkan rencana karena adanya gelombang pandemi Covid-19.

 

dibagikan
komentar
F1 Tangkis Kritik soal Sistem Poin Penalti

Artikel sebelumnya

F1 Tangkis Kritik soal Sistem Poin Penalti

Artikel berikutnya

Bos Mercedes: Hamilton Netral soal Rekan Setim

Bos Mercedes: Hamilton Netral soal Rekan Setim
Muat komentar