Venue Formula E Arab Saudi Bisa Dipindah

Ibu kota Arab Saudi, Riyadh, saat ini menjadi lokasi penyelenggaraan balapan Formula E. Dan sekarang, mulai muncul lokasi baru untuk menyelenggarakan balap mobil elektrik itu.

dibagikan
komentar
Venue Formula E Arab Saudi Bisa Dipindah

Formula E masih memiliki sisa kontrak setidaknya delapan tahun lagi dengan Kementerian Olahraga Arab Saudi untuk menggelar balapan di negeri Timur Tengah itu.

Dan kabarnya, tidak ada klausul eksklusif mengenai lokasi penyelenggaraan balapan. Itu berarti, lokasi balapan mobil formula elektrik ini bisa digelar di mana saja seantero Arab Saudi.

Balapan malam hari Diriyah E-Prix 2021 akan menjadi kali ketiga Sirkuit Jalan Raya Riyadh dipakai untuk balapan FE. Debut Sirkuit Jalanan Riyadh ada pada 2018, sekaligus menjadi balapan Formula E pertama di kawasan Timur Tengah.

Kemudian, diketahui, pemerintah lokal tengah mempertimbangkan menggelar balapan di lokasi baru. Hal ini guna mempromosikan pariwisata domestik yang menjadi bagian dari program Saudi Vision 2030.

Baca Juga:

Carlo Boutagy, founder promotor balapan Diriyah E-Prix, CBX, mengiyakan hal tersebut. Intinya, Pemerintah Arab Saudi ingin menunjukkan keindahan negara melalui balapan Formula E.

"Jadi memang intinya menunjukkan keindahan seluruh bagian kerajaan dengan balapan Formula E," ujar Boutagy kepada Motorsport.com.

"Biaya pembangunan (sirkuit jalanan) juga tidak sebesar biaya pembangunan sirkuit permanen. Pindah lokasi sebenarnya bukan hal yang mustahil," tuturnya.

Boutagy kemudian menambahkan, bahwa keputusan terakhir mengenai pemindahan venue balapan semuanya ada di tangan Pangeran Mohammad bin Salman, yang mengumumkan program Saudi Vision 2030.

Kota-kota yang termasuk ke dalam program Saudi Vision antara lain Riyadh, Jeddah, dan Neom. Akan tetapi, kota-kota tersebut bukanlah calon venue baru Formula E Arab Saudi.

BMW iFE.20 andalan Alexander Sims dari Tim BMW I Andretti Motorsports melebar usai mendahului dua pembalap Tim Mercedes Benz EQ, Stoffel Vandoorne dan Nyck De Vries yang menggeber Mercedes EQ Silver Arrow 01 di balap Formula E 2019/20.

BMW iFE.20 andalan Alexander Sims dari Tim BMW I Andretti Motorsports melebar usai mendahului dua pembalap Tim Mercedes Benz EQ, Stoffel Vandoorne dan Nyck De Vries yang menggeber Mercedes EQ Silver Arrow 01 di balap Formula E 2019/20.

Foto oleh: Zak Mauger / Motorsport Images

"Apakah saya akan sedih jika pindah (dari Riyadh)? Tentu saja iya. Tapi, mendengar kabar kami akan pindah, dan jika jadi pindah dan disetujui, saya tentu akan senang," ucap Boutagy.

"Tapi kota-kota yang akan menggelar balapan Formula E nantinya akan berbeda. Tidak terlalu jauh dari pusat negara. Intinya ini adalah kota yang benar-benar baru dan sedang berkembang. Saya senang bisa pergi ke sana dan menunjukkannya pada dunia," Boutagy mengakhiri.

Kemungkinan besar kandidat kota baru yang menggelar balapan Formula E adalah Qiddiya, yang merupakan calon tuan rumah Formula 1 GP Arab Saudi.

Kota ini berjarak 40 kilometer dari Riyadh. Qiddiya baru mulai menggelar balapan jet darat pada musim 2023 dan merupakan kota yang disebut-sebut sedang berkembang cepat di berbagai aspek.

Rast Rela Tinggalkan DTM demi Formula E

Artikel sebelumnya

Rast Rela Tinggalkan DTM demi Formula E

Artikel berikutnya

Formula E Sambut Rencana Perubahan Venue Balapan di Arab Saudi

Formula E Sambut Rencana Perubahan Venue Balapan di Arab Saudi
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula E
Tag fia , formula e , riyadh
Penulis Matt Kew