Pourchaire Ragu Akan Pulih untuk F2 di Silverstone

Penantang gelar Formula 2 (F2), Theo Pourchaire, tidak yakin dirinya akan fit untuk putaran keempat di Sirkuit Silverstone pada Juli 2021 setelah mengalami cedera serius di Baku.

Pourchaire Ragu Akan Pulih untuk F2 di Silverstone

Pembalap ART Grand Prix Theo Pourchaire terlibat dalam insiden Tikungan 3 dengan dua rival, Dan Ticktum (Carlin) serta Marcus Armstrong (DAMS) pada Feature Race F2 Azerbaijan, Minggu (6/6/2021) lalu.

Kecelakaan itu membuat Armstrong, pembalap junior Ferrrari, langsung tersingkir untuk kali kedua secara beruntun. Sementara Pourchaire juga terpaksa mundur beberapa lap kemudian.

Kamera televisi menangkap Pourchaire tengah memegang pergelangan tangannya setelah insiden. Pembalap muda Prancis itu lalu di bawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga:

Pourchaire pun mengonfirmasikan radius lengan kirinya patah. Peraih pole position pemenang Feature Race di Monte Carlo itu pun menjalani perawatan di klinik khusus di Monako.

Ia kini berjuang melawan waktu untuk dapat pulih sebelum putaran keempat F2 di Silverstone, Inggris, yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 16-18 Juli mendatang.

"Hanya ingin mengabarkan bahwa saya baik-baik saja. Begitu pesawat mendarat dari Baku, saya langsung pergi ke klinik khusus di Monako. Radius lengan kiri saya patah. Sangat sakit, namun kini sudah membaik," tulis Pourchaire via Twitter.

"Lengan saya tak bisa banyak digerakkan selama empat minggu. Saya akan berjuang untuk dapat kembali. Saya belum tahu apakah mampu tampil di Silverstone, namun saya bakal bekerja keras dan berdoa agar siap."

Theo Pourchaire, ART Grand Prix, leads Juri Vips, Hitech Grand Prix

Theo Pourchaire, ART Grand Prix, leads Juri Vips, Hitech Grand Prix

Photo by: Mark Sutton / Motorsport Images

Setelah gagal mencetak poin dalam Feature Race F2 Azerbaijan akibat kecelakaan, Pourchaire sekarang menempati urutan keenam dalam klasemen kejuaraan dengan raihan 55 poin.

Pembalap 17 tahun itu tertinggal 23 angka dari sang pemuncak, Guanyu Zhou (UNI Virtuosi). Raihan terbaik Pourchaire di Baku adalah posisi kelima dalam Sprint Race 1.

Namun ia gagal meraih poin pada Sprint Race 2 setelah cuma mampu finis di urutan kesembilan. F2 2021 akan berlanjut dalam enam pekan. Pourchaire tentu berharap bisa fit tepat waktu.

dibagikan
komentar
Ticktum Marah Usai Dapat Penalti 10 Detik

Artikel sebelumnya

Ticktum Marah Usai Dapat Penalti 10 Detik

Artikel berikutnya

Alfa Romeo Tak Mau Paksakan Pourchaire Segera ke F1

Alfa Romeo Tak Mau Paksakan Pourchaire Segera ke F1
Muat komentar