Raih P3 keseluruhan, Presley senang dengan hasil konsisten di Sepang

Selalu finis di peringkat lima besar, pembalap Indonesia, Presley Martono, senang dengan hasil konsisten yang diraih di event keempat ajang Formula 4 South East Asia di Sepang, Malaysia.

Melewati paruh pertengahan musim perdana Formula 4 South East Asia Championship (F4/SEA), setiap hasil balapan akan menjadi krusial di penentuan jumlah poin superlicense FIA pada akhir musim nanti. Poin-poin superlicense itu akan menjadi bekal awal dan penting dalam jejak karier setiap pembalap muda dalam mengejar impian mereka menuju salah satu kasta tertinggi di olahraga balap, Formula 1.

Presley Martono pun sadar dengan target jangka panjang tersebut di ajang F4/SEA musim ini. Meski tidak berhasil mengulangi raihan kemenangannya seperti pada ronde sebelumnya di Sentul, ia tetap puas dapat menyelesaikan pekan balapan di Sepang dengan hasil yang konsisten.

"Sebenarnya minggu ini adalah minggu yang bagus, karena hasil balapan saya selalu konsisten," ujar Presley yang berbicara secara eksklusif kepada Motorsport.com usai event keempat F4/SEA.

"Saat di Sentul, saya sempat mengalami insiden tabrakan. Tapi di sini [Sepang], saya selalu bisa finis di lima besar.

"Jadi hasil minggu ini saya rasa berdampak baik bagi posisi saya di klasemen."

Hasil konsisten yang diraih oleh Presley pekan ini membawa dirinya ke tangga podium untuk menerima trofi peringkat ketiga keseluruhan pada event keempat F4/SEA di Sepang.

Mayoritas pembalap muda F4/SEA sebenarnya tidak terlalu asing dengan sirkuit Sepang, mengingat sirkuit tersebut telah menjadi ronde pembuka ajang ini pada bulan Agustus lalu. Saat itu, F4/SEA mendapatkan kehormatan menjadi salah satu kejuaraan pertama yang bisa menjajal hasil renovasi besar-besaran termasuk pengaspalan ulang sirkuit Sepang.

Namun, saat F4/SEA kembali ke sirkuit ini setelah tiga bulan sejak ronde pembuka itu, Presley mengungkapkan adanya perbedaan tingkat cengkeraman yang ia rasakan dari dalam mobil.

"Menurut saya, sekarang treknya terasa sedikit lebih kasar – karena sudah sering dipakai [sejak tiga bulan lalu].

"Pertama kali F4/SEA berkunjung ke Sepang, treknya benar-benar terasa mulus. Jadi sekarang, mobil-mobil F4/SEA tidak bisa sekencang seperti saat pertama kali."

Pembalap Indonesia itu kemudian juga berkomentar terkait dampak dari perubahan profil tikungan Hairpin terakhir Sepang yang sempat menjadi topik hangat di lingkaran pembalap-pembalap Formula 1.

"Dampak perubahan itu ada," kata Presley. "Karena sekarang setiap pembalap memiliki lajur balap yang berbeda-beda di tikungan itu.

"Saya lebih memilih untuk mengambil lajur yang lebih dalam, sementara pembalap-pembalap lainnya mungkin memilih lebih sedikit melebar di sana.

"Kita harus memiliki perasaan yang bagus, karena jika salah, kita dapat melintir di tikungan itu atau justru masuk ke rumput."

Setelah kunjungan yang kedua kalinya di Sepang, F4/SEA akan mengunjungi sirkuit baru untuk ronde berikutnya. Buriram International Circuit di Thailand, akan menjadi tuan rumah event kelima ajang open-wheel terbesar di Asia Tenggara itu yang akan digelar pada tanggal 6 hingga 8 Januari 2017 mendatang.

 

 

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan Formula 4 SEA
Event Sepang II
Trek Sepang International Circuit
Pembalap Presley Martono
Tipe artikel Breaking news