Difavoritkan Juara F2, Shwartzman Tetap Tenang

Dijagokan menguasai Kejuaraan FIA Formula 2 tidak membuat Robert Shwartzman tertekan.

Difavoritkan Juara F2, Shwartzman Tetap Tenang

Naiknya beberapa pembalap FIA Formula 2 2020 ke Kejuraan Dunia Formula 1 musim ini membuat semua mata tertuju pada para pembalap senior ajang yang hanya satu level di bawah F1 itu. Salah satu yang bakal disorot tentu saja Robert Shwartzman.

Shwartzman finis di posisi keempat klasemen akhir Formula 2. Tiga pembalap di atasnya: Mick Schumacher, Callum Ilott, Yuki Tsunoda, dan Nikita Mazepin, sudah ke F1. Kecuali Ilott yang menjadi pembalap penguji, tiga lainnya berstatus pembalap tetap.

Melihat posisi klasemen akhir musim lalu, memang wajar bila Shwartzman dijagokan mampu menjuarai Formula 2 musim ini. Selain berpengalaman, pembalap asal Rusia itu juga masih akan membela Tim Prema Racing.

Selain itu, Shwartzman musim lalu mampu memenangi empat race di F2. Jumlah itu dua kali lebih banyak daripada rekan setimnya, Mick Schumacher, yang akhirnya juara.

Melihat statistik di atas dan pengalamannya, wajar jika anggota Ferrari Driver Academy (FDA) yang masih berusia 21 tahun itu difavoritkan mampu menjuarai F2 musim 2021 ini.

Kendati dijagokan juara, Shwartzman mengaku tidak merasa menjadi tambahan beban baginya. Menjelang lomba pembuka di Bahrain, akhir pekan ini (26-28/3/2021), Shwartzman menegaskan dirinya tidak tertekan. Ia juga takkan terfokus pada satu lomba.

“Tahun ini kami semua start dari nol. Ini tahun kedua saya (di Formula 2) dan saya sudah memiliki pengalaman dri tahun lalu. Namun ini tidak membuat saya menjadi lebih tertekan. Tidak sama sekali,” tutur Shwartzman.

“Tahun ini pasti akan sangat berat. Tidak peduli di peringkat ke berapa saya finis tahun lalu. Yang terpenting adalah di mana posisi finis kami tahun ini.

“Saya sama sekali tidak terbeban, jujur. Ini akan menjadi musim baru bagi semua dan saya hanya ingin menikmatinya.”

Baca Juga:

Meskipun banyak yang memuji performa dan hasil akhirnya di F2 musim lalu, Shwartzman mengakui tidak puas dengan torehan tahun lalu. Shwartzman ingin performa yang lebih komplet di F2 2021 ini.

“Tahun lalu tidak buruk. Namun, saya kira cukup positif bagi seorang rookie seperti saya. Tidak jelek tetapi saya benar-benar tidak puas dengan bagaimana musim berlangsung,” kata Shwartzman.

Robert Shwartzman menjelaskan, salah satu kekecewaannya musim lalu adalah ia merasa seharusnya mampu melakukan pekerjaan yang lebih baik. Paling tidak bertarung ketat untuk merebut gelar sampai lomba terakhir.

“Namun, ada sesuatu yang salah dan kami akhirnya kehilangan beberapa lomba dan poin. Saya berharap tahun ini bisa menyatukan semuanya untuk mendapatkan hasil akhir yang bagus di klasemen,” ucap Robert Shwartzman.

Robert Shwartzman juga mengakui wafatnya sang ayah, Mikhail, karena Covid-19 sangat memukulnya. Sang ayah adalah orang yang memberikan pengaruh besar dalam kariernya selama ini.

“Kehilangan ayah sungguh menyakitkan bagi saya. Saya merasa semua hal positif dalam diri saya hilang. Saya akui sangat terpukul saat ayah wafat,” ujar Robert Shwartzman.

FIA Formula 2 2021 akan dimulai pada Jumat (26/3/2021) dengan 45 menit sesi latihan bebas (Free Practice/FP) untuk kemudian debut format kualifikasi baru yang 10 besar hasilnya akan dibalik untuk lomba pertama pada Sabtu (27/3/2021).

dibagikan
komentar
Bos F2 Tak Mau Lihat Tim-tim Melakukan Hal Konyol

Artikel sebelumnya

Bos F2 Tak Mau Lihat Tim-tim Melakukan Hal Konyol

Artikel berikutnya

Jelang Debut di Formula 2, Pourchaire Perlu Banyak Belajar

Jelang Debut di Formula 2, Pourchaire Perlu Banyak Belajar
Muat komentar