Pourchaire Ungkap Usahanya Pulih demi F2 Inggris

Kerja keras Theo Pourchaire untuk memulihkan patah lengan dalam beberapa pekan akhirnya terbayar. Pembalap tersebut finis di zona poin F2 Inggris, di Silverstone, akhir pekan lalu.

Pourchaire Ungkap Usahanya Pulih demi F2 Inggris

Pemenang Formula 2 termuda itu mengalami kecelakaan saat berlomba di Baku. Ia pun mengalami patah lengan kiri.

Sebagai konsekuensinya, Pourchaire harus benar-benar berhenti dari balapan dan mengistirahatkan lengannya. Menjauh dari lintasan dan tidak menyentuh kemudi sama sekali membuat remaja 17 tahun itu stress.

Dokter menilai kalau kondisinya parah sehingga tak mungkin bisa kembali balapan di Silverstone. Namun, pembalap ART Grand Prix bersikeras. Ia siap mengeluarkan energi ekstra, mengorbankan waktu dan uang untuk menjalani serangkaian terapi dan perawatan.

Baca Juga:

Pourchaire berhasil membuktikan bahwa tak ada yang mustahil dengan kerja keras. Pembalap Prancis itu pun kembali berada di dalam kokpit mobilnya.

Hebatnya lagi, ia menuntaskan Sprint Race 1 di urutan kelima dan Feature Race pada posisi kedelapan. Pourchaire kini melesat ke peringkat keenam. Nilainya 65 dan terpaut 20 poin dari pilot di atasnya, Juri Vips.

“Ini adalah lima pekan yang gila. Itu tidak mudah dari sisi mental karena saya sulit bergerak dalam dua pekan. Lengan saya tidak boleh bergerak,” ucapnya.

“Saya tidak dapat mengemudi dan dokter mengatakan kalau mulai balapan di Silverstone sangat mustahil. Tapi saya tahu bahwa saya harus mengemudi di sana dan mencetak poin.

“Kami hanya punya delapan putaran dan tiga balapan akhir pekan, jika semua kompetitor saya meraup poin besar maka habislah saya.”

Theo Pourchaire, ART Grand Prix after retiring from the race

Theo Pourchaire, ART Grand Prix after retiring from the race

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Selepas lomba, debutan asal Prancis tersebut mengisahkan tentang banyaknya perawatan dan terapi sehingga lengannya kembali berfungsi.

“Saya tidak tahu apa yang mereka lakukan di sana, tapi saya tahu bahwa itu berhasil,” katanya. “Itu adalah hal terpenting bagi saya,” ia menjelaskan.

Pourchaire menatap lomba berikutnya di Monza. Ia terpaut 45 poin dari Oscar Piastri sang pemuncak klasemen F2 2021.

dibagikan
komentar
F1 GP Australia Dibatalkan, Piastri Gagal Pulang Kampung

Artikel sebelumnya

F1 GP Australia Dibatalkan, Piastri Gagal Pulang Kampung

Artikel berikutnya

F2-F3 Evaluasi Kalender dan Format Balapan 2022

F2-F3 Evaluasi Kalender dan Format Balapan 2022
Muat komentar