Gelael jelaskan keputusan absen balapan

Pembalap Indonesia, Sean Gelael, menyebut "masalah prinsip" sebagai alasan ia absen pada kedua balapan FIA Formula 2 di Silverstone.

Gelael jelaskan keputusan absen balapan

Gelael bersenggolan dengan Louis Deletraz di tikungan Brooklands pada sesi latihan. Waktu itu, Deletraz sedang melakukan outlap (lap keluar pit) dan melaju pelan dengan dua roda di lajur balap.

 

Sementara Gelael sedang mencatatkan waktu dan berusaha masuk ke sisi dalam tetapi kemudian menghantam mobil Deletraz. Program latihan Gelael pun berakhir lebih awal akibat kerusakan yang dialaminya.

Sedangkan Deletraz masih bisa melanjutkan sesi latihan dan kemudian mengisi grid kelima saat kualifikasi, di mana Gelael menempati urutan ke-18.

Tetapi hanya beberapa jam menjelang feature race, stewards menjatuhkan Gelael dengan penalti mundur tiga grid.

Syok dengan keputusan tersebut, Gelael memutuskan tidak ikut tampil di trek.

Baca Juga:

Tahun ini, stewards F2 memang pernah menjadi target kritikan dari sejumlah pembalap dan tim, khususnya terkait insiden pada feature race Monako di mana grid tidak disusun seperti sebelumnya usai periode bendera merah.

Akibat kesalahan tersebut, Gelael menjadi salah satu pembalap yang dirugikan dan memupuskan harapan pembalap Indonesia itu untuk bisa merebut kemenangan.

"Selama empat tahun saya di F2, banyak hal yang terjadi, terutama tahun ini, yang berada di luar kendali saya dan itu ekstrem," ucap Gelael kepada Motorsport.com.

"Sebagai contoh, apa yang terjadi di Monako. Itu tidak konsisten.

"Saya pikir ini masalah prinsip.

"Jika ini dilihat sebagai bentuk protes [Gelael tidak membalap], saya tidak menyangkalnya.

"Tetapi bagi saya, ini bisa berarti banyak hal. Anda tidak boleh inkonsisten dalam membuat keputusan.

"Ketika mereka memberi tahu saya keputusan itu, saya terkejut dan tidak bisa berkata apa-apa.

"Ini bukan hanya protes. Saya juga menarik garis perihal cara mereka mengelola kompetisi ini dan stewards.

"Mereka memberikan saya peringatan dan dua poin penalti. Saya berpikir, 'Anda tidak bisa menyalahkan seseorang yang tidak bersalah'.

"Kami mencoba banding, lalu dari buku peraturan, kami juga menemukan bahwa jika Anda memberikan peringatan, maka Anda tidak bisa memberikan poin penalti.

"Pagi itu, Guillaume [Capietto], manajer tim, bertemu dan berbicara dengan stewards. Kami mengatakan bahwa 'kami tidak setuju dengan ini, tapi jika Anda memberikan peringatan, setidaknya kami tidak ingin poin penalti' karena itu tidak perlu.

"Ternyata mereka justru kembali dengan penalti mundur tiga grid."

Komentar Deletraz

Deletraz dan Gelael berbincang usai insiden. Kendati menjadi yang tertabrak, Deletraz berkata bahwa Gelael tidak sepenuhnya bersalah.

"Saya setuju bahwa penalti itu terlalu berat buat dia," ucap Deletraz kepada Motorsport.com.

"Saya tidak berpikir bahwa saya yang salah, tetapi saya juga berpikir bahwa dia tidak bisa disalahkan. Bagi saya itu insiden balap biasa, dan sesuatu yang seharusnya bisa kami berdua hindari."

Setelah absen di Silverstone, Gelael berujar kepada Motorsport.com bahwa pekan ini dirinya akan mengambil waktu untuk mempertimbangkan masa depannya.

"Ke depannya, kami akan mengambil waktu beberapa hari, untuk menenangkan diri," tambahnya.

"Ini adalah keputusan antara saya dan tim, serta rekan-rekan terdekat saya, untuk melihat masa depan.

"Saya pikir, bukan balapan jika dipengaruhi oleh banyak hal di sekitar saya.

"Itu akan menghilangkan semua kesenangan yang ada. Menghilangkan semangat balap. Jika semangat sudah tidak ada, apa gunanya."

FIA menolak berkomentar tentang pernyataan Gelael.

Sean Gelael, Prema Racing

Sean Gelael, Prema Racing

Foto oleh: FIA Formula 2

dibagikan
komentar
F2 Inggris: Aitken menangi sprint, Gelael absen lagi

Artikel sebelumnya

F2 Inggris: Aitken menangi sprint, Gelael absen lagi

Artikel berikutnya

Bos F2 sayangkan revisi penalti Gelael

Bos F2 sayangkan revisi penalti Gelael
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan FIA F2
Event Silverstone
Pembalap Sean Gelael
Tim Prema Powerteam
Tag sean gelael , berita f2
Penulis Jack Benyon