Formula 1
R
GP Spanyol
06 Mei
Event berikutnya
66 hari
MotoGP
12 Mei
Event berikutnya
73 hari
Formula E WRC
R
Rally Sweden
11 Feb
Dibatalkan
WEC
R
Sebring
17 Mar
Dibatalkan
R
Spa-Francorchamps
29 Apr
Event berikutnya
59 hari
Selengkapnya:

Piastri Targetkan Naik ke F1 Usai Dua Tahun di F2

Juara FIA Formula 3, Oscar Piastri, promosi ke Formula 2 mulai musim depan. Periode debut sangat krusial untuk meletakkan fondasi sebelum sampai ke level premier.

dibagikan
komentar
Piastri Targetkan Naik ke F1 Usai Dua Tahun di F2

Pembalap anyar Prema Racing itu memiliki karier cemerlang. Hanya butuh semusim, untuk menjadi juara F3, setelah sebelumnya merajai Formula Renault Eurocup. Talenta istimewa membuatnya dilirik Alpine F1, dulu bernama Renault, dan menawarinya ikut program pembalap junior F1.

Piastri tidak mau membebani dirinya dengan berbagai ekspektasi langsung meraih gelar di tahun perdana. Ia merencanakan akan melompat ke F1 setelah tampil di turnamen kasta kedua.

“Saya kira itu adalah tahun yang sangat penting. Saya mendapat momentum dengan saya sekarang, setelah dua kejuaraan, jadi kalau saya bisa menambah yang ketiga beruntun, saya kira itu hanya akan menempatkan saya di posisi yang baik (untuk balapan F1 masa depan),” ujarnya.

“Mengatakan itu, saya mengharapkan itu menjadi tahun yang sangat menantang. Saya kira grid tahun ini sangat kompetitif, dan naik ke F2 merupakan tugas yang tak mudah.

“Rencananya semacam dua tahun dan kalau saya bisa menyelesaikan musim ini dan berhasil naik ke F1, tentunya lebih baik. Itu adalah rencana untuk F3, di mana awalnya (balapan) dua tahun dan hasilnya sedikit lebih baik dari rencana.

“Saya kira tahun ini penting, tapi tergantung bagaimana tahun ini berjalan. Saya kira tahun depan bisa saja tahun penting.”

Baca Juga:

Pembalap belia, yang menggandeng Mark Webber sebagai manajer tersebut, menjadikan Robert Shwartzman sebagai acuan sekaligus musuh yang perlu dilewati sebelum mendapat kemenangan. Apalagi rekan setimnya di Prema Racing tersebut sudah berpengalaman di F2.

“Tentu saya punya patokan bagus dalam Robert Shwartzman. Saya yakin kalau saya menantangnya maka di suatu tempat akan meruncing akhir balapan dan semoga kompetisi berjalan bagus,” ucapnya.

“Jelas saya itu adalah kurva pembelajaran yang besar. Ada pit stop dalam balapan, saya tidak pernah melakukan pit stop sebelumnya sehingga itu adalah sesuatu yang harus saya biasakan.

“Saya tidak terlalu menekan diri sendiri untuk mencapai sesuatu yang luar biasa di tahun pertama saya.”

Piastri punya kans promosi ke F1 dengan embel-embel peserta Akademi Pembalap Alpine. Ke depannya, ia bisa menggantikan Esteban Ocon atau Fernando Alonso yang terikat kontrak dua tahun.

Pilot, yang disebut sebagai penerus Daniel Ricciardo, itu akan menghadapi persaingan ketat dengan rekannya di program itu, yakni Guanyu Zhou dan Christian Lundgaard.

“Saya kira pengaturan waktu bisa berjalan dengan sangat baik, tapi ada juga dua pembalap lain dari akademi Renault yang juga berada di F2. Jadi saya tidak bisa bergantung pada itu (produk akademi Renault) untuk membawa saya ke F1,” pembalap 19 tahun itu menjelaskan.

“Saya harap Zhou dan Christian akan kuat di F2 tahun ini. Saya yakin kalau Anda sangat sukses di trek, kemudian Anda dapat hampir dapat menentukan waktu sendiri.

“Itu semacam mentalitas yang saya ambil, dan itu memberi Alpine dan (direktur) Mia (Sharizman) sedikit pusing, tapi itu adalah sakit kepala yang bagus.

“Kalau saya sukses dan menunjukkan bahwa saya siap, dan tidak ada alternatif. Saya kira itu hal yang bagus bagi saya.”

 

F2 2021 Kesempatan Terakhir Lundgaard untuk ke F1

Artikel sebelumnya

F2 2021 Kesempatan Terakhir Lundgaard untuk ke F1

Artikel berikutnya

Impian Nissany Balapan Formula 2 di Israel

Impian Nissany Balapan Formula 2 di Israel
Muat komentar