Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia

Cem Bolukbasi Contoh Bagus bagi Pembalap Simulator

Lando Norris menilai Cem Bolukbasi merupakan contoh pembalap simulator yang baik, lantaran mampu menembus ke ajang balap di dunia nyata.

Cem Bolukbasi

Pembalap simulator, Cem Bolukbasi, telah mewujudkan impiannya untuk menjadi driver di dunia nyata. Ia akan memperkuat Charouz Racing System di Formula 2 2022.

Bolukbasi merupakan pembalap simulator yang kerap turun di ajang esport dunia seperti F1 Esports. Ia sempat memperkuat AlphaTauri pada musim 2018 dan 2019.

Performa gemilang telah diperlihatkannya saat mengikuti F1 Esports 2018. Bolukbasi finis di zona poin sebanyak empat kali, dengan hasil terbaiknya posisi keempat dalam balapan virtual GP Inggris.

Pada 2019, ia kesulitan bersaing memperebutkan poin, walau tercatat dua kali membukukan poin, yakni dua kali finis kesembilan di GP Kanada serta GP Inggris.

Setelah konsisten menekuni esport, Bolukbasi akhirnya mendapatkan kesempatan untuk melakoni sesi tes di Abu Dhabi bersama Van Amersfoort Racing.

Terkesan dengan performanya, sang pembalap muda asal Turki direkrut oleh Charouz Racing System untuk turun di kejuaraan Formula 2 tahun ini.

Melihat kesuksesan Bolukbasi, Norris yang sempat menjajal balapan virtual pada awal pandemi merebak, menilai bahwa sosok driver itu merupakan seorang sim racer yang baik.

Baca Juga:

Norris bahkan yakin akan ada lebih banyak pembalap simulator lain yang segera mengisi grid balapan dunia nyata di masa depan.

"Yang pasti kita akan melihat lebih banyak pembalap esport yang turun di balapan dunia nyata," ujar pembalap McLaren tersebut. 

"Saya tahu kualitas Cem Bolukbasi. Ia berada di level yang berbeda. Saya tahu karena sudah pernah balapan dengannya. Dia bukan sekadar pembalap simulator yang akhirnya naik ke balapan dunia nyata.

"Dia lebih dari itu. Dan saya rasa ini adalah awal mula kita melihat pembalap-pembalap simulator meramaikan grid dunia nyata, karena pembalap simulator itu selalu berkembang, selalu berevolusi."

Jika berbicara soal pembalap simulator yang telah menjajal mobil balap dunia nyata, ada segudang nama yang bisa disebutkan.

Sebut saja Frederik Rasmussen, yang memperkuat Red Bull Racing di F1 Esports, sempat menjalani tes di Formula E setelah menjuarai Formula E: Accelerate 2021.

Kemudian, sim racer Mercedes, Jarno Opmeer, dan eks pembalap simulator Aston Martin, Lucas Blakeley. Mereka baru-baru ini mengalahkan Sebastian Vettel dan Mick Schumacher di Race of Champions kategori Nations Cup.

 

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Eks Pembalap F1 Siap Teruskan Warisan Tim Elite F2 DAMS
Artikel berikutnya Richard Verschoor Ditarik Trident, Grid F2 2022 Lengkap

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia