Mengenal Skuad Red Bull Junior

Red Bull Racing menjadi salah satu tim dengan sistem pembinaan pembalap muda bagus. Siapa saja mereka dan akan turun di ajang apa musim ini?

Mengenal Skuad Red Bull Junior

Program pengembangan pembalap muda Red Bull Racing selama ini berhasil melahirkan sederet pembalap top pemenang lomba di Kejuaraan Dunia Formula 1.

Sebut saja Sebastian Vettel – juara dunia empat kali beruntun (2010, 2011, 2012, 2013) – Daniel Ricciardo, dan Max Verstappen. Nama terakhir terbilang fenomenal dan kini menjadi acuan para pembalap muda di Red Bull Junior Team.

Musim 2020, para mantan pembalap muda binaan Red Bull menorehkan prestasi fantastis. Verstappen finis ketiga di Kejuaraan Dunia Formula 1. Pierre Gasly mampu merebut kemenangan pertama di Sirkuit Monza, GP Italia.

Baca Juga:

Di level junior, Yuki Tsunoda mampu menempati peringkat ketiga Formula 2. Pada 2021, Tsunoda akan turun di F1 dengan menjadi rekan setim Gasly di AlphaTauri.

Red Bull Junior Team masih memiliki sederet pembalap muda yang siap menjadi masa depan mereka untuk F1. Siapa saja mereka dan turun di ajang apa pada musim 2021 nanti?

Juri Vips (20 tahun), asal: Estonia, Bergabung Red Junior Tim: 2018

Juri Vips juga menjadi pembalap cadangan Tim Red Bull Racing.

Juri Vips juga menjadi pembalap cadangan Tim Red Bull Racing.

Foto oleh: Steven Tee / Motorsport Images

Jika tidak ada pendemi Covid-19, ia seharusnya turun di Super Formula Jepang pada 2020. Di 2021, Vips akan turun penuh di Formula 2 bersama Tim Hitech GP.

Jack Doohan (17), Australia, 2018

Putra juara dunia balap motor lima kali, Mick Doohan, ini finis kedua di Asian Formula 3 2019/2020. Namun, Jack harus menyetor banyak uang untuk turun di F3 International dan hanya finis P26. Ia masih akan turun di F3 namun belum mendapatkan tim.

Dennis Hauger (17), Norwegia, 2018

Dennis Hauger, Hitech Grand Prix, memeriksa sebuah trek di Formula 3.

Dennis Hauger, Hitech Grand Prix, memeriksa sebuah trek di Formula 3.

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Juara Formula 4 Italia 2019 ini juga kesulitan pada musim pertamanya di Formula 3, finis di P17 klasemen akhir. Pada 2021, Hauger berharap bisa lebih baik di F3 setelah berganti tim ke Prema Racing.

Jonny Edgar (16), Inggris, 2018

Menunjukkan performa bagus di F4 Italia bersama Tim Van Amersfoort Racing dengan finis P4 dan kampiun F4 Jerman bersama tim yang sama. Akan naik ke F3 pada 2021 dengan memperkuat tim sarat pengalaman milik Trevor Carlin.

Liam Lawson (18), Australia, 2019

Liam Lawson, Hitech Grand Prix

Liam Lawson, Hitech Grand Prix

Foto oleh: Formula Motorsport Ltd

Tiga kemenangan di Formula 3, termasuk balapan terakhir di Mugello, dan finis kelima. Tidak heran bila penasihat Red Bull, Dr. Helmut Marko, meminta Lawson naik ke Formula 2 pada 2021. Ia akan mendampingi Juri Vips di Hitech GP dan turun di beberapa balapan DTM.

Jehan Daruvala (22), India, 2020

Jehan Daruvala dari Tim Carlin saat naik podium usai memenangi sprint race Formula 2 Bahrain II.

Jehan Daruvala dari Tim Carlin saat naik podium usai memenangi sprint race Formula 2 Bahrain II.

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Dua podium di empat balapan terakhir Formula 2 2020 menunjukkan Daruvala berkembang pesat. Ia masih akan memperkuat tim milik Trevor Carlin di Formula 2 2021 dan turun di Asian Formula 3 pada awal tahun.

Jak Crawford (15), Amerika Serikat, 2020

Memenangi 5 balapan dan 12 podium dari 21 races di Formula 4 Jerman 2020 untuk finis kedua di belakang Jonny Edgar. Di Italia, ia finis keenam. Crawford akan naik ke Formula 3 pada 2021 bersama Tim Hitech GP.

Ayumu Iwasa (19), Jepang, 2021

Ayumu Iwasa

Ayumu Iwasa

Setelah kemenangan di Formula 4 Prancis 2020, pada 2021 Iwasa akan turun bersama Hitech di FIA Formula 3 dan Asian Formula 3.

Arvid Lindblad (13), Inggris, 2021

Juara WSK Super Master Series 2020 ini masih akan tetap turun di gokar pada 2021.

 

dibagikan
komentar
Hitech GP Rekrut Dua Pembalap Red Bull Junior

Artikel sebelumnya

Hitech GP Rekrut Dua Pembalap Red Bull Junior

Artikel berikutnya

Zendeli: Tidak Ada Ruangan untuk Kesalahan di Formula 2

Zendeli: Tidak Ada Ruangan untuk Kesalahan di Formula 2
Muat komentar