Komentar tiga pembalap Indonesia tentang F4 SEA

Rio Haryanto membuktikan bahwa pembalap Indonesia mampu bersaing di Kejuaraan Dunia Formula 1. Sekarang, duo bersaudara Kezia/Keanon Santoso dan Presley Martono sedang berupaya menyusul jejak Rio dengan berlaga di Formula 4 South East Asia.

Kita awali wawancara ini dengan suara dari Kezia. Sebagai seorang pembalap perempuan di dunia motorsport yang pada umumnya tidak memiliki kompetisi terpisah untuk laki-laki dan perempuan, Kezia mengemukakan pendapatnya secara terang-terangan.

"Menjadi pembalap perempuan sebenarnya sangat menyenangkan, tapi kadang-kadang orang-orang akan meremehkan Anda karenanya. Itulah sesuatu yang akan menantang saya supaya menjadi lebih baik dan membuktikan mereka salah," terang Kezia.

Kembali berlomba bersama sang saudara laki-lakinya, Keanon, Kezia juga tidak menutup-nutupi perasaan gembiranya.

"Sangat menarik untuk berkompetisi bersama saudara saya lagi, karena bukan hanya di Formula 4 tapi di karting kami juga membalap melawan satu sama lain," jelas Kezia.

Sementara itu, Keanon merasa bahwa berlomba di lintasan yang sama dengan sesama anggota keluarga tidak sama dengan bersaing melawan pembalap lain.

"Tentu ada perbedaan antara saudara perempuan dengan lawan-lawan Anda yang lain tapi saya akan mencoba menganggap semuanya sama. Pastinya saya akan lebih berhati-hati di sekitar saudara saya supaya jangan sampai menabrak dia keluar. Ada juga persaingan antarsaudara dan kadang itu memotivasi saya untuk melakukan semuanya lebih baik dari apa yang bisa saya lakukan [sekarang]," ujar Keanon.

Ketika ditanyai mengenai mobil F4, Keanon menjawab, "Cukup menakutkan, sangat berbeda dengan karting karena mobilnya besar termasuk kecepatannya dan juga [cara] start-nya."

Di sisi lain, Presley menerangkan kelebihan dan tantangan dari kejuaraan F4 SEA yang digelar untuk pertama kalinya di wilayah Asia Tenggara tahun ini.

"[Kejuaraan ini] lebih dekat ke kampung halaman dan saya bisa belajar banyak di kejuaraan ini seperti saya mengikuti kejuaraan [serupa] di Eropa," kata Presley.

"Saya rasa Formula 4 adalah langkah pertama yang bagus sebagai transisi dari karting ke single seater. Mobil-mobilnya tidak terlalu rumit dan sempurna untuk saya. Saya menyukai sistem yang mereka miliki di mana semua pembalap berada dalam satu tim yang sama jadi Anda juga bisa belajar dari pembalap-pembalap lain.

"Secara fisik, [F4 dibandingkan dengan karting] jauh lebih melelahkan karena Anda duduk di kokpit yang kadang mencapai [suhu] 50 derajat [celsius]. Anda harus lebih bekerja dengan leher dan otot-otot kaki karena harus menginjak [pedal] rem lebih keras. Saya terus mempersiapkan fisik saya supaya menjadi lebih kuat dan lebih tahan lama," terang Presley dengan penuh semangat.

Ketiga pembalap mengungkapkan perasaan serupa terkait sistem start Formula 4 yang cukup berbeda dengan gokart, di mana kini mereka juga harus bermain dengan pedal kopling yang berada di samping kiri pedal rem.

"Sangat menyenangkan ketika Anda sudah berada di grid," kata Kezia, yang ditambahkan Keanon, "Cukup melelahkan, berbeda jauh dari karting khususnya saat start. Anda menunggu lampu-lampu [start] padam dan sangat menegangkan."

Rasa gugup yang muncul saat start juga diakui oleh Presley tapi ia yakin dapat mengemudi lebih baik di balapan-balapan berikutnya.

"Saya mungkin gugup tapi setelah lampu [start] padam rasa gugup itu hilang seketika dan terasa menyenangkan. Saya tahu saya memiliki lebih banyak potensi di dalam diri saya jadi saya tidak sabar untuk kembali ke lintasan," aku Presley.

Akhir pekan ini, F4 SEA digelar di Clark International Speedway, Filipina.

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Formula 4 SEA
Pembalap Presley Martono , Kezia Santoso , Keanon Santoso
Tipe artikel Interview