CEO Formula E bantah tudingan kecurangan Fanboost

CEO Formula E, Alejandro Agag, menekankan para pembalap seharusnya tidak membuang waktu mereka mengkritik intregitas Fanboost, dan mengatakan Daniel Abt harus meminta maaf atas pernyataanya.

CEO Formula E bantah tudingan kecurangan Fanboost
Alejandro Agag, Formula E CEO, talks to TV Presenter Vernon Kaye

Foto oleh: Sam Bloxham / LAT Images

Sebelumnya, Abt menuding beberapa pembalap melakukan kecurangan dalam sistem voting Fanboost, dan menganggap hasil yang dapat dimanipulasi tersebut adalah sebuah malapetaka

FE dan penyedia sistem voting Fanboost, Telescope, secara bertahap telah meningkatkan keamanan dari proses voting, dan Agag membantah tudingan yang diutarakan oleh Abt.

"Sistem voting Fanboost terus dipantau dan ditinjau untuk memastikan verifikasi pengguna dan hasil yang dapat dipercaya," ujar Agag.

"Kami terus meningkatkan sistem tersebut sejak diimplementasikan pada musim pertama FE, khususnya dengan penambahan lapisan otentifikasi lebih lanjut pada proses voting mengikuti saran dari tim.

"Lebih dari satu juga penggemar telah memilih pembalap favorit mereka, dan kami melihat jumlah ini meningkat seiring popularitas Formula E yang meningkat.

"Sistem ini sangat handal dan para pembalap seharusnya tidak membuang waktu mempertanyakan validitas Fanboost."

Agag juga menekankan bahwa Fanboost "didasarkan pada salah satu prinsip utama Formula E, yaitu memberikan kesempatan fans untuk berpartisipasi dalam olahraga kami."

Ia mengatakan Abt telah diminta untuk meminta maaf, dan memastikan tidak ada masalah dengan pembalap lain. Agag juga mengatakan hal tersebut memberi contoh bagaimana berhubungan dengan fans.

ePrix Santiago minggu lalu adalah kali pertama musim ini Abt tidak mendapatkan satu dari tiga Fanboost yang tersedia pada setiap balapan.

Rekan satu timnya, Lucas di Grassi, dan Sebastian Buemi mendapatkan Fanboost untuk dua balapan beruntun, sementara satu lagi diperoleh pembalap Argentina, Jose Maria Lopez.

Abt, Luca Filippi dan Kamui Kobayashi mengamankan Fanboost untuk dua balapan pertama di Hong Kong.

"Tidak mengejutkan pembalap dengan perolehan vote Fanboost terbanyak adalah beberapa nama kondang, atau mereka yang bertarung untuk kemenangan dan gelar seperti Buemi, Vergne, di Grassi, atau Piquet," terang Agag.

"Fans biasanya cenderung memilih pembalap yang bertarung di depan, ingin mempengaruhi podium.

"Ini juga menarik bagaimana hasil voting berubah antar pembalap saat mengunjungi berbagai negara tempat kami berlomba.

"Lopez menjadi bintang di Santiago karena berasal dari Amerika Selatan, sedangkan Filippi unggul di Hong Kong karena ia membalap dengan NIO, tim asal Tiongkok."

Kylie Minogue with Alejandro Agag, Formula E CEO

Kylie Minogue with Alejandro Agag, Formula E CEO
1/8

Foto oleh: Sam Bagnall / Motorsport Images

Alejandro Agag, Founder & CEO of Formula E

Alejandro Agag, Founder & CEO of Formula E
2/8

Foto oleh: Sam Bloxham / Motorsport Images

Nick Heidfeld, Mahindra Racing, Daniel Abt, Audi Sport ABT Schaeffler

Nick Heidfeld, Mahindra Racing, Daniel Abt, Audi Sport ABT Schaeffler
3/8

Foto oleh: Sam Bloxham / Motorsport Images

Lucas di Grassi, Audi Sport ABT Schaeffler

Lucas di Grassi, Audi Sport ABT Schaeffler
4/8

Foto oleh: Zak Mauger / Motorsport Images

Daniel Abt, Audi Sport ABT Schaeffler

Daniel Abt, Audi Sport ABT Schaeffler
5/8

Foto oleh: Zak Mauger / Motorsport Images

Daniel Abt, Audi Sport ABT Schaeffler

Daniel Abt, Audi Sport ABT Schaeffler
6/8

Foto oleh: Zak Mauger / Motorsport Images

Lucas di Grassi, Audi Sport ABT Schaeffler

Lucas di Grassi, Audi Sport ABT Schaeffler
7/8

Foto oleh: Sam Bloxham / Motorsport Images

Daniel Abt, Audi Sport ABT Schaeffler

Daniel Abt, Audi Sport ABT Schaeffler
8/8

Foto oleh: Sam Bloxham / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Formula E pertimbangkan Timur Tengah untuk musim 2018/19

Artikel sebelumnya

Formula E pertimbangkan Timur Tengah untuk musim 2018/19

Artikel berikutnya

Rosenqvist: Formula E jalur terbaik menuju F1 dibanding F2

Rosenqvist: Formula E jalur terbaik menuju F1 dibanding F2
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula E
Penulis Scott Mitchell