Kolom Leclerc: Kemenangan Barcelona jadi awal sempurna di F2

dibagikan
komentar
Kolom Leclerc: Kemenangan Barcelona jadi awal sempurna di F2
Charles Leclerc
Oleh: Charles Leclerc
17 Mei 2017 07.46

Kolumnis Motorsport.com, Charles Leclerc, melihat kembali penampilannya pada seri kedua Formula 2 di Barcelona.

Charles Leclerc, PREMA Powerteam
Charles Leclerc, PREMA Racing
Charles Leclerc, PREMA Racing
Charles Leclerc, PREMA Racing
Charles Leclerc, PREMA Powerteam
Charles Leclerc, PREMA Powerteam
Charles Leclerc, PREMA Powerteam
The grid girl of Charles Leclerc, PREMA Powerteam
Charles Leclerc, PREMA Powerteam
Charles Leclerc, PREMA Powerteam leads Luca Ghiotto, RUSSIAN TIME
Charles Leclerc, PREMA Powerteam
Charles Leclerc, PREMA Powerteam wins the race
Race winner Charles Leclerc, PREMA Powerteam
Alexander Albon, ART Grand Prix leading Charles Leclerc, PREMA Powerteam
Charles Leclerc, PREMA Powerteam, Artem Markelov, RUSSIAN TIME
Podium: race winner Charles Leclerc, PREMA Powerteam

Bagi saya, seri kedua Formula 2 di Barcelona berjalan lebih baik dibandingkan Bahrain. Kemenangan saya di Bahrain sebagian besar karena pilihan strategi, tapi di Barcelona, saya percaya kami telah meraih kemajuan besar.

Hasil sesi latihan pembuka bisa dibilang cukup aneh. Saya dan Alex Albon unggul setengah detik di depan pembalap-pembalap lain. Padahal saya tidak mencetak waktu yang sempurna, begitu juga dengan Albon. Jadi menjelang kualifikasi, kami tahu persaingan akan berjalan keras.

Dan benar saja, saya tidak mampu naik ke posisi atas pada percobaan pole pertama saya. Selain masih harus melakukan perubahan setelan, raihan waktu saya juga memang tidak begitu bagus.

Pada percobaan terakhir, saya melakukan kesalahan saat melewati Tikungan 3 – saya berada di gigi empat dan berusaha naik ke gigi lima, tapi karena mengalami oversteer, saya secara tidak sengaja justru langsung naik ke gigi enam. Kejadian itu membuat saya kehilangan waktu sekitar 0,1-0,2 detik, karena pilihan gigi yang terlalu tinggi untuk kecepatan di tikungan itu.

Jadi ketika saya melintasi bendera finis, saya benar-benar terkejut kami bisa meraih pole. Kesalahan saya memang merugikan, tapi catatan waktu saya di sektor kedua dan ketiga ternyata cukup bagus.

Laju satu putaran mobil Prema memang sangat kuat, dan saya yakin kualifikasi ada salah satu kekuatan saya.

Memang saya masih harus menyempurnakannya, tapi antara kualifikasi atau balapan, saya memilih lebih fokus pada balapan.

Masalah radio

Masuk ke grid sebelum Feature Race, kami menemui masalah radio. Saya bisa berbicara ke teknisi tim, dan mereka bisa mendengarnya, tapi saya tidak bisa mendengar mereka. Hal itu terdengar sepele, tapi di F2, di mana strategi dan pengelolaan laju adalah hal yang penting, radio menjadi alat yang krusial.

Jadi saat berada di grid, kami memutuskan untuk mengubah strategi, kami akan mencoba strategi option-prime ketimbang prime-option.

Karena perubahan tersebut dilakukan di grid, kami bersiap mengawali balapan dengan ban yang lebih dingin. Tapi ternyata semuanya berjalan baik-baik saja. Luca Ghiotto memang sempat mencoba menyalip saya di Tikungan 4, tapi ia justru melebar, jadi saya bisa melakukan manuver silang dan tetap berada di depan.

Setelah saya melakukan pit stop – yang saya rasa dilakukan terlalu awal, tapi kami tidak sempat mendiskusikannya, mobil Safety Car diturunkan. Hal tersebut merugikan pembalap yang memilih strategi prime-option. Kendati demikian, saya tetap bersiap menghadapi balapan yang sulit.

Saya harus menyalip banyak mobil, dan mencoba tidak kehilangan banyak waktu tanpa merusak kondisi ban. Tapi kami mampu mengatasinya dengan baik.

Keunggulan 26 poin

Start balapan hari Minggu tidak berjalan bagus, tapi dalam waktu yang singkat, saya bisa naik ke posisi enam di belakang Gustav Malja dan Alex Albon.

Saya tahu kami memiliki laju yang baik, jadi saya mencoba untuk tetap tenang dan terus memberikan tekanan terhadap Alex. Di saat yang sama saya juga harus menjaga kondisi ban agar kami bisa melaju cepat pada penghujung balapan.

Saya akhirnya bisa menyalip dia, dan kemudian menyalip Malja di Tikungan 5 setelah melakukan manuver yang saya pikir cukup bagus, tapi sayap depan saya nyaris menabrak bagian belakang mobilnya.

Laju saya masih cukup solid dan bahkan saya sempat berpikir mencoba masuk ke tiga besar, terutama setelah saya melihat Nicholas Latifi melakukan kesalahan. Tapi pada akhirnya saya harus puas di urutan keempat.

Kini saya memiliki keunggulan 26 poin di klasemen setelah empat balapan, hasil yang tidak pernah saya perkirakan di awal tahun. Kami yakin ini adalah awal terbaik yang bisa kami harapkan. Tapi musim masih panjang, dan kami tidak pernah berpikir persaingan akan berjalan mudah.

Di balapan, kita bisa dengan cepat beralih dari seorang pahlawan ke pecundang. Jadi saya harus tetap rendah diri dan bekerja sekeras mungkin – malah mungkin harus lebih keras dari sebelumnya. Saya masih harus membuktikan diri dan terus konsisten.

Hal yang tersulit adalah ketika banyak orang mulai berharap banyak kepada Anda. Karena jika kita tampil tidak sebagus seperti sebelumnya, maka itu akan terlihat buruk.

Di depan pendukung sendiri

Balapan berikutnya akan digelar di rumah saya, Monako, yang saya yakin akan berjalan spesial dan sangat intens. Membalap di depan keluarga dan teman-teman saya – mungkin juga beberapa guru saya – akan terasa sedikit aneh. Tekanan pasti ada, jadi saya harus tetap tenang.

Saya sudah beberapa kali melakukan putaran di simulator, dan berjalan baik-baik saja. Tapi tentunya kondisi nyata akan jauh berbeda.

Tapi saya berharap hasil yang bagus, saya memiliki rekor positif dengan sirkuit-sirkuit jalan raya  seperti Pau dan Makau. Jadi saya bertekad melanjutkannya di Monako.

Artikel FIA F2 berikutnya
F2 Barcelona: Matsushita juara Sprint Race, Gelael kembali dipenalti

Artikel sebelumnya

F2 Barcelona: Matsushita juara Sprint Race, Gelael kembali dipenalti

Next article

Visoiu resmi membalap bersama Campos Racing

Visoiu resmi membalap bersama Campos Racing
Load comments

Tentang artikel ini

Kejuaraan FIA F2
Event Barcelona
Lokasi Circuit de Barcelona-Catalunya
Pembalap Charles Leclerc
Tim Prema Powerteam
Penulis Charles Leclerc
Tipe artikel Special feature