Start Formula 2 disebut seperti "perjudian"

dibagikan
komentar
Start Formula 2 disebut seperti
Oleh: Jack Benyon
11 Apr 2018 12.36

Rumitnya mobil baru membuat para pembalap Formula 2 dihadapkan dengan "perjudian" start pada ronde Bahrain pekan lalu.

Lando Norris, Carlin, leads Sergio Sette Camara, Carlin and the rest of the field at the start of the race

Banyak pembalap F2 tampak kesulitan menguasai start pada ronde pembuka musim 2018 pekan lalu. Akibatnya sebagian dari mereka ada yang terjebak di grid atau memulai balapan dari posisi pit lane.

Permasalahan diyakini terletak pada pencarian titik gigit dari kopling mobil baru, dan pembalap harus membagi fokus mereka antara melepas kopling dan menginjak pedal gas.

Berbeda dari mobil generasi sebelumnya yang ditenagai mesin Naturally Aspirated (GP2/11), mobil F2 2018 diusung dengan turbocharger.

Beberapa korban dari kerumitan start ini termasuk pembalap Prema asal Indonesia, Sean Gelael, dan pembalap DAMS, Alexander Albon.

"Beberapa tim sudah mulai tahu cara mengatasi kopling baru," ungkap Albon.

"Lalu ada tim lain yang masih kesulitan, seperti kami, ART, dan Prema. Ini hampir bisa dibilang seperti perjudian. Antara kami mengalami stall, atau justru melintir. Jika saya kehilangan enam atau tujuh posisi di setiap start, ini akan menjadi musim yang panjang."

Pembalap Carlin, Lando Norris, yang memenangi feature race dan mengeksekusi dua start bagus di ronde Bahrain, yakin bahwa presisi tinggi dibutuhkan untuk bisa mendapat start yang sempurna.

"Kami telah bekerja lebih keras dibanding tim lain soal cara start," ucap pembalap cadangan tim F1 McLaren itu.

"Kami sudah bisa lebih presisi agar mendapatkan start yang bagus. Sementara yang lain sepertinya masih kesulitan."

Juara bertahan GP3 dan pembalap ART, George Russell, dua kali mengalami masalah start. Pertama pada feature race ia mengalami wheel-spin saat meluncur, dan kemudian di sprint race ia justru tidak bisa meninggalkan kotak grid.

"Kesalahan pembalap, itulah yang terjadi," ungkap Russell yang juga merupakan pembalap junior Mercedes.

"Lima atau enam pembalap stall pada race kedua, dan sedikitnya dua pembalap [di feature race]. Mobil sangat sulit untuk meluncur, bahkan saat di pit lane sekalipun.

"Kopling sangat sensitif. Jendela operasinya sangat kecil, yang berarti pembalap harus benar-benar akurat dalam mengatur kopling mereka."

Laporan tambahan oleh Oleg Karpov dan Scott Mitchell 

Ikuti Motorsport.com di:

Slider
List

Sean Gelael, PREMA Racing

Sean Gelael, PREMA Racing
1/10

Foto oleh: FIA Formula 2

Aksi start

Aksi start
2/10

Foto oleh: FIA Formula 2

Aksi start

Aksi start
3/10

Foto oleh: FIA Formula 2

Alexander Albon, DAMS

Alexander Albon, DAMS
4/10

Foto oleh: FIA Formula 2

Aksi start

Aksi start
5/10

Foto oleh: FIA Formula 2

Luca Ghiotto, Campos Vexatec Racing, Lando Norris, Carlin

Luca Ghiotto, Campos Vexatec Racing, Lando Norris, Carlin
6/10

Foto oleh: FIA Formula 2

Alexander Albon, DAMS

Alexander Albon, DAMS
7/10

Foto oleh: FIA Formula 2

Sean Gelael, PREMA Racing

Sean Gelael, PREMA Racing
8/10

Foto oleh: FIA Formula 2

Lando Norris, Carlin

Lando Norris, Carlin
9/10

Foto oleh: FIA Formula 2

Sean Gelael, PREMA Racing

Sean Gelael, PREMA Racing
10/10

Foto oleh: FIA Formula 2

Artikel FIA F2 berikutnya
F2 Bahrain: Markelov juara sprint race, Gelael turun 14 posisi

Artikel sebelumnya

F2 Bahrain: Markelov juara sprint race, Gelael turun 14 posisi

Next article

Norris: Mengalahkan Prema adalah "pencapaian besar"

Norris: Mengalahkan Prema adalah "pencapaian besar"
Load comments

Tentang artikel ini

Kejuaraan FIA F2
Pembalap George Russell , Alexander Albon , Lando Norris
Penulis Jack Benyon
Tipe artikel Breaking news