Tiga Orang Berpengaruh dalam Karier Piastri

Oscar Piastri sejauh ini mulus berkarier di ajang balap mobil kursi tunggal (single seater). Lalu, siapa saja orang-orang di balik suksesnya sejauh ini?

Tiga Orang Berpengaruh dalam Karier Piastri

Oscar Piastri menjadi salah satu bintang masa depan balap mobil formula asal Italia. Memulai balap go-kart pada 2011, dalam usia 10 tahun, ia turun profesional sejak 2014.

Pada 2015, Piastri mulai bertarung di Eropa dan kejuaraan dunia. Puncaknya adalah finis di P6 Kejuaraan Dunia Karting di Bahrain pada 2016.

Setelah berturut-turut turun di Kejuaraan Formula 4 Uni Emirat Arab (2016-2017), F4 Inggris (2017) dan Formula Renault Eurocup (2018-2019), Piastri direkrut Prema Racing untuk turun di FIA Formula 3 pada 2020, dan langsung juara.

Oscar Piastri, Prema Racing.

Oscar Piastri, Prema Racing.

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

Gelar F3 pada musim perdana membuat Prema mempromosikan pembalap 20 tahun itu ke FIA F2, tahun ini. Hebatnya, Piastri langsung mampu memenangi sprint race 2 pada lomba pertama di Bahrain, 27-28 Maret lalu. Kini, ia menempati P4 klasemen dengan 21 poin.

Kiprah Piastri memang tidak bisa dilepaskan dari sejumlah orang di sekelilingnya. Namun, ia menyebut paling tidak ada tiga orang dengan peran berbeda yang memberinya pengarh besar dalam karier.

“Pertama, ayah saya, Chris Piastri. Ayah selalu mengantar saya turun di semua balapan sekaligus menjadi mekanik, saat saya masih berlomba di Australia,” ucap Piastri seperti dikutip laman resmi FIA Formula 2.

“Ayahlah orang yang memperkenalkan saya pada go-kart. Ia jelas yang pertama memengaruhi karier saya dan bisa dibilang yang terbesar sampai saat ini.” 

Mark Webber, Oscar Piastri, dan Ann Webber (ki-ka).

Mark Webber, Oscar Piastri, dan Ann Webber (ki-ka).

Foto oleh: Uncredited

Orang berpengaruh kedua dalam karier Piastri tak lain manajernya, Mark Webber. Mantan pembalap asal Australia itu memang dinilai tepat menangani Piastri. Selain berasal dari negara yang sama, pengalaman Webber pun sangat luar biasa.

Berkarier di Kejuaraan Dunia Formula 1 antara 2002 sampai 2013, Webber pernah memperkuat tim Minardi, Jaguar, Williams, dan Red Bull Racing.

Kendati hasil terbaiknya “hanya” P3 pada F1 2010, 2011, dan 2013 (semua bersama Red Bull), Webber mampu sembilan kali memenangi lomba dan 42 kali naik podium dalam 215 lomba. Ia menjadi salah satu pembalap yang mengembangkan Red Bull saat masih menjadi tim baru.

Selain F1, Webber juga berpengalaman turun di 24 Hours of Le Mans (1998-1999, 2014-2016) dan Kejuaraan Dunia Balap Mobil Ketahanan (2014-2016).

Baca Juga:

“Mark Webber saat ini menjadi manajer saya. Ia memberikan pengaruh langsung dalam karier saya. Saya menyaksikannya bertarung memperebutkan gelar di F1. Sebagai orang Australia, secara alami ia menjadi saya tarik bagi anak-anak seperti saya saat itu,” tutur Piastri.

“Saat itu, Webber menjadi satu-satunya pembalap Australia di F1. Selain menjadi manajer, ia juga sudah memberikan pengaruh besar dalam karier saya.”

Terakhir, Oscar Piastri menyebut nama James Sera sebagai orang yang memberikan pengaruh besar dalam kariernya.

“James Sera membimbing saya selama berkarier go-kart di Australia dulu. Ayah memang yang memperkenalkan go-kart kepada saya. Tetapi, James memberikan bantuan sangat besar sepanjang saya berlomba,” ucap Osca Piastri.

“James memenangi beberapa lomba go-kart di Australia, mungkin empat atau lima. Jadi, ia tahu apa yang harus dilakukan untuk membimbing saya saat itu. Bersama ayah, James merupakan orang pertama yang membantu saya sukses di go-kart di Australia.”

dibagikan
komentar
Menyelisik Guanyu Zhou dari Sneakers, Kobe Bryant hingga F1
Artikel sebelumnya

Menyelisik Guanyu Zhou dari Sneakers, Kobe Bryant hingga F1

Artikel berikutnya

Felipe Drugovich dan Gelar Underdog yang Salah Alamat

Felipe Drugovich dan Gelar Underdog yang Salah Alamat
Muat komentar