Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia
FIA F2 F2 Austria

Juri Vips Terima Kecaman yang Dilontarkan Formula 2

Juri Vips menerima dengan lapang dada pernyataan Formula 2 yang tidak mau memberinya kursi, usai ujaran rasialisme.

Juri Vips, Hitech GP

Semua berawal dari streaming kala ia memainkan gim bersama beberapa rekan. Pembalap Hitech itu melontarkan kata-kata rasialisme.

Nasi sudah menjadi bubur. Permintaan maaf Vips tak digubris Red Bull. Sebelum F2 Silverstone, ia diberitahu telah dicoret dari daftar pembalap tes dan cadangan tim Austria tersebut.

Kendati demikian, pembalap muda Estonia itu masih terus berlaga di F2 bersama Hitech. Keputusan tersebut tentu saja mendapat kecaman dari lingkungan Formula 2 karena mereka menjunjung keberagaman dan respek kepada siapa pun.

Menyadari kesalahannya, Vips terima dengan kritik yang menerpanya. “Saya terima itu,” ujarnya kepada Motorsport.com.

Baca Juga:

“Dengar, saya melakukan kesalahan besar. Saya menyinggung banyak orang dan mereka memang sudah sepantasnya mengatakan hal-hal seperti itu. Dengan kerendahan hati, saya berterima kasih kepada Hitech yang memberikan kesempatan kedua.

“Namun, sekarang, tujuan utama saya adalah lanjut dengan musim dan memberikan hasil bagus. Utamanya menjadi orang yang lebih baik dan menunjukkan kepada setiap orang, bahwa saya sudah belajar dari kejadian ini.”

Kabar melegakan diterima Vips beberapa hari terakhir. Red Bull mengklarifikasi hanya memutus kontraknya sebagai pembalap tes dan cadangan.

Namun, ia masih berstatus sebagai anggota Red Bull junior. Pengumumuman disampaikan dalam akun Twitter, “Kami mendukungnya dalam masa transisi jauh dari peran dengan Oracle Red Bull Racing.”

Juri Vips, Hitech GP

Juri Vips, Hitech GP

Photo by: Red Bull Content Pool

Ketika ditanya kenapa mengenakan kostum balap Hitech, alih-alih yang tersemat logo Red Bull sebagai sponsor utama, Vips menolak berkomentar.

Sementara itu, bos Hitech, Oliver Oakes tak peduli terseret dalam pusaran kontroversi. Menurutnya, pemuda 21 tahun itu pantas diberi kesempatan. Apalagi prestasinya cukup baik musim ini, dengan tiga podium.

“Saya membuat keputusan untuk Juri mempertahankan kursinya di F2 bersama Hitech hingga akhir musim ini. Pilihan ini kami perdebatkan dengan serius,” ia menandaskan.

“Dengan mengizinkannya menyelesaikan musim dengan Hitech, ada kesempatan dengannya untuk menunjukkan diri, melalui aksinya. Dia tipe orang seperti itu.

“Saya harus menjelaskan itu bahwa saya kira bahasa yang diucapkannya tidak bisa diterima, tapi saya memilih untuk memberinya kesempatan untuk menebus kesalahan sendiri.”

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Hasil Kualifikasi F2 Austria: Banjir Track Limit, Vesti Sabet Pole
Artikel berikutnya Hasil Sprint Race F2 Austria: Dominan, Armstrong Redam Pourchaire

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia