Felipe Drugovich dan Gelar Underdog yang Salah Alamat

Felipe Drugovich akan memulai musim keduanya balapan di Formula 2 tahun ini. Ia sekarang memiliki tujuan dan motivasi yang berbeda.

Felipe Drugovich dan Gelar Underdog yang Salah Alamat

Disebut-sebut sebagai pembalap yang mengejutkan banyak pihak pada musim 2020, Felipe Drugovich sebenarnya tak patut dinilai sebagai kuda hitam.

Menampilkan performa yang solid pada musim perdananya balapan di kelas penunjang F1, hal tersebut sebenarnya sudah menjadi hal yang biasa bagi Drugovich.

Pasalnya, ia juga memiliki jumlah gelar juara hampir sama dengan Mick Schumacher, Callum Ilott, Robert Shwartzman dan Guanyu Zhou, sebelum naik ke Formula 2.

Yang membuat banyak orang terkejut, dan namanya tidak sebesar rival-rivalnya di atas adalah karena Drugovich tidak terafiliasi dengan tim-tim Formula 1.

Schumacher, Ilott, Shwartzman adalah pembalap binaan Ferrari. Zhou merupakan jebolan akademi Renault, yang sekarang berubah menjadi Alpine.

Baca Juga:

Pembalap F2 yang baru promosi ke F1 lainnya, Yuki Tsunoda, merupakan pembalap Red Bull Junior, serta mendapatkan dukungan besar dari Honda yang merupakan pabrikan mesin asal Jepang.

Sementara Drugovich? Pembalap asal Brasil itu sama sekali tidak memiliki hubungan dengan tim-tim Formula 1. Bahkan, pada saat memenangi feature race ronde 11 di Sakhir, ia mengatakan tim-tim jet darat perlu memantau perkembangannya.

Pada musim 2021, ia pun belum juga dilirik oleh tim F1, bahkan oleh program akademinya sekalipun. Tampil gemilang di atas lintasan, status underdog yang disematkan ke dalam dirinya musim lalu mungkin salah alamat.

Setelah mengoleksi empat podium dan tiga kemenangan musim lalu, kini Drugovich menjelma menjadi pesaing gelar juara musim 2021.

Pembalap 20 tahun ini pun mengaku ingin segera menghilangkan label kuda hitam yang melekat kepadanya di musim ini.

"Di motorsport, penampilan Anda akan selalu dibandingkan dengan balapan terakhir Anda," ujarnya.

"Jujur saja, tahun lalu merupakan tahun yang cukup buruk. Sebagai tim, kami belum begitu baik. Saya tidak belajar banyak di atas lintasan.

"Tapi, di luar lintasan, saya belajar bagaimana cara mengontrol emosi dan mental. Saya pikir semuanya terjadi karena memiliki suatu alasan tersendiri."

Felipe Drugovich, Uni-Virtuosi

Felipe Drugovich, Uni-Virtuosi

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Wajar jika Drugovich mendeskripsikan musim perdananya di Formula 2, yang mana dirinya berhasil meraih peringkat kesembilan, sebagai musim yang buruk.

Pembalap yang dijuluki "Anak Naga" ini memang merupakan pembalap yang terbiasa menang. Sebelum balapan di F2, ia menjuarai ajang MRF Challenge Formula 2000 pada 2017/2018, Euroformula Open dan Formula 3 Spanyol pada 2018.

"Banyak orang yang tidak mengingat musim balap saya di 2017 dan 2018. Mereka hanya ingat musim lalu," ujar pembalap yang sekarang akan membela UNI-Virtuosi itu.

"Jadi saya ingin menunjukkan mampu melaju cepat. Saya ingin memamerkan kemampuan saat berada di tim yang tepat, dengan mobil yang tepat pula," ujar Felipe Drugovich.

dibagikan
komentar
Tiga Orang Berpengaruh dalam Karier Piastri

Artikel sebelumnya

Tiga Orang Berpengaruh dalam Karier Piastri

Artikel berikutnya

Tes F2 Barcelona: Lundgaard Pimpin Hari Pertama

Tes F2 Barcelona: Lundgaard Pimpin Hari Pertama
Muat komentar