Masalah kopling, akan ada "kekacauan besar" di F2 Monako

dibagikan
komentar
Masalah kopling, akan ada
David Gruz
Oleh: David Gruz
Co-author: Valentin Khorounzhiy
2 Mei 2018 13.55

Sejumlah pembalap Formula 2 menyebut masalah kopling membuat prosesi start menjadi berbahaya, dan ada kekhawatiran terjadinya kekacauan di Monako.

Start action, Nicholas Latifi, DAMS, leads Ralph Boschung, MP Motorsport

F2 memperkenalkan mobil generasi terbaru di 2018. Tapi dua ronde pertama diwarnai masalah kopling, akibatnya banyak pembalap mengalami stall saat berusaha keluar dari kotak grid.

Masalah yang terjadi pada ronde pembuka di Bahrain membuat sejumlah pembalap berkata bahwa prosedur start sudah seperti "perjudian".

Tak kunjung membaik dan bisa dibilang justru semakin parah, tercatat sebanyak empat pembalap mengalami stall saat feature race di Baku, dan lima pembalap stall di sprint race keesokan harinya. Pembalap kembali mengkritik sistem kopling yang mereka sebut "sangat sensitif" dan "terasa acak".

Ketika ditanya apakah masalah kopling bisa menjadi bahaya yang lebih besar, pemuncak klasemen, Lando Norris berkata kepada Motorsport.com: "Ya! Banyak yang mengalami stall, di kiri, di kanan, jadi banyak pembalap berusaha menghindar ke segala arah.

"Siapa tau nanti akan ada pembalap yang start dari posisi belakang, melaju dalam kecepatan tinggi, dan tidak bisa menghindar. Akan ada kecelakaan parah."

Hal itu dibenarkan oleh pembalap junior Renault F1, Jack Aitken, yang mengalami stall di kedua balapan Baku.

"Dari belakang memang cukup menakutkan. Saya juga berbicara soal ini dengan Louis Deletraz, dan dia mengatakan hal yang sama [bahwa ini merupakan masalah keselamatan]," ungkap Aitken kepada Motorsport.com.

"Kita juga tidak ingin gelar juara ditentukan oleh masalah seperti ini, masalah teknis."

Alex Albon berkata dirinya sudah "tiga kali mengalami start buruk" di 2018 sejauh ini. Pembalap Thailand itu berhasil memenangi feature race setelah melakukan start yang baik.

Menurutnya masalah yang terjadi di Bahrain dan Baku tidak menimbulkan kehebohan karena trek yang lebar memberikan pembalap cukup ruang untuk menghindar. Tapi ia khawatir akan ada "kekacauan" di trek yang jauh lebih sempit seperti Monako.

"Sejauh ini kita sudah mengunjungi Bahrain dan Baku, dua sirkuit terlebar di kalender," ujar Albon. "Bayangkan jika masalah ini terjadi di Monako. Akan ada kekacauan besar."

Ikuti Motorsport.com di:

Slider
List

Roy Nissany, Campos Racing, Arjun Maini, Trident, Sean Gelael, PREMA Racing

Roy Nissany, Campos Racing, Arjun Maini, Trident, Sean Gelael, PREMA Racing
1/10

Foto oleh: FIA Formula 2

Lando Norris, Carlin

Lando Norris, Carlin
2/10

Foto oleh: FIA Formula 2

Lando Norris, Carlin

Lando Norris, Carlin
3/10

Foto oleh: FIA Formula 2

Sean Gelael, PREMA Racing

Sean Gelael, PREMA Racing
4/10

Foto oleh: FIA Formula 2

Lando Norris, Carlin

Lando Norris, Carlin
5/10

Foto oleh: FIA Formula 2

Alexander Albon, DAMS

Alexander Albon, DAMS
6/10

Foto oleh: FIA Formula 2

Lando Norris, Carlin, Ralph Boschung, MP Motorsport

Lando Norris, Carlin, Ralph Boschung, MP Motorsport
7/10

Foto oleh: FIA Formula 2

George Russell, ART Grand Prix

George Russell, ART Grand Prix
8/10

Foto oleh: FIA Formula 2

Ralph Boschung, MP Motorsport, Lando Norris, Carlin

Ralph Boschung, MP Motorsport, Lando Norris, Carlin
9/10

Foto oleh: FIA Formula 2

Jack Aitken, ART Grand Prix

Jack Aitken, ART Grand Prix
10/10

Foto oleh: FIA Formula 2

Artikel FIA F2 berikutnya
F2 Baku: Russell menangi Sprint Race, Gelael tabrak dinding

Artikel sebelumnya

F2 Baku: Russell menangi Sprint Race, Gelael tabrak dinding

Next article

F2 Barcelona: Albon puncaki latihan, Gelael P18

F2 Barcelona: Albon puncaki latihan, Gelael P18
Load comments

Tentang artikel ini

Kejuaraan FIA F2
Event Baku
Lokasi Baku City Circuit
Pembalap Jack Aitken , Alexander Albon , Lando Norris
Tim Carlin , ART Grand Prix , DAMS
Penulis David Gruz
Tipe artikel Breaking news