Merasa Berbakat, Zendeli Yakin Mampu Ikuti Jejak Schumacher

Turun di FIA Formula 2 musim ini, Lirim Zendeli yakin bakat dan teknik yang dimiliki akan mengantarnya promosi ke Formula 1.

Merasa Berbakat, Zendeli Yakin Mampu Ikuti Jejak Schumacher

Musim 2020 lalu, Mick Schumacher sangat percaya diri saat bertarung ketat di Formula 2. Hasilnya, putra legenda Formula 1 Michael Schumacher itu berhasil menjadi juara dan naik ke F1. Kini, pembalap 22 tahun itu menjalani musim perdananya di F1 bersama Tim Haas.

Kini, Lirim Zendeli dan David Beckmann, dua penerus Mick Schumacher sebagai sesama pembalap asal Jerman, tengah merintis jalan mengikuti sang senior. Keduanya sudah turun di balapan pertama FIA F2 2021 di Bahrain, akhir bulan lalu.

Beckmann yang memperkuat Tim Charouz Racing System menorehkan hasil lebih baik. Dalam dua sprint race (SR), Beckmann mampu finis di P3 dan P7 untuk mengemas 12 poin. Sayang, ia tidak mendapatkan poin di balapan utama, feature race (FR), usai finis di P11.

Zendeli hanya menuai dua poin hasil mencetak fastest lap saat finis di P9 SR1. Ia tidak mampu finis di SR2 karena mengalami bocor ban dan hanya P18 di FR.

Alhasil, pembalap Tim MP Motorsport itu untuk sementara berada di peringkat ke-13 klasemen F2 2021, empat level di bawah Beckmann.

Lirim Zendeli dari Tim MP Motorsport mengungguli Christian Lundgaard (ART Grand Prix) saat bannya bocor di Sprint Race 2 lomba perdana FIA F2 2021 di Bahrain.

Lirim Zendeli dari Tim MP Motorsport mengungguli Christian Lundgaard (ART Grand Prix) saat bannya bocor di Sprint Race 2 lomba perdana FIA F2 2021 di Bahrain.

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

“Tim yang baik akan mampu konsisten naik ke posisi 10 besar. Musim lalu MP kurang konsisten. Namun, MP sudah membuktikan mampu merebut pole position dan bahkan memenangi beberapa balapan. Itu pertanda bagus,” ucap Zendeli.

Pembalap 21 tahun tersebut musim lalu turun di FIA Formula 3 bersama Tim Trident. Finis di P8 klasemen akhir, Zendeli sempat kesulitan untuk promosi ke Formula 2 karena sangat mengandalkan sponsor, yang juga kesulitan karena efek pandemi Covid-19.

Kesulitan sponsor sebelumnya juga pernah dialami pembalap berdarah Jerman-Albania-Makedonia itu. Pada 2019, Zendeli sempat bingung bisa melanjutkan karier atau tidak kendati statusnya juara ADAC Formula 4 (F4 Jerman) 2018. Faktanya, Zendeli mampu promosi ke F3 pada 2019 dan 2020.

Untuk F2 sendiri, pembalap harus menyiapkan bujet hingga tujuh digit dalam mata uang euro. Untuk tim F2 elite, kabarnya pembalap harus menyetor hingga 2,5 juta euro (sekira Rp42,8 miliar) untuk semusim.

Baca Juga:

Kendati begitu, Lirim Zendeli yakin pada akhirnya semua bergantung pada teknik dan bakat pembalap. Tanpa bermaksud menyombongkan diri, Lirim Zendeli menyebut dirinya lebih baik ketimbang beberapa pembalap lain yang hanya mengandalkan uang.

“Saya ingin membuktikan bila bakat dan teknik yang berperan paling penting dalam balapan. Saya sudah sejauh ini berkarier dan Formula 2 hanya setingkat di bawah Formula 1. Jadi, saya tidak akan pernah menyerah,” tutur Lirim Zendeli.

Lirim Zendeli boleh saja berambisi mampu menembus Formula 1 dengan berbekal kemampuan. Tetapi, paling tidak ia harus membuktikan dulu seberapa jauh kemampuannya menandingi sejumlah pembalap tes dan cadangan F1 yang musim ini turun di F2.  

 

 

dibagikan
komentar
Bos F2 Klaim Format Baru Sangat Sukses

Artikel sebelumnya

Bos F2 Klaim Format Baru Sangat Sukses

Artikel berikutnya

Pourchaire Tertekan Dapat Pole Position

Pourchaire Tertekan Dapat Pole Position
Muat komentar