Schumacher tak ingin terburu-buru balap F1

Mick Schumacher merasa masih ada pekerjaan yang harus ia selesaikan agar bisa sepenuhnya siap ketika mendapat kesempatan promosi ke Formula 1.

Schumacher tak ingin terburu-buru balap F1

Start dari pole lewat sistem grid terbalik dari balapan sebelumnya, Schumacher berhasil meredam serangan Nobuharu Matsushita pada sprint race F2 di Hungaroring untuk memetik kemenangan pertamanya di ajang balap yang hanya satu tingkat di bawah F1 itu.

Baca Juga:

Awal tahun ini, putra tujuh kali juara dunia, Michael Schumacher, itu mencicipi mobil modern F1 untuk kali pertama di tes tengah musim usai gelaran GP Bahrain, masing-masing sehari penuh di Ferrari dan kemudian Alfa Romeo, dua merek mobil yang masih satu grup.

Mengingat koneksinya dengan Ferrari sebagai pembalap akademi, Alfa Romeo kerap diisukan akan menjadi tim pertama Schumacher jika pada akhirnya ia naik kelas ke Formula 1.

"Hanya waktu yang bisa menjawab itu," ucap Schumacher, ketika ditanya apakah ia sudah siap untuk naik ke F1. "Meraih kemenangan pertama di F2 adalah perasaan yang luar biasa. Tapi, tetap saja, saya masih punya pekerjaan untuk meningkatkan diri.

"Soal apakah saya akan ke F1 tahun depan atau dua tahun lagi, atau mungkin tiga tahun lagi, saya tidak tahu. Saya akan berusaha sebaik mungkin, belajar sebanyak mungkin, supaya ketika saya naik ke F1, saya bisa langsung siap dan merasa nyaman di tim mana pun saya bergabung."

Datang sebagai kampiun F3 Eropa, Schumacher menjalani awal yang sulit pada musim pertamanya di F2. Dalam klasemen sementara, pembalap Jerman berusia 20 tahun itu menempati posisi ke-11 dengan sisa empat ronde lagi.

"Memang bagian pertama selalu menjadi yang tersulit, tapi tentu saja, begitu Anda meraih kemenangan, itu akan memberikan banyak kepercayaan diri dalam menghadapi ronde-ronde berikutnya," tukas Schumacher.

"Sebentar lagi kita akan tiba di akhir musim, dan saya pikir adalah hal yang bagus kami bisa melakukannya, dan tidak mudah karena kami mendapat banyak tekanan sepanjang musim.

"Kami beberapa kali tampil sangat kuat tapi raihan poinnya belum sesuai harapan. Saya merujuk pada ronde di Red Bull Ring atau Silverstone, di mana pace kami kuat tapi kami gagal memanfaatkannya. Saya senang dengan kemenangan ini, tapi saya juga senang bisa mendapatkan poin."

Mick Schumacher, Prema Racing

Mick Schumacher, Prema Racing
1/10

Foto oleh: Joe Portlock / Motorsport Images

Mick Schumacher, Prema Racing

Mick Schumacher, Prema Racing
2/10

Foto oleh: Joe Portlock / Motorsport Images

Corinna Schumacher dan Gina-Maria Schumacher merayakan kemenangan Mick Schumacher

Corinna Schumacher dan Gina-Maria Schumacher merayakan kemenangan Mick Schumacher
3/10

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Mick Schumacher, Prema Racing

Mick Schumacher, Prema Racing
4/10

Foto oleh: Joe Portlock / Motorsport Images

Mick Schumacher, Prema Racing

Mick Schumacher, Prema Racing
5/10

Foto oleh: Zak Mauger / Motorsport Images

Mick Schumacher, Prema Racing

Mick Schumacher, Prema Racing
6/10

Foto oleh: Zak Mauger / Motorsport Images

Mick Schumacher, Prema Racing

Mick Schumacher, Prema Racing
7/10

Foto oleh: James Gasperotti

Mick Schumacher, Prema Racing

Mick Schumacher, Prema Racing
8/10

Foto oleh: Joe Portlock / Motorsport Images

Mick Schumacher, Prema Racing

Mick Schumacher, Prema Racing
9/10

Foto oleh: Sam Bloxham / Motorsport Images

Mick Schumacher, Ferrari SF90

Mick Schumacher, Ferrari SF90
10/10

Foto oleh: Jerry Andre / Motorsport Images

dibagikan
komentar
F2 Hongaria: Schumacher menang perdana, Gelael ke-17

Artikel sebelumnya

F2 Hongaria: Schumacher menang perdana, Gelael ke-17

Artikel berikutnya

Pembalap junior Renault, Zhou, jajal mobil F1 2017

Pembalap junior Renault, Zhou, jajal mobil F1 2017
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan FIA F2
Event Hungaroring
Pembalap Mick Schumacher
Tim Prema Powerteam
Penulis Jamie Klein