Tekanan mental halangan terbesar Gelael pada 2018

dibagikan
komentar
Tekanan mental halangan terbesar Gelael pada 2018
Oleh:
Co-author: Oleg Karpov
26 Nov 2018 22.27

Gagal mencapai target di Formula 2 2018, pembalap Indonesia, Sean Gelael, mengaku kesulitan menjaga kepercayaan diri dan menghadapi tekanan mental.

Setelah berlomba tiga musim penuh di GP2/F2, Gelael selalu menempati peringkat ke-15 di klasemen akhir. Padahal, tahun ini ia sudah bergabung dengan tim unggulan, Prema. Gelael pun sudah memasang target lima besar yang ia anggap "sangat realistis" di awal musim.

Masalah mekanis mobil, performa kualifikasi yang kurang memuaskan, kecelakaan dengan mobil lain, kesalahan mengemudi, hingga insiden yang berujung pada penalti membuat pembalap kelahiran Jakarta itu tidak bisa menambah pundi-pundi poinnya sejak merengkuh podium di feature race Monako bulan Mei lalu.

"Tahun ini telah sering terjadi pasang surut. Saya pikir kami memulai musim dengan baik, selalu dalam posisi mencetak poin di balapan-balapan dan kemudian puncaknya di Monako dengan raihan podium," kata Gelael kepada Motorsport.com di Abu Dhabi.

"Dan kemudian saya melakukan kesalahan kecil. Saat kualifikasi, kami sedikit terhambat traffic di Paul Ricard dan kemudian saya membuat kesalahan di Race 1 seperti melintir lalu mogok.

"Setelah itu sepertinya peruntungan saya selalu berubah, seperti mesin mogok beberapa kali, beberapa DNF karena masalah mekanis di sepanjang musim. Jelas itu memaksa Anda untuk menekan sedikit lebih banyak sehingga saya membuat beberapa kesalahan dan hal-hal semacamnya.

"Dan kemudian kami benar-benar tidak mencetak poin lagi sampai sekarang [di akhir musim]."

Sean Gelael, PREMA Racing

Sean Gelael, PREMA Racing

Foto oleh: Zak Mauger / LAT Images

Baca Juga:

Tahun yang sulit

Setelah menutup musim 2018 dengan kecelakaan, Gelael terpaut 173 poin atau 11 peringkat dari rekan setimnya sendiri, Nyck de Vries. Musim lalu, Prema adalah runner-up klasemen tim tapi tahun ini mereka melorot ke posisi kelima.

"Jadi sekali lagi, ini merupakan tahun yang sulit. Tapi jelas ada beberapa hal positif dan negatif yang Anda coba bersihkan untuk sisa musim ini," lanjut Gelael.

"Dan kemudian besarnya jarak yang Anda miliki, itu terjadi secara beruntun, dan terus menerus, Anda benar-benar seperti tidak punya waktu untuk menyerap dan menganalisis sepenuhnya.

"Jadi Anda hanya bisa menganalisis setengah atau tidak keseluruhannya. Dengan begitu Anda benar-benar tidak bisa memahami sepenuhnya. Bagian ini yang lumayan menyulitkan.

"Tapi maksud saya, setelah mengatakan itu semua, Anda harus tetap tegar menghadapi hal-hal itu."

Sean Gelael, PREMA Racing

Sean Gelael, PREMA Racing

Foto oleh: FIA Formula 2

Kepercayaan diri dan tekanan mental

Gelael mengaku kesulitan untuk menjaga kepercayaan dirinya di sepanjang musim ini.

"Saya pikir hal yang paling sulit adalah berusaha tetap percaya pada diri sendiri dan menjaga kepercayaan diri sejak awal tahun," lanjutnya.

"Karena pada akhirnya Anda selalu lebih buruk dibanding Anda saat di awal tahun. Tetapi jelas itu memainkan peran besar tidak hanya di motorsport tetapi juga di semua olahraga lain, benar 'kan? Ya, pada dasarnya seperti itu."

Tekanan mental yang harus ia hadapi musim ini membuatnya sulit melupakan hal-hal buruk.

"Jelas, tidak membantu ketika setiap hal yang Anda kerjakan terus membuat Anda jatuh lagi. Tetapi ada juga beberapa hal dari sisi mental," tambah Gelael.

"Saya pikir itu yang menjadi bagian terbesar buat saya sekarang. Saya perlu bangkit dan mungkin melupakan beberapa hal."

Kini menatap 2019, yang bisa menjadi tahun terakhir dalam karier balapnya, Gelael ingin belajar dari kesalahan-kesalahan yang ia perbuat.

"Jelas saya tetap belajar dari kesalahan-kesalahan, tetapi melupakan hal-hal buruk buat saya lumayan sulit. Karena saya terlalu banyak memikirkan apa yang salah dan kemudian terlalu banyak berpikir," ungkapnya.

"Sulit untuk menjauhkan pikiran itu dari kepala Anda. Jadi lebih banyak [perbaikan] di sana dan secara teknis jelas Anda selalu dapat meningkat setiap hari dan setiap kali Anda masuk ke dalam mobil, jadi dasarnya itu."

Laporan tambahan oleh Erwin Jaeggi

Slider
List

Sean Gelael, PREMA Racing

Sean Gelael, PREMA Racing
1/10

Foto oleh: FIA Formula 2

Sean Gelael, PREMA Racing

Sean Gelael, PREMA Racing
2/10

Foto oleh: FIA Formula 2

Sean Gelael, PREMA Racing

Sean Gelael, PREMA Racing
3/10

Foto oleh: FIA Formula 2

Sean Gelael, PREMA Racing

Sean Gelael, PREMA Racing
4/10

Foto oleh: FIA Formula 2

Sean Gelael, PREMA Racing

Sean Gelael, PREMA Racing
5/10

Foto oleh: FIA Formula 2

Sean Gelael, PREMA Racing, Nyck De Vries, PREMA Racing

Sean Gelael, PREMA Racing, Nyck De Vries, PREMA Racing
6/10

Foto oleh: FIA Formula 2

Sean Gelael, PREMA Racing

Sean Gelael, PREMA Racing
7/10

Foto oleh: FIA Formula 2

Sean Gelael, PREMA Racing

Sean Gelael, PREMA Racing
8/10

Foto oleh: Joe Portlock / LAT Images

Sean Gelael, PREMA Racing

Sean Gelael, PREMA Racing
9/10

Foto oleh: Zak Mauger / LAT Images

Sean Gelael, PREMA Racing

Sean Gelael, PREMA Racing
10/10

Foto oleh: FIA Formula 2

Next article
Klasemen akhir pembalap dan tim F2 2018

Artikel sebelumnya

Klasemen akhir pembalap dan tim F2 2018

Next article

Gabung Prema, Schumacher naik kelas ke Formula 2

Gabung Prema, Schumacher naik kelas ke Formula 2
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1 , FIA F2
Event Abu Dhabi
Pembalap Sean Gelael
Tim Prema Powerteam
Penulis Aditya Gagat