Pourchaire Tertekan Dapat Pole Position

Theo Pourchaire mengaku stres mendapatkan pole position di Formula 2 Bahrain, Sabtu (27/3/2021). Pembalap ART Grand Prix tersebut pun gagal memanfaatkan keuntungan tersebut.

Pourchaire Tertekan Dapat Pole Position

Posisi pole didapatkan Pourchaire berkat format reverse grid yang diterapkan di Sirkuit Sakhir, Minggu (28/3/2021). Alih-alih mempertahankan posisinya saat start untuk sprint race 1, remaja 17 tahun didahului Liam Lawson dan David Beckmann.

Pilot Prancis tersebut mampu menyingkirkan Beckmann dan terpaut dua detik dari Lawson. Tiba-tiba mobilnya bermasalah dan terpaksa keluar dari lomba.

Pourchaire mengutarakan emosinya campur aduk dalam pertarungan debutnya di F2. Runner-up F3 2020 tersebut senang sekaligus tegang dengan start di baris pertama. Perasaannya berubah jadi kecewa karena gagal finis.

“Start perdana saya dari pole position di Formula 2 rasanya sedikit stres, tapi ada rasa senang. Sayangnya, saya tak punya start bagus, tapi setelah itu, kami mengalami balapan bagus hingga ada problem mesin. Saya sangat kecewa tidak menuntaskan lomba,” ujarnya di situs resmi F2.

Baca Juga:

“Untuk pertama kalinya, saya merasakan masalah. Saya coba menuntaskan itu, saya bilang kepada engineer tentang apa yang saya rasakan di dalam mobil, tapi tak membantu. Saya akhirnya harus memarkir mobil.

“Saya sangat kecewa dan saya berteriak di radio, tapi itu bagian dari olahraga motor. Kami kehilangan 10 atau 12 poin karena itu seharusnya bisa berbuah podium. Kami harus belajar dan melakukan yang terbaik. Saya pikir kami punya pace dan kecepatan untuk ada di depan lagi.”

Setelah istirahat di balapan perdana, ia mampu mendulang poin dalam dua putaran berikutnya. Pourchaire berhasil finis di posisi keenam sprint race 2 dan kedelapan pada main race, Minggu (28/3/2021).

Theo Pourchaire, ART Grand Prix, devance Guilherme Samaia, Charouz Racing System

Ia kini bertengger di peringkat ke-11 klasemen pembalap dengan delapan poin. Kendati demikian, Pourchaire tidak kecewa. Pembalap tersebut menyerap setiap pelajaran yang didapat.

“Tidak banyak poin, tapi saya tidak kecewa dan saya kira itu adalah akhir pekan pertama yang bagus. Saya masih terlalu muda dan saya membuat beberapa kesalahan, salah satu saat kualifikasi yang mungkin membuat saya gagal ke empat besar. Saya lalu melakukan kesalahan di tiga balapan, tapi saya belajar di setiap balapan,” Pourchaire mengungkapkan.

“Saya belajar banyak. Tiga balapan di akhir pekan sangat bagus bagi rookie karena kami punya waktu trek dan dapat belajar dengan cepat. Saya belajar banyak tentang manajemen ban. Kami membuat dua pit stop, sehingga dapat pengalaman dari sisi itu juga.

“Keluar dari pit dengan ban dingin setelah satu stop sangat sulit. Kami belajar dan kadang tidak beruntung. Sebagai tim, kami menang dan melakukan kesalahan bersama-sama.”

dibagikan
komentar
Merasa Berbakat, Zendeli Yakin Mampu Ikuti Jejak Schumacher

Artikel sebelumnya

Merasa Berbakat, Zendeli Yakin Mampu Ikuti Jejak Schumacher

Artikel berikutnya

Dilangkahi Tsunoda, Vips Belum Menyerah Tembus F1

Dilangkahi Tsunoda, Vips Belum Menyerah Tembus F1
Muat komentar