Bos tim GP2: Lompat langsung ke F1 ancam eksistensi GP2

Bos tim Russian Time, Svetlana Strelnikova, menganggap fenomena pembalap muda melompati ajang GP2 dan langsung naik ke F1 dapat mengancam eksistensi kejuaraan tersebut di masa depan.

Max Verstappen dan Lance Stroll, keduanya berhasil naik ke Formula 1 langsung dari ajang balap Formula 3. Sementara beberapa pembalap lainnya berhasil naik ke ajang 'jet darat' melalui kejuaraan GP3, yang sebenarnya dibuat sebagai kejuaraan pengumpan ke GP2.

Strelnikova, yang timnya berhasil menjadi juara umum di musim GP2 perdana mereka di tahun 2013, berkata bahwa fenomena yang terjadi beberapa tahun terakhir ini dapat mengancam eksistensi GP2 di masa depan.

"Sekarang banyak pembalap yang melompati GP2. Contohnya mereka langsung naik ke F1 dari Formula 3," ujar Strelnikova kepada Motorsport.com. "Hal seperti itu menyulitkan tim-tim menyusun struktur bisnis mereka. Semuanya menjadi tidak jelas untuk saat ini. Sistem seperti apa yang sedang dirancang?

"Jika banyak pembalap dapat langsung naik ke F1 dari ajang balap "kanak-kanak", apa gunanya kejuaraan-kejuaraan lain?

"Sebelum fenomena seperti ini terjadi, bertahun-tahun kita memiliki sistem yang berfungsi dengan baik – pembalap mengikuti ajang formula kecil usai berkarier di gokart, kemudian naik ke F3, kemudian kita memiliki pilihan untuk ikut di Formula 3.5 atau GP2. Lalu, jika dana sudah cukup, atau siapapun yang beruntung, maka ia dapat lulus ke F1.

"Tapi sekarang, jika banyak pembalap F1 yang datang dari F3 dan mereka melompati GP2 atau F3.5, maka akan muncul pertanyaan mengapa dua kejuaraan itu masih dibutuhkan? Formula 3.5 saja sudah dianggap terlalu mahal untuk beberapa orang, dan kami [GP2] justru lebih mahal lagi."

 

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan FIA F2
Pembalap Artem Markelov
Tim RUSSIAN TIME
Tipe artikel Breaking news