Russell: Manuver de Vries “benar-benar bodoh”

Pembalap junior tim Formula 1 Mercedes, George Russell, tidak senang dengan manuver Nyck de Vries saat bertarung memperebutkan posisi pertama di feature race Formula 2 Baku.

George Russell, ART Grand Prix
George Russell, ART Grand Prix

Russell sedang memimpin balapan F2 di sirkuit jalan raya Baku dengan keunggulan lima detik atas de Vries sebelum kecelakaan Roy Nissany membawa keluar safety car dan membuat para pembalap kembali berdekatan.

Saat restart, Russell melakukan manuver defensif terhadap de Vries, mengerem terlambat, dan cukup melebar di Tikungan 1.

De Vries dari tim Prema mencoba menerobos dari sisi dalam tapi roda mobilnya terkunci dan menghalangi lajur Russell hingga pembalap ART itu sempat terjebak menghadap dinding pembatas.

Insiden dengan rekan setim Sean Gelael tersebut membuat Russell gagal mendulang poin dengan finis P12.

"Kecepatannya lebih tinggi dari biasanya, ada banyak slipstreaming, zona pengereman yang besar, dan banyak orang hanya salah perhitungan," kata Russell kepada Motorsport.com.

“Anda melihat de Vries mencoba menyalip dari sisi dalam, itu sungguh benar-benar bodoh, mengingat saya sudah menahan serangan, dan ini adalah sirkuit jalanan tanpa [banyak] grip.

“Saya mengerem agak dalam, itu tidak diragukan lagi, tapi saya tahu ada run-off yang bagus di sana dan saya tak masalah mengerem dalam-dalam. Hanya saja, de Vries di belakang saya mengerem lebih dalam padahal saya sudah mencapai batas.

"Dia benar-benar salah memperhitungkannya dan Anda lihat konsekuensinya. Saya sangat yakin saya bisa melewati tikungan itu jika dia tidak ada di sana.”

Sementara itu, de Vries mengakui bahwa ia terlalu menginginkan kemenangan ketika menyerang Russell.

"Jelas safety car membuat semua pembalap berdekatan dan saya mendapat [re]start yang bagus," terang pembalap Belanda itu yang akhirnya tersingkir dengan kerusakan suspensi.

“Saya berada di slipstream [dari Russell], dan saya pikir saya terlalu menginginkan [kemenangan], ban dan rem tidak siap untuk itu, saya mengunci roda, melaju lurus, dan hanya itu saja.”

Meskipun gagal mencetak poin, Russell mengaku “bangga” atas penampilannya setelah mencetak lap tercepat lebih kencang satu detik daripada saingan terdekatnya.

“Saya sangat kecewa, tetapi kami jauh lebih cepat daripada yang lain,” katanya. “Saya merasa sangat bangga dengan diri saya dan tim atas apa yang kami lakukan di balapan itu.

"Saya sudah melakukan apa yang bisa saya lakukan, tim sudah melakukan semua yang bisa mereka lakukan, dan kami kehilangan kemenangan karena sesuatu di luar kendali kami.

"Kami kehilangan 27 poin hari ini tapi semuanya bisa diperebutkan  lagi besok. Kami memiliki laju untuk menang, jadi kami harus menghindari masalah dan lihat apa yang bisa kami lakukan."

Nyck De Vries, PREMA Racing

Nyck De Vries, PREMA Racing
1/10

Foto oleh: FIA Formula 2

George Russell, ART Grand Prix

George Russell, ART Grand Prix
2/10

Foto oleh: FIA Formula 2

George Russell, ART Grand Prix

George Russell, ART Grand Prix
3/10

Foto oleh: FIA Formula 2

Nyck De Vries, PREMA Racing

Nyck De Vries, PREMA Racing
4/10

Foto oleh: FIA Formula 2

Nyck De Vries, PREMA Racing

Nyck De Vries, PREMA Racing
5/10

Foto oleh: FIA Formula 2

George Russell, ART Grand Prix

George Russell, ART Grand Prix
6/10

Foto oleh: FIA Formula 2

Nyck De Vries, PREMA Racing

Nyck De Vries, PREMA Racing
7/10

Foto oleh: FIA Formula 2

George Russell, ART Grand Prix

George Russell, ART Grand Prix
8/10

Foto oleh: FIA Formula 2

George Russell, ART Grand Prix

George Russell, ART Grand Prix
9/10

Foto oleh: FIA Formula 2

Press Conference: George Russell, ART Grand Prix

Press Conference: George Russell, ART Grand Prix
10/10

Foto oleh: FIA Formula 2
Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan FIA F2
Event Baku
Trek Baku City Circuit
Pembalap Nyck de Vries , George Russell
Tim ART Grand Prix , Prema Powerteam
Tipe artikel Breaking news