Formula 1
R
GP Spanyol
06 Mei
Event berikutnya
65 hari
MotoGP
12 Mei
Event berikutnya
72 hari
Formula E WRC
R
Rally Sweden
11 Feb
Dibatalkan
WEC
R
Sebring
17 Mar
Dibatalkan
R
Spa-Francorchamps
29 Apr
Event berikutnya
58 hari
Selengkapnya:

Vesti: Mercedes Pantau Saya Cukup Lama

Frederik Vesti siap menghadapi musim 2021 dengan dukungan dari Mercedes. Penghuni peringkat keempat Formula 3 2020 memiliki ekspektasi tertentu ketika masuk program pembalap junior pabrikan Jerman tersebut.

dibagikan
komentar
Vesti: Mercedes Pantau Saya Cukup Lama

Pilot yang berdebut di F3 bersama Prema itu, akan memperkuat ART Grand Prix mulai musim depan. Motorsport.com menemui pemuda yang direkrut langsung oleh prinsipal Mercedes, Toto Wolff. Berikut petikan wawancaranya.

Anda masuk ke program pembalap muda Mercedes, apa benar mereka memantau Anda sejak lama?

Masuk ke program junior Mercedes merupakan kesempatan berharga bagi karier saya. Kesepakatan umumnya butuh waktu. Tim perlu melihat perkembangan saya sebagai pembalap, sementara saya harus mengerti kalau tim dapat memberi semua instrumen untuk berkembang. Sebelum tanda tangan kontrak, saya harus menunjukkan potensi saya.

Mereka mulai memantau saya sejak tiga tahun lalu, tapi awalnya mereka hanya kontak biasa. Saat saya mulai menang, kami mulai bicara dan mereka menilai bukan hanya pada momen positif tapi juga bagaimana reaksi saya dalam momen negatif.

Anda punya kans mencoba simulator Mercedes tahun ini?

Ya, ada dalam aktivitas yang diprogram. Tentu saja, komitmen prioritas dalah juara Formula 3, tapi ketika ada jeda tengah musim, saya akan pergi ke Inggris dan mulai mengenal tim serta mencoba simulator.

Anda sudah bertemu Toto Wolff?

Saya bertemu dengannya pertama kali di Jerman pada 2018. Saat itu, saya berkompetisi di Formula 4 Jerman dan akhir pekan di Hockenheim juga berlangsung balapan Formula 1. Kala itu, saya menaklukkan pole position dan menang. Dia naik ke podium untuk memberi saya trofi. Rasanya tidak nyata. Saat itu, saya paham telah melakukan segalanya untuk jadi pembalap Mercedes dan punya Toto sebagai bos.

Anda merasa tekanan atas pilihan jadi bagian dari Mercedes?

Tekanan selalu ada, sejak saya mulai membalap dengan kart, tapi bagi saya pilihan ke Mercedes tidak berarti tekanan, melainkan punya kesempatan bekerja dengan sebuah kelompok orang-orang yang sangat kompetitif dan sangat siap.

Baca Juga:

Pada 2017, Mercedes telah mengumumkan masuknya George Russell dalam program junior, membuat semua gelisah. Anda percaya kisah yang sama bisa terulang, juga dengan Anda?

Saya tak melihat (diri saya) sebagai Russell baru, saya melihat (diri saya) seperti Frederik Vesti. Mercedes menunjukkan punya instrumen penting untuk mengembangkan pembalap sebagai George atau Esteban Ocon, tapi jika Anda tidak terus berkembang maka Anda tidak siap melangkah ke Formula 1. Saya menunjukkan mampu bangkit setelah momen sulit. Saya yakin ini faktor fundamental dalam karier seorang pembalap.

Musim lalu, Anda memulai kompetisi dengan bagus lalu menderita di pertengahan musim dan kembali hebat di akhir. Anda juga satu-satunya yang menang tiga kali Race 1. Bagaimana Anda menilai musim Anda?

Saya paham tidak melakoni pekerjaan dengan sempurna. Saya harus mengakui telah memulai dengan baik, saya selalu cepat. Kemudian, di Hungaria, saya menjalani akhir pekan menakutkan yang membuat kehilangan banyak poin karena dua insiden di dua balapan.

Hal yang sama terjadi di Spanyol, di mana pada Race 1, saya terpaksa keluar karena masalah teknis dan pada Race 2, saya harus start dari belakang.

Bagaimanapun, saya tidak menganggap itu adalah momentum terburuk dalam musim saya karena hasil ini sangat tergantung pada faktor-faktor di luar kendali saya. Momen terburuk adalah akhir pekan di Silverstone. Saya tak mampu meraih hasil sama dengan yang didapatkan sebelumnya dan di sana, mereka bilang bahwa saya harus bekerja lebih keras lagi untuk naik ke podium lagi.

“Saya sangat marah, tapi ketika kami tiba di Spa, di Monza dan di Mugello, saya punya motivasi ekstra. Saya ingin menunjukkan semua agar jadi pembalap terbaik di grid dan saya yakin mampu.

Saya membayangkan target minimal untuk 2021 adalah gelar juara.

Tentu itu jadi target yang ingin saya taklukkan tapi agar bisa mencapainya, maka saya harus berkonsentrasi untuk bekerja dengan baik bersama tim baru saya, ART Grand Prix. Saya akan harus belajar untuk mengenal semua anggota skuad supaya bisa duduk di mobil dan melaju sekencang mungkin. DI saat bersamaan, kami harus maju pertandingan demi pertandingan agar dapat mengejar titel.

Anda yakin dengan format baru kompetisi, akan ada pendekatan berbeda di akhir pekan?

Ya. Kalau Anda meraih pole pada Jumat, lalu turun ke posisi ke-12 di awal Race 1. Anda perlu menemukan kompromi tepat agar tidak start jauh ke belakang dan berisiko terlibat dengan insiden yang bisa membebani kompetisi. Di sisi lain, Anda harus mencari cara agar berada di depan para pembalap yang lebih lamban untuk mendapat poin. Sungguh sulit mengatakan bagaimana mengembangkan strategi saat ini.

Pada 2019, Anda ditarik Prema pada saat-saat terakhir untuk mengganti Jehan Daruvala di Makau. Betapa sulit menghadapi akhir pekan dengan kondisi seperti itu?

Satu bulan sebelum balapan, saya baru menuntaskan tes pascamusim di Valencia, lalu berangkat ke Makau. Saya harus mengenal mobil yang sepenuhnya baru, di sebuah trek gila dengan 22 tikungan, dalam tiga sesi tes.

Jika Anda membuat kesalahan, Anda berkompromi sepanjang akhir pekan. Saya mencari kompromi yang tepat antara mendorong hingga batas dan memiliki kesabaran untuk maju serta mencoba mengesankan mereka yang tengah mengamati saya. Itu adalah akhir pekan yang sangat rumit tapi membantu saya tumbuh sebagai pembalap.

ART Grand Prix: Correa Simbol Pembalap Pemberani dan Gigih

Artikel sebelumnya

ART Grand Prix: Correa Simbol Pembalap Pemberani dan Gigih

Artikel berikutnya

Perjalanan Luar Biasa Correa untuk Kembali Balapan

Perjalanan Luar Biasa Correa untuk Kembali Balapan
Muat komentar