Drama di Race 1, Leclerc: “Momen paling mengecewakan dalam karier saya"

Pembalap junior Ferrari, Charles Leclerc menjelaskan jika kegagalan ia mencapai garis finis dalam balapan pertama Formula 2 di Monako, adalah “momen paling mengecewakan” dalam kariernya sejauh ini.

Drama di Race 1, Leclerc: “Momen paling mengecewakan dalam karier saya"
Charles Leclerc, PREMA Powerteam
Charles Leclerc, PREMA Powerteam
Charles Leclerc, PREMA Racing
Charles Leclerc, PREMA Powerteam leads Alexander Albon, ART Grand Prix
Charles Leclerc, PREMA Racing
Charles Leclerc, PREMA Powerteam, leads Alexander Albon, ART Grand Prix at the start of the race
Charles Leclerc, PREMA Powerteam

Leclerc, yang pertama kali menjalani balapan kandang untuk pertama kalinya – memimpin paruh pertama balapan setelah start dari posisi pole.

Setelah terjadi insiden antara Robert Visoiu dan Louis Deletraz di tikungan Mirabeau, Leclerc memutuskan untuk pit namun turun ke posisi keempat karena saftey car sempat tertunda masuk ke lintasan.

Itu berarti Oliver Rowland, Artem Markelov dan Nobuharu Matsushita bisa mengambil keuntungan dari Leclerc dan berada didepannya setelah mereka masuk pit satu lap kemudian.

Akhirnya balapan Leclerc harus berakhir tepat setelah restart karena suspensi depan bagian kiri mobilnya rusak saat melakukan pit stop.

"Saya pikir ini adalah momen paling mengecewakan sepanjang karir saya, saat membalap di Monaco untuk pertama kalinya," ujar Leclerc kepada Motorsport.com.

“Pekan ini berjalan dengan sempurna hingga kejadian tersebut – kami mencetak waktu tercepat di latihan bebas juga di kualifikasi, kami memimin balapan dan laju mobil sangat baik.

"Berada di depan semua orang yang saya kenal di Monako, sungguh menakjubkan bisa menunjukkan hal ini dan tampil di depan saat balapan.

"Kemudian kami mengalami nasib buruk saat safety car kedua muncul dan kemudian, harus keluar dari balapan karena bagian kiri [suspensi] depan rusak terasa sangat mengecewakan.

Saat ditanya apakah menyenggol pagar pembatas atau menghajar kerb terlalu keras menjadi penyebab kerusakan pada suspensi mobilnya, Leclerc mengkonfirmasi bahwa kerusakan tersebut terjadi sesaat setelah melakukan pit stop.

Ia berkata: "Kami tidak tahu persis penyebabnya, tapi saya pikir komponen ini mungkin sudah sedikit retak, dan saat pit stop, mungkin terlalu banyak getaran saat kru memasang ban kembali.

"Kami duga disanalah komponen ini menjadi rusak."

Leclerc masih menduduki posisi teratas klasemen pembalap F2 menuju sprint race yang akan digelar pada malam ini, namun keunggulannya dalam klasemen pembalap harus terpangkas menjadi tiga poin dengan Rowland di posisi kedua.

Pembalap Monako ini, yang akan memulai balapan kedua dari posisi ke-17 di grid, menuturkan jika ia tidak akan mengambil resiko besar untuk menghindari hukuman penalti pada seri berikutnya di Baku.

"Tentu akan sangat sulit untuk bisa kembali ke posisi terdepan - bahkan ketika tidak ada pitstop dalam sprint race – semua aksi salip menyalip terjadi ketika seseorang mengalami kecelakaan atau mengambil risiko," katanya.

"Saya akan mencoba mengambil beberapa risiko, tapi di sisi lain saya tidak ingin mengambil terlalu banyak dan mendapatkan penalti untuk balapan berikutnya, yang pasti akan memalukan.

"Jika kita bisa mencetak satu atau dua poin pada hari ini akan sangat menakjubkan. Kami akan mencoba dan mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik, tapi hal ini tidak akan mudah. ​​"

dibagikan
komentar
Menang di Monako, Rowland: Leclerc kurang beruntung

Artikel sebelumnya

Menang di Monako, Rowland: Leclerc kurang beruntung

Artikel berikutnya

F2 Monako: De Vries dominasi Sprint Race, Gelael finis P12

F2 Monako: De Vries dominasi Sprint Race, Gelael finis P12
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan FIA F2
Event Monako
Lokasi Monte Carlo
Pembalap Charles Leclerc
Tim Prema Powerteam
Penulis Alex Kalinauckas