Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia

Jack Doohan Bangga Kenakan Helm Spesial Persembahan untuk Ayahnya

Jack Doohan mengenakan helm berdesain khusus sebagai penghormatan terhadap sang ayah sekaligus legenda MotoGP, Mick dalam musim debutnya secara penuh di FIA Formula 2. Ia bangga melakukannya.

Jack Doohan, F2

Pembalap 19 tahun itu memperkuat Virtuosi di F2 setelah jadi runner-up FIA Formula 3 2021. Setelah meninggalkan program pembinaan Red Bull dan gabung dengan Alpine, ia pun mendapat kebebasan berekspresi.

Jadi setelah itu, Jack menggunakan helm dengan nuansa merah, biru, putih seperti motif yang dikenakan juara dunia MotoGP lima kali itu ketika masih aktif di era ’90-an.

Setelah menyelesaikan kualifikasi di posisi ketiga untuk feature race Grand Prix Arab Saudi, Doohan tersebut mengatakan, “Saya selalu punya desain itu karena alasan tertentu sejak 2019, tapi karena sebagian besar helm diambil alih sponsor, maka tempat terbatas, Anda bisa katakan.

“Jadi tahun ini, saya punya kendali penuh dalam desain helm sehingga saya bisa memanfaatkan desain ayah dan melanjutkan warisan itu, yang mana saya sangat banggakan.

“Saya menyukai helmnya, menyukai desainnya, menonjol, jadi sejujurnya saya tak bisa meminta apa-apa lagi.”

Baca Juga:
Mick Doohan, Repsol Honda

Mick Doohan, Repsol Honda

Photo by: Gold and Goose / Motorsport Images

Ketika ditanya bagaimana ekspresi Mick ketika anaknya menggunakan desain yang sama, Jack menjawab, “Dia tidak bilang apa-apa, tapi ketika saya berpikir untuk ganti warna dan desain berbeda, saya juga punya opsi hitam, biru dan putih, dia seperti, ‘Oh, Anda tahu, merah, putih, akan sangat menonjol.’

“Jadi saya yakin, dia tidak mengatakan itu, tapi jauh di lubuk hatinya, dia menyukai warna dan desain OG.”

Seharusnya, Doohan start dari urutan ketiga saat balapan Minggu. Namun kenyataan pahit harus diterima karena timnya gagal memenuhi ketentuan bahan bakar sehingga dianggap melanggar regulasi teknik. Bahan bakar masih kurang 0,8 kg dari mobil di parc ferme setelah kualifikasi.

Akibatnya, pilot Australia tersebut harus memulai balapan dari baris belakang untuk feature race dan sprint race. Sayangnya, perjuangan Doohan berakhir lebih cepat usai berbenturan dengan Logan Sargeant dalam restart safety car. Ia berusaha menebus dalam feature race dan memperoleh posisi kesembilan.

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Dennis Hauger Merasa Masih Lemah di Kualifikasi
Artikel berikutnya F2 dan FIA F3 Ingin Punya Mobil Baru Mulai 2024

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia