Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia
FIA F2 Bahrain

Boschung Akan Angkat Kaki dari F2 Akhir Musim Ini

Pembalap veteran Formula 2, Ralph Boschung, menegaskan bahwa ini merupakan musim terakhirnya di seri yang ia ikuti sejak 2017.

Podium: Ralph Boschung, Campos Racing

Meskipun memulai balapan F2 pertamanya enam tahun lalu, pembalap asal Swiss ini hanya berkompetisi semusim penuh. Ia mengambil bagian dalam kampanye parsial untuk Campos Racing, Trident, dan MP Motorsport selama bertahun-tahun.

Pembalap Campos ini mengatakan kepada Motorsport.com bahwa 2022 akan menjadi musim terakhirnya seandainya tidak dibekap cedera dan terpaksa absen dalam beberapa putaran.

Ia meraih kemenangan perdananya di sprint race Bahrain akhir pekan lalu, sebelum finis P2 pada feature race, Minggu. Boschung mengalami lebih banyak masa-masa sulit daripada masa-masa indah di F2, tetapi ia "sangat bangga" untuk memulai musim terakhirnya di seri ini dengan sebuah kemenangan.

Ketika ditanya apakah ini akan menjadi musim terakhirnya di seri ini, Boschung mengakui, "Ya, sudah pasti. Sejujurnya, tahun lalu adalah musim terakhir saya. Dan tentu saja dengan cedera leher, setelah saya sehat, saya berbicara dengan sponsor dan tim dan mereka semua mengatakan hal yang sama, bahwa mereka percaya saya tidak memiliki kesempatan untuk membuktikan diri sepenuhnya.

"Saya juga merasakan hal tersebut, karena kami jelas memiliki performa yang sangat baik hingga mengalami masalah pada leher, jadi itulah alasan mengapa kami mengatakan mari kita lakukan lagi tahun ini, dan ini akan menjadi yang terakhir. Jadi, ini jelas merupakan musim terakhir."

Meskipun tidak yakin dengan rencananya untuk 2024 pada tahap awal ini, Boschung mengatakan bahwa hal itu sangat bergantung pada kesuksesannya tahun ini. Jika tidak dapat membalap, pembalap Swiss akan mempertimbangkan untuk masuk ke dunia manajemen.

Ia juga menyatakan ketertarikannya pada IndyCar dan kelas prototipe LMDh yang baru di Kejuaraan Sportscar IMSA dan Kejuaraan Ketahanan Dunia.

"Saya belum punya rencana. Saya punya beberapa ide. Saya pikir banyak hal akan bergantung pada bagaimana musim F2 saya tahun ini,” tuturnya.

Baca Juga:

"Sudah ada beberapa pintu yang terbuka, saya tidak bisa menyebutkan di mana atau dalam hal apa, tetapi ini akan sangat terkait dengan musim F2 saya, murni pada hasil.

"Dari sudut pandang pribadi, saya selalu sangat tertarik untuk, pada titik tertentu, pergi ke sisi lain dari olahraga motor. Jika saya tidak akan melanjutkan balapan karena suatu alasan tahun depan, saya akan beralih ke peran manajemen, entah itu pembalap atau tim.

"Suatu hari nanti memiliki tim adalah sesuatu yang selalu ada dalam pikiran saya. Jadi semua itu, katakanlah untuk rencana jangka panjang ada di sana.

"Namun yang jelas, saya sangat ingin terus membalap. Saya masih yakin saya masih punya beberapa tahun lagi sebagai pembalap, tapi kita lihat saja bagaimana musim ini berjalan.

"Semoga saja, jika musim ini berjalan sesuai dengan yang saya harapkan, maka saya bisa membalap dengan lebih baik lagi tahun depan."

 

Boschung mengatakan bahwa ia pernah hampir berhenti balapan pada tahun lalu ketika menderita facet syndrome, sebuah kondisi tulang belakang seperti arthritis yang dapat menyebabkan nyeri leher serius.

Pembalap Swiss berhasil meraih satu podium di Imola, finis P3 pada feature race, sebelum mulai menderita sakit leher. Ia absen tiga putaran sebelum kembali di Spa dan finis ketiga dalam sprint race.   

Ralph Boschung, Campos Racing

Ralph Boschung, Campos Racing

Photo by: Formula Motorsport Ltd

Boschung mengatakan bahwa meskipun masalah tersebut mengancam kariernya. Ia sangat beruntung karena tubuhnya bereaksi dengan baik terhadap pengobatan dan ia dapat kembali ke F2 setelah liburan musim panas.

"Saya sempat berpikir untuk berhenti, dan saat terbesar saya berpikir untuk benar-benar menyerah adalah tahun lalu saat saya mengalami cedera leher. Itu bukan karena saya tidak percaya bahwa saya tidak bisa melakukannya lagi, atau saya kehilangan motivasi, tetapi itu murni dari sudut pandang kesehatan,” ucapnya.

"Para dokter, teman-teman dekat saya, bahkan tim, mereka mengatakan oke, sekarang pada tahap ini, bahkan tidak ada gunanya untuk mengatakan jangan menyerah, karena jika saya terlalu memaksakan diri dan terus membalap saat mereka melarang, itu bisa berdampak besar pada kehidupan pribadi atau kesehatan saya di masa depan.

"Jelas, hal itu membuat Anda harus kembali menginjakkan kaki di tanah dan saya benar-benar berada di titik di mana saya menyadari bahwa saya harus benar-benar menemukan cara untuk mengatasi masalah kesehatan saya dan benar-benar melihat apakah saya masih bisa melanjutkannya.

"Saya sangat beruntung karena tubuh saya bereaksi dengan sangat baik terhadap pengobatan dan saya akhirnya mendapat lampu hijau dari dokter menjelang akhir tahun untuk dapat melanjutkan balapan."

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Feature Race F2 Bahrain: Pourchaire Tak Terbendung
Artikel berikutnya F2 Arab Saudi: Martins Klaim Pole Position Perdana

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia